https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/issue/feedJAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan2026-06-11T07:18:54+00:00Desi Eri Kusumaningrum[email protected]Open Journal Systems<table border="0" width="100%" cellspacing="10" cellpadding="4"> <tbody> <tr> <td valign="top" width="100"> <p><img src="https://journal2.um.ac.id/public/journals/68/homepageImage_en_US.jpg" alt="" width="200" height="283" /></p> </td> <td valign="top" width="100%"> <table class="data" width="100%"> <tbody> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Journal title</strong></td> <td width="40">:<strong> JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan<br /></strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Initials</strong></td> <td width="40">: JAMP</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Editor in Chief<br /></strong></td> <td width="40">: <a href="https://scholar.google.co.id/citations?hl=en&user=1hkL-OQAAAAJ&view_op=list_works&sortby=pubdate">Desi Eri Kusumaningrum</a><strong><br /></strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Frequency</strong></td> <td width="40">: 4 Issues every year (March, June, September, and December)</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>ISSN (online)<br /></strong></td> <td width="40">: 2615-8574</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Publisher</strong></td> <td width="40">: <a href="https://um.ac.id/">Universitas Negeri Malang</a></td> </tr> <tr> <td><strong>SINTA Rank<br /></strong></td> <td>: 3<strong><br /></strong></td> </tr> </tbody> </table> </td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"> <p><strong>Journal Summary<br /></strong></p> </td> <td width="40"> <div id="content"> <div id="journalDescription"> <p>We accept research articles within the scope of the study of educational administration and educational management.</p> </div> </div> </td> </tr> <tr> <td><strong>Accreditation Certificate</strong><br /> <p><strong> </strong></p> </td> <td> <div id="content"> <div id="journalDescription"> <p><strong> </strong></p> </div> </div> </td> </tr> </tbody> </table>https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/5411Program Sekolah Mengaji dalam Membentuk Karakter Religius Siswa2026-06-11T07:10:49+00:00Aam Muramar[email protected]Johar Permana[email protected]Danny Meirawan[email protected]Eka Prihatin[email protected]<p>Abstract: The aim of this study is to analyze the influence of the Implementation of the Sekolah Mengaji Policy on the Competence of Ngaji Teachers and the Religious Character of Students, as well as to examine the mediating role of in the relationship between and. This quantitative research utilizes an explanatory survey design, involving 260 students and 20 teachers in Bandung Regency, and was analyzed using Structural Equation Modeling based on Partial Least Square (SEM-PLS). The results demonstrate that the Implementation of the Sekolah Mengaji Policy has a positive and significant influence on the Competence of Ngaji Teachers (path coefficient = 0.824; ρ =0.000), and also has a direct, positive, and significant influence on the Religious Character of Student (path coefficient = 0.353; ρ =0.000). Furthermore, the Competence of Ngaji Teachers is proven to have a positive and significant influence on the Religious Character of Students (path coefficient = 0.548; ρ =0.000). The main conclusion is that both the Sekolah Mengaji Policy and the Competence of Ngaji Teachers are important factors that contribute significantly to the formation of students' religious character. However, the indirect influence of on through was not statistically significant (coefficient = 0.005; ρ =0.610$). Therefore, it is recommended that policymakers evaluate and strengthen program implementation, with particular attention to enhancing the role of Ngaji teachers as mediators in value education.<br><br>Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh Implementasi Kebijakan Sekolah Mengaji terhadap Kompetensi Guru Ngaji dan Karakter Religius Peserta Didik, sekaligus menguji peran mediasi dalam hubungan antara dan. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain explanatory survey dengan melibatkan 260 siswa dan 20 guru di Kabupaten Bandung, dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil menunjukkan bahwa Implementasi Kebijakan Sekolah Mengaji berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kompetensi Guru Ngaji (koefisien jalur = 0,824; ρ =0,000), dan juga berpengaruh positif signifikan secara langsung terhadap Karakter Religius Peserta Didik (koefisien jalur = 0,353; ρ =0,000). Selain itu, Kompetensi Guru Ngaji terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap Karakter Religius Peserta Didik (koefisien jalur = 0,548; ρ =0,000). Simpulan utama adalah bahwa baik Kebijakan Sekolah Mengaji maupun Kompetensi Guru Ngaji merupakan faktor penting yang berkontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter religius siswa, meskipun pengaruh tidak langsung terhadap melalui belum signifikan secara statistik (koefisien = 0,005; ρ =0,610$). Oleh karena itu, disarankan agar pemangku kebijakan mengevaluasi dan memperkuat implementasi program, dengan memberikan perhatian khusus pada penguatan peran guru ngaji sebagai mediator dalam pendidikan nilai.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikanhttps://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/5367Analisis Pengaruh Iklim Sekolah Teradap Kepuasan Kerja Guru melalui Metode Kajian Literatur Sistematis2026-06-11T05:30:13+00:00Syahla Athia Farha[email protected]Siti Rahma Sari[email protected]Hasan Hariri[email protected]<p>Abstract: This study examines the role of educational facility optimization in shaping discipline among early childhood in RA Assyifa' Balerejo Madiun using B.F. Skinner's theory of behaviorism. The approach used was a qualitative case study with data collection techniques through participatory observation, in-depth interviews, and documentation for three months. The results show that well-managed facilities, such as organized classrooms, shoe racks, and sinks, serve as environmental stimuli that support disciplined behaviors, such as neatness and adherence to rules. Positive reinforcement, such as praise from teachers, plays an important role in reinforcing these behaviors. Structured facility management, parent and student engagement, and regular evaluation, contribute to an increase in the consistency of the stimulus, leading to an increase in rule compliance from 60% to 85%, as well as the use of facilities for hygiene reaching 70%. The challenges found, such as damaged facilities and inconsistent reinforcement, point to the need for more intensive positive reinforcement and more innovative facility design. The study confirms that optimal educational facilities, supported by structured management and community involvement, can effectively foster discipline in early childhood, as well as provide practical implications for environment-based education management.<br>Keywords: School Climate; Teacher Job Satisfaction; Systematic Literature<br><br>Abstrak: Penelitian ini mengangkat isu-isu penting mengenai peran iklim sekolah sebagai faktor penentu dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan mendukung proses pembelajaran. Iklim sekolah yang kondusif diyakini mampu mendorong motivasi, kenyamanan, serta meningkatkan kinerja guru secara keseluruhan. Disisi lain, kepuasan kerja guru menjadi fokus utama dalam penelitian ini, karena berperan besar dalam menunjang kualitas pendidikan. Kepuasan kerja tidak hanya dipengaruhi oleh aspek material seperti gaji dan fasilitas, tetapi juga oleh faktor psikologis dan sosial, seperti hubungan interpesonal, dukungan organisasi, serta adanya apresiasi dan pengakuan terhadap kinerja guru. Peran kepala sekolah sangat penting dalam membentuk iklim sekolah yang positif, karena gaya kepemimpinan dan kebijakan yang diterapkan akan berdampak langsung pada suasana kerja guru di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh iklim sekolah teradap kepuasan kerja guru dengan menggunakan metode kajian literatur sistematis. Proses peninjauan dilakukan dengan bantuan mesin pencarian Harzing’s Publish or Perish, dari 100 artikel yang dikumpulkan, hanya 12 artikel yang dinyatakan relevan dan dimasukkan ke dalam tinjauan. Hasil kajian menunjukkan bahwa iklim sekolah memainkan peran krusial dalam membentuk kepuasan kerja guru. Iklim yang positif ditandai oleh kepemimpinan yang mendukung, hubungan yang harmonis, kolaborasi profesional, kompensasi yang memadai, serta motivasi personal secara signifikan meningkatkan kesejahteraan dan kinerja guru. Iklim sekolah tidak hanya berfungsi sebagai lingkungan yang mendukung, tetapi juga sebagai penentu utama kepuasan kerja guru dan efektivitas keseluruhan lembaga pendidikan<br>Kata kunci: Iklim Sekolah; Kepuasan Kerja Guru; Literatur Sistematis</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikanhttps://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/5370Total Quality Management dalam Meningkatkan Budaya Mutu di Pendidikan Tinggi2026-06-11T05:34:03+00:00Widiastuti Widiastuti[email protected]Mahdakomala Mahdakomala[email protected]Najma Ilmi Hulwan[email protected]<p>Abstrak: Studi ini menganalisis implementasi Total Quality Management (TQM) dalam memperkuat budaya mutu di Fakultas Ilmu Pendidikan. Adopsi TQM di pendidikan tinggi semakin diakui sebagai kerangka strategis untuk mengembangkan sistem manajemen terpadu yang menekankan peningkatan berkelanjutan, kepuasan pemangku kepentingan, dan keterlibatan aktif semua anggota organisasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, dan analisis dokumen yang melibatkan pimpinan fakultas, koordinator program studi, dosen, dan staf administrasi. Temuan menunjukkan bahwa prinsip-prinsip TQM utama seperti perencanaan sistematis, standardisasi, dan evaluasi berkelanjutan telah diterapkan melalui kebijakan penjaminan mutu internal, program pengembangan profesional dosen, dan mekanisme pemantauan digital. Upaya-upaya ini telah berkontribusi pada peningkatan transparansi, efisiensi, dan konsistensi dalam proses akademik dan administratif. Meskipun demikian, beberapa kendala masih ada, termasuk internalisasi nilai-nilai mutu yang tidak merata di berbagai unit, kesenjangan komunikasi antar tingkatan organisasi, dan tingkat partisipasi yang berbeda-beda dalam kegiatan penjaminan mutu. Untuk mengatasi tantangan ini, studi ini merekomendasikan penguatan kepemimpinan transformatif, perluasan sistem mutu digital, dan peningkatan keterlibatan pemangku kepentingan untuk membangun budaya mutu yang lebih berkelanjutan dan kohesif. Hasil penelitian ini berkontribusi pada semakin banyaknya literatur tentang implementasi TQM di lembaga pendidikan tinggi.<br>Kata kunci: total quality management, budaya mutu, pendidikan tinggi, penjaminan mutu, manajemen pendidikan<br><br>Abstract: This study analyzes the implementation of Total Quality Management (TQM) in strengthening a quality culture in the Faculty of Education. The adoption of TQM in higher education is increasingly recognized as a strategic framework for developing an integrated management system that emphasizes continuous improvement, stakeholder satisfaction, and the active involvement of all organizational members. Using a descriptive qualitative approach, the study collected data through semi-structured interviews, direct observation, and document analysis involving faculty leaders, program coordinators, lecturers, and administrative staff. The findings indicate that key TQM principles—such as systematic planning, standardization, and continuous evaluation—have been implemented through internal quality assurance policies, professional development programs for lecturers, and digital monitoring mechanisms. These efforts have contributed to improved transparency, efficiency, and consistency in academic and administrative processes. Nevertheless, several challenges remain, including uneven internalization of quality values across units, communication gaps among organizational levels, and varying levels of participation in quality assurance activities. To address these challenges, the study recommends strengthening transformational leadership, expanding the digital quality management system, and increasing stakeholder engagement to build a more sustainable and cohesive quality culture. This study contributes to the growing body of literature on TQM implementation in higher education institutions.<br>Keywords: total quality management; quality culture; higher education; quality assurance; educational management</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikanhttps://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/5373Analisis Pelaksanaan Supervisi Akademik Sebagai Upaya Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru (Studi Multi Situs Pada Smp Di Kabupaten Bantaeng)2026-06-11T05:38:50+00:00Sulfiani Sulfiani[email protected]Ansar ansar[email protected]Sirajuddin Saleh[email protected]<p>Abstract: This study aims to analyze the implementation of academic supervision as an effort to improve teachers' pedagogical competencies at the Junior High School (SMP) level in Bantaeng Regency. The research adopts a qualitative approach with a multi-site design, involving two schools in the region: SMP Negeri 2 Bantaeng and SMPs PGRI Campagaloe. Data collection methods include in-depth interviews, classroom observations, and document analysis to provide a comprehensive picture of the academic supervision practices at these two schools. The findings show that the academic supervision at SMP Negeri 2 Bantaeng is more structured and systematic, with clear supervision plans, regular classroom observations, and constructive feedback. This has positively impacted teachers' pedagogical competencies, particularly in classroom management and the variation of teaching methods. In contrast, the supervision at SMPs PGRI Campagaloe remains informal and more personal, though still positively impacting teacher competency, especially in terms of interpersonal relationships and classroom management. The study also identifies various supporting and inhibiting factors in the implementation of academic supervision, such as time constraints, varying competencies of school principals, and teachers' mental readiness. Based on these findings, the study recommends the need for more structured, continuous, and needs-based academic supervision to effectively improve teachers' pedagogical competencies, especially in light of the challenges posed by the Merdeka Curriculum, which requires more creative and innovative teaching approaches.<br>Keywords: Academic Supervision, Pedagogical Competency, Teacher Professionalism, Multi-Site Study, Bantaeng Regency.<br><br>Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan supervisi akademik sebagai upaya meningkatkan kompetensi pedagogik guru pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi situs, yang melibatkan dua sekolah di wilayah tersebut, yaitu SMP Negeri 2 Bantaeng dan SMPs PGRI Campagaloe. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan studi dokumentasi untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang praktik supervisi akademik yang diterapkan di kedua sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi akademik di SMP Negeri 2 Bantaeng lebih terstruktur dan sistematis, dengan adanya rencana supervisi yang jelas, observasi kelas yang rutin, serta tindak lanjut berupa umpan balik yang konstruktif. Hal ini berdampak positif terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru, khususnya dalam hal pengelolaan kelas dan variasi metode pembelajaran yang diterapkan. Di sisi lain, pelaksanaan supervisi di SMPs PGRI Campagaloe masih bersifat informal dan lebih personal, meskipun tetap memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi guru, terutama dalam aspek hubungan interpersonal dan pengelolaan kelas. Penelitian ini juga mengidentifikasi berbagai faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan supervisi akademik, seperti keterbatasan waktu, variasi kompetensi kepala sekolah, serta kesiapan mental guru. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan pelaksanaan supervisi akademik yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan guru agar dapat lebih efektif dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru, khususnya dalam menghadapi tantangan kurikulum merdeka yang mengharuskan adanya pendekatan yang lebih kreatif dan inovatif dalam proses pembelajaran.<br>Kata kunci: Pengawasan Akademik, Kompetensi Pedagogis, Profesionalisme Guru, Studi Multi-Lokasi, Kabupaten Bantaeng.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikanhttps://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/5376Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi Dan Kemampuan Manajemen Stres Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Takalar2026-06-11T05:42:27+00:00Sucianti Sucianti[email protected]Khamaruddin Hassan[email protected]Muhammad Ardiansyah[email protected]<div>Abstract: This study aims to analyze the influence of leadership style, motivation, and work stress management skills on employee performance at the Takalar Regency Education and Culture Office. The study uses a quantitative approach to examine the relationship between three independent variables leadership style, motivation, and work stress management skills and the dependent variable, namely employee performance. Data were collected through questionnaires distributed to 76 employees. The results showed that leadership style did not significantly influence employee performance with a regression coefficient B = 0.135 and a significance of 0.00, so this variable was not able to explain changes in performance partially. The motivation variable also did not significantly influence performance, with a regression coefficient B = –0.88 and a significance of 0.351. The negative coefficient cannot be generalized because it is not statistically significant. Conversely, work stress management skills had a positive and significant effect on employee performance, with a regression coefficient B = 0.442 and a significance of 0.000, which indicates that the better an employee's ability to manage stress, the higher the resulting performance. Based on a simultaneous test, the three independent variables significantly influenced employee performance, with an R² value of 0.396 and an F value of 15.730 (p < 0.05). This finding underscores the importance of strengthening stress management programs in the workplace and the need for organizational support to help employees cope with work pressure to optimally improve performance.<br>Keywords: Academic Supervision, Pedagogical Competency, Teacher Professionalism, Multi-Site Study, Bantaeng Regency.<br><br>Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan, motivasi, dan kemampuan manajemen stres kerja terhadap kinerja pegawai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menguji hubungan tiga variabel independent: gaya kepemimpinan, motivasi, dan kemampuan manajemen stres kerja terhadap variabel dependen yaitu kinerja pegawai. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 76 pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan koefisien regresi B = 0,135 dan signifikansi 0,00, sehingga variabel ini belum mampu menjelaskan perubahan kinerja secara parsial. Variabel motivasi juga tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja, dengan koefisien regresi B = –0,88 dan signifikansi 0,351. Koefisien yang bernilai negatif tidak dapat digeneralisasikan karena tidak signifikan secara statistik. Sebaliknya, kemampuan manajemen stres kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan koefisien regresi B = 0,442 dan signifikansi 0,000, yang menunjukkan bahwa semakin baik kemampuan pegawai mengelola stres, semakin tinggi kinerja yang dihasilkan. Berdasarkan uji simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai R² = 0,396 dan F = 15,730 (p < 0,05). Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan program pengelolaan stres di lingkungan kerja serta perlunya dukungan organisasi dalam membantu pegawai menghadapi tekanan kerja agar kinerja dapat meningkat secara optimal.<br>Kata kunci: Gaya Kepemimpinan, Motivasi, Kemampuan Manajemen Stres Kerja, Kinerja Pegawai.</div>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikanhttps://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/5377Manajemen Kepala Sekolah dalam Peningkatan Kompetensi Profesional Berbasis Teknologi di TK Negeri Pembina Kecamatan Demak2026-06-11T05:47:10+00:00Ima Dwi Rosadi[email protected]Endang Wuryandini[email protected]I Made Suudana[email protected]<p>Abstract: Wise use of technology by principals can help facilitate the improvement of teacher competency. Principal management and teacher professional competency are interconnected because they influence each other. Therefore, the role of the principal as an educator is expected to be a figure who strives for change for teachers so that they consistently carry out their teaching duties optimally.The purpose of this study is to describe the planning, organization, implementation, and supervision of technology-based professional competency improvement for teachers at Pembina State Kindergarten in Demak District. This study is a qualitative descriptive study. The subjects were the principal and seven teachers at Pembina State Kindergarten in Demak District. Data were collected through interviews, observation, and documentation. Data analysis included data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions.Technology-based professional competencies in teachers are: a) identifying problems and analyzing needs; b) Setting goals; c) Preparing programs and strategies and d) Preparing budgets. 2) Organizing the principal in improving technology-based professional competencies in teachers includes: a) Team formation and division of tasks; b) Internal coordination; c) Resource management. 3) Implementation of the principal in improving technology-based professional competencies in teachers is: a) Program implementation; b) Facilitation and support; and c) Direct monitoring. 4) Supervision of the principal in improving technology-based professional competencies in teachers at TK Negeri Pembina, Demak sub-district is: a) Implementation of supervision; and b) Evaluation and follow-up.<br>Keywords: principal management, professional competence, technology<br><br>Abstrak: Pemanfaatan teknologi secara bijak oleh kepala sekolah dapat membantu memudahkan dalam meningkatkan kompetensi guru. Manajemen kepala sekolah dan kompetensi professional guru saling berkaitan karena saling mempengaruhi satu sama lain. Oleh karena itu, peran pemimpin selaku Kepala Sekolah sebagai educator diharapkan menjadi sosok mengupayakan perubahan bagi para guru agar senantiasa menjalankan tugas pembelajarannya secara maksimal. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dalam meningkatkan kompetensi profesional berbasis teknologi pada guru di TK Negeri Pembina Kecamatan Demak. Penelitian merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah kepala sekolah, guru yang ada di TK Negeri Pembina Kecamatan Demak yang berjumlah 7 orang. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Perencanaan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi professional berbasis teknologi pada guru adalah: a) mengidentifikasi masalah dan menganalisis kebutuhan; b) Menetapkan Tujuan; c) Penyusunan program dan strategi dan d) Penyusunan anggaran. 2) Pengorganisasian kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi professional berbasis teknologi pada guru diantaranya adalah: a) Pembentukan tim dan pembagian tugas; b) Koordinasi internal; c) Pengelolaan sumber daya. 3) Pelaksanaan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi professional berbasis teknologi pada guru adalah: a) Implementasi program; b) Fasilitasi dan dukungan; dan c) Pemantauan langsung. 4) Pengawasan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi professional berbasis teknologi pada guru di TK Negeri Pembina kecamatan Demak adalah: a) Pelaksanaan pengawasan; dan b) Evaluasi dan tindak lanjut.<br>Kata Kunci: manajemen kepala sekolah, kompetensi professional, teknologi</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikanhttps://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/5382Efektifitas Manajemen Kurikulum Merdeka di SMKN 1 Sungai Tabuk2026-06-11T05:55:12+00:00Shafa Muthiah[email protected]Gilang Dwi Kurniawan[email protected]Puji Nurwidayati[email protected]Siti Mulkaf Lailawati[email protected]Siti Raisyah[email protected]Tri Ananda Setiyani[email protected]Suhaim Suhaim[email protected]Muhammad Saleh[email protected]<p>Abstract: This study examines the effectiveness of the management of the Merdeka Curriculum (Independent Curriculum) at SMKN 1 Sungai Tabuk through a qualitative case study approach. Data collection techniques included semi-structured interviews, observation, and documentation analysis involving the school principal and two teachers at SMKN 1 Sungai Tabuk. The results indicate that the cycle of planning, development, monitoring, and evaluation operates responsively, based on the principles of link and match and human resource empowerment. Planning involves analyzing the needs of students, local potential, and the Business and Industrial World (DUDI) for curriculum relevance. Development engages teachers actively through internal training, external upskilling, and industrial collaboration, enhancing a sense of ownership and improving pedagogical-technical competence. Continuous monitoring employs tiered frequency with participatory supervision, building a reflective culture supported by visionary leadership. Comprehensive evaluation integrates theoretical exams, practical assessments, industrial projects, and feedback from the business sector for accountability and continuous improvement. These findings represent a best practice in overcoming limitations such as inadequate facilities, varying teacher comprehension, and resource imbalances through flexible innovations, including rotational fieldwork (PKL) schedules, elective subjects, and structured character building. This approach successfully produces vocational graduates who are competent, creative, disciplined, and job-ready..<br>Keywords: Merdeka Curriculum, Curriculum Management, Link And Match, Best Practice<br><br>Abstrak: Penelitian ini mengkaji efektivitas manajemen Kurikulum Merdeka di SMKN 1 Sungai Tabuk melalui pendekatan kajian kasus kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara semi-terstruktur, observasi, dan analisis dokumentasi pada kepala sekolah dan dua guru di SMKN 1 Sungai Tabuk. Hasil menunjukkan siklus perencanaan, pengembangan, monitoring, dan evaluasi berjalan responsif berbasis prinsip link and match serta pemberdayaan sumber daya manusia. Perencanaan menganalisis kebutuhan peserta didik, potensi lokal, dan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) untuk relevansi kurikulum. Pengembangan melibatkan guru aktif melalui pelatihan internal, upskilling eksternal, dan kolaborasi industri, meningkatkan rasa kepemilikan serta kompetensi pedagogik-teknis. Monitoring berkelanjutan berfrekuensi berjenjang dengan supervisi partisipatif membangun budaya reflektif didukung kepemimpinan visioner. Evaluasi komprehensif mengintegrasikan ujian teori, praktik, proyek industri, dan umpan balik dunia usaha untuk akuntabilitas serta perbaikan berkelanjutan. Temuan ini bersifat best practice mengatasi keterbatasan sarana, pemahaman guru, dan ketidakseimbangan sumber daya melalui inovasi fleksibel seperti jadwal PKL rotasional, mata pelajaran pilihan, dan pembinaan karakter terstruktur, menghasilkan lulusan vokasi kompeten, kreatif, disiplin, dan siap kerja<br>Kata kunci: Kurikulum Merdeka, manajemen kurikulum, link and match, best practice</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikanhttps://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/5386Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran PAI di MI Qita2026-06-11T06:01:53+00:00Ulfa Muazzomah[email protected]Zainal Muhammad Hosin[email protected]Muhammad Andy Nur Rochim[email protected]Muhammad Izulhaq[email protected]Nur Ali[email protected]<p>Abstract: This study aims to analyze the implementation of the Merdeka Curriculum in Islamic Religious Education (PAI) subjects at Madrasah Ibtidaiyah QITA, Malang City, covering aspects of understanding, implementation, impact, challenges, and solutions. The study is grounded in the urgency of integrating the Merdeka Curriculum as an educational reform that promotes value-oriented learning, student autonomy, and the strengthening of students’ religious character. A descriptive qualitative approach was employed using an educational policy case study design. The participants consisted of the school principal, one Islamic education teacher, and four students selected purposively. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis, and validated through triangulation of sources and methods to ensure data credibility. The findings reveal that the principal and teachers demonstrated comprehensive understanding and strong commitment to the principles of the Merdeka Curriculum, fostering innovation in value-based Islamic learning. Curriculum implementation emphasized reflective, collaborative, and contextual learning activities that strengthened students’ spirituality and independence. The curriculum’s impact was evident in the improvement of students’ cognitive, affective, and psychomotor abilities, as well as teachers’ professional competence in adaptive instruction. The main obstacles identified were limitations in human resources, facilities, and authentic assessment practices, yet these were mitigated through continuous training, academic supervision, and external partnerships. Overall, the implementation of the Merdeka Curriculum at MI QITA has proven effective, contextually relevant to Islamic values, and serves as a model for developing innovative and sustainable Islamic education policy.<br>Keywords: Merdeka Curriculum; Islamic Religious Education; Policy Implementation; Religious Character.<br><br><br>Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Ibtidaiyah QITA Kota Malang, yang meliputi aspek pemahaman, pelaksanaan, dampak, hambatan, dan solusi pelaksanaan kebijakan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh urgensi penerapan Kurikulum Merdeka dalam membangun paradigma pembelajaran yang berorientasi pada nilai, kemandirian, dan penguatan karakter religius peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus kebijakan pendidikan. Subjek penelitian terdiri atas kepala madrasah, satu guru PAI, dan empat peserta didik yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen pembelajaran, kemudian divalidasi menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman kepala madrasah dan guru terhadap Kurikulum Merdeka telah berkembang menjadi kesadaran kolektif yang mendorong inovasi pembelajaran berbasis nilai Islam. Pelaksanaan kurikulum berfokus pada aktivitas reflektif, kolaboratif, dan kontekstual yang<br>memperkuat spiritualitas serta kemandirian peserta didik. Dampak penerapan kurikulum terlihat dari peningkatan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa serta profesionalisme guru dalam merancang pembelajaran adaptif. Hambatan utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia, sarana, dan asesmen autentik, namun berhasil diatasi melalui pelatihan, supervisi akademik, dan kemitraan eksternal. Secara keseluruhan, implementasi Kurikulum Merdeka di MI QITA berlangsung efektif, relevan dengan nilai-nilai Islam, dan dapat menjadi model pengembangan kebijakan pendidikan Islam yang inovatif dan berkelanjutan.<br>Kata kunci: Kurikulum Merdeka; Pendidikan Agama Islam; Implementasi Kebijakan; Karakter Religius.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikanhttps://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/5388Hubungan Kompetensi Guru Profesioal dan Dukungan Orang tua dengan Motivasi Belajar Siswa SMP Negeri 13 Kolaka Utara2026-06-11T06:07:19+00:00Marfuatul Jannah Bakhtiar[email protected]Kamaruddin Hasan[email protected]Muhammad Ardiansyah[email protected]<p>Abstract: Students’ learning motivation is a crucial factor in determining the success of the learning process. Learning motivation is influenced by various external factors, particularly teachers’ professional competence and parental support. This study aims to examine the relationship between teachers’ professional competence and students’ learning motivation, the relationship between parental support and students’ learning motivation, and the simultaneous relationship between teachers’ professional competence and parental support and students’ learning motivation at SMP Negeri 13 Kolaka Utara. This study employed a quantitative approach with a correlational research design. The research sample consisted of 119 students selected using proportional sampling techniques. Data were collected through Likert-scale questionnaires measuring teachers’ professional competence, parental support, and students’ learning motivation. The data were analyzed using Pearson correlation analysis and multiple regression analysis at a significance level of 0.05. The results indicate that teachers’ professional competence has a positive and significant relationship with students’ learning motivation. Parental support also shows a positive and significant relationship with students’ learning motivation. Furthermore, teachers’ professional competence and parental support simultaneously have a significant relationship with students’ learning motivation, although the strength of the relationship is relatively low. These findings highlight the importance of collaboration between teachers and parents in fostering students’ learning motivation. Strengthening teachers’ professional competence and enhancing parental involvement are expected to contribute positively to improving students’ motivation to learn.<br>Keywords: teachers professional competence; parental support; students learning motivation.<br><br>Abstrak: Motivasi belajar siswa merupakan faktor krusial dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Motivasi belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, khususnya kompetensi profesional guru dan dukungan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kompetensi profesional guru dengan motivasi belajar siswa, hubungan antara dukungan orang tua dengan motivasi belajar siswa, serta hubungan simultan antara kompetensi profesional guru dan dukungan orang tua dengan motivasi belajar siswa di SMP Negeri 13 Kolaka Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Sampel penelitian terdiri atas 119 siswa yang dipilih menggunakan teknik sampling proporsional. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert yang mengukur kompetensi profesional guru, dukungan orang tua, dan motivasi belajar siswa. Data dianalisis menggunakan analisis korelasi Pearson dan analisis regresi ganda pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru memiliki hubungan positif dan signifikan dengan motivasi belajar siswa. Dukungan orang tua juga menunjukkan hubungan positif dan signifikan dengan motivasi belajar siswa. Selain itu, kompetensi profesional guru dan dukungan orang tua secara simultan memiliki hubungan yang signifikan dengan motivasi belajar siswa, meskipun kekuatan hubungannya tergolong rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara guru dan orang tua dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa. Penguatan kompetensi profesional guru serta peningkatan keterlibatan orang tua diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.<br>Kata kunci: kompetensi guru profesional, dukungan orang tua, motivasi belajar siswa.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikanhttps://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/5392Pengaruh Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah dan Budaya Sekolah Terhadap Disiplin Kerja Guru SD Negeri di Kecamatan Pedurungan Kota Semarang2026-06-11T06:13:38+00:00Lasminto Lasminto[email protected]Nur Khoiri[email protected]Lilik Ariyanto[email protected]<p>Abstract: The purpose of this study is to determine and analyze the influence of principal leadership and work culture on the work discipline of elementary school teachers in Tembalang District, Semarang City. This study uses quantitative methods. The population in this study was 382 teachers with proportional random sampling techniques to 195 elementary school teachers in Tembalang District, Semarang City. Data collection techniques used observation, questionnaires and documentation methods. Data analysis techniques used classical assumption tests, namely normality tests, linearity tests, multicollinearity tests, heteroscedasticity tests, multiple linear analysis, T-test (Partial), F-test (Simultaneous) and coefficient of determination (r2) tests. The results of the first test are a positive and significant influence of principal leadership on the work discipline of elementary school teachers in Tembalang District, Semarang City. The results of the second test are a positive and significant influence of work culture on the work discipline of elementary school teachers in Tembalang District, Semarang City. The results of the third test are a positive and significant influence of principal leadership and work culture simultaneously on the performance of elementary school teachers in Tembalang District, Semarang City.<br>Keywords: Instructional Leadership; Work Culture; Work Discipline.<br><br>Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan budaya kerja terhadap disiplin kerja guru SD Negeri se-Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 382 guru dengan teknik proportional random sampling menjadi 195 guru sd negeri se-kecamatan Tembalang kota Semarang. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji asumsi klasik yaitu uji normalitas, uji liniearitas, uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas, analisis linear berganda, uji T (Parsial), uji F (Simultan) serta uji koefisien determinasi (r2). Hasil pengujian pertama adalah adanya pengaruh positif dan signifikan kepemimpinan kepala sekolah terhadap disiplin kerja guru SD Negeri se-Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Hasil pengujian kedua adalah adanya pengaruh positif dan signifikan budaya kerja terhadap disiplin kerja guru SD Negeri se-Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Hasil pengujian ketiga adalah adanya pengaruh positif dan signifikan kepemimpinan kepala sekolah dan budaya kerja secara simultan terhadap kinerja guru SD Negeri se-Kecamatan Tembalang Kota Semarang.<br>Kata kunci: Kepemimpinan Intruksional; Budaya Kerja ; Disiplin Kerja</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikanhttps://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/5395Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Guru Generasi Z Melalui Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Intervening2026-06-11T06:17:08+00:00Oktarina Tissia Kristi[email protected]Masyaroh Masyaroh[email protected]Sunarni Sunarni[email protected]Ahmad Nurabadi[email protected]Aan Fardani Ubaidillah[email protected]Bambang Budi Wiyono[email protected]<p>Abstract: This study aims to analyze the influence of school leadership style and organizational culture on the performance of Generation Z teachers at SD Kalam Kudus Indonesia, utilizing organizational commitment as an intervening variable. In the rapidly changing educational landscape, understanding the specific factors that motivate Generation Z teachers is critical, given their distinct characteristics in learning and workplace interaction. The research employed a quantitative methodology using Structural Equation Modeling (SEM) based on Partial Least Squares (PLS) analyzed via SmartPLS software. Data were gathered through Likert-scale questionnaires distributed to Generation Z teachers using purposive sampling techniques. The findings reveal that organizational culture exerts a highly significant and positive direct influence on teacher performance (p-value 0.000; path coefficient 0.931). Interestingly, the leadership style of the school principal was found to have no statistically significant direct impact on teacher performance (p-value 0.419). Instead, leadership style possesses a notable indirect effect through the mediation of organizational commitment. Additionally, organizational culture significantly enhances teachers' commitment to the school. These results highlight that organizational commitment functions as a vital intervening variable that bridges the gap between the organizational environment and individual performance. The study concludes that to optimize the performance of Generation Z teachers, school leaders must prioritize cultivating a supportive culture that values collaboration, transparency, and innovation. Strategic recommendations include increasing teacher involvement in decision-making and providing robust professional development support to strengthen emotional bonds and professional engagement. This research provides valuable insights for educational administration, particularly in managing the unique dynamics of younger teacher cohorts within primary education in Indonesia.<br>Keywords: leadership style, organizational culture, organizational commitment, teacher performance, Generation Z.<br><br>Abstrak: Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang, kinerja guru menjadi faktor penentu utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah dan budaya organisasi terhadap kinerja guru Generasi Z di SD Kalam Kudus Indonesia, dengan menempatkan komitmen organisasi sebagai variabel intervening. Fenomena ini menjadi sangat krusial untuk diteliti karena karakteristik unik guru Generasi Z dalam berinteraksi dan bekerja menuntut penyesuaian gaya kepemimpinan serta budaya kerja yang lebih adaptif dan inovatif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang disebarkan kepada guru Generasi Z menggunakan teknik purposive sampling yang mencakup wilayah kota metropolitan, kota menengah, hingga kota kecil. Instrumen penelitian dirancang untuk mengukur lima variabel utama, termasuk gaya kepemimpinan, budaya organisasi, dan komitmen organisasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa budaya organisasi memiliki<br>pengaruh positif dan signifikan yang sangat kuat terhadap kinerja guru (path coefficient 0,931; p-value 0,000). Sebaliknya, gaya kepemimpinan kepala sekolah ditemukan tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap kinerja guru (p-value 0,419), namun memiliki pengaruh yang kuat dalam membangun komitmen organisasi guru (path coefficient 0,593). Temuan ini menegaskan bahwa komitmen organisasi berperan sebagai mediator penting yang memperkuat hubungan antara faktor organisasi dengan efektivitas kerja individu. Simpulan penelitian menekankan bahwa untuk mengoptimalkan kinerja guru Generasi Z, kepala sekolah harus memprioritaskan pengembangan budaya sekolah yang inklusif, kolaboratif, dan transparan. Saran strategis mencakup peningkatan keterlibatan guru dalam pengambilan keputusan serta pemberian dukungan bagi pengembangan profesional berkelanjutan guna memperkuat ikatan emosional guru dengan sekolah. Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah bagi manajemen pendidikan dalam menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya manusia lintas generasi di Indonesia.<br>Kata kunci: gaya kepemimpinan, budaya organisasi, komitmen organisasi, kinerja guru, Generasi Z.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikanhttps://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/5399Manajemen Kemitraan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (Studi Multi Situs di SMKN 3 Palangka Raya Dan SMKN 4 Banjarmasin)2026-06-11T06:24:03+00:00Nopri Setiawan[email protected]Aslamiah Aslamiah[email protected]Ahmad Suriansyah[email protected]<p>Abstract: Vocational education in Indonesia, particularly in Vocational High Schools, plays a crucial role in preparing competent human resources for the workplace. This study aims to describe partnership management at SMKN 3 Palangka Raya and SMKN 4 Banjarmasin. The research focuses on: 1) principal strategies; 2) teacher empowerment; and 3) partnership management. This research employed a qualitative approach, employing interview, observation, and documentation techniques. Data collected through these various techniques were examined, and data reduction, presentation, and verification were performed. Data validity was checked using credibility, transferability, dependability, and confirmability. The data were then analyzed using single-case analysis and cross-site analysis. The results of the study show regular communication partnerships with industrial partners to adjust the curriculum and teaching materials to be relevant to the needs of the large-scale job market. Synchronizing the curriculum and making PKL as the main means of providing students. Partnership with hotel kitchens through an internship teacher program, the existence of industry classes and internships for students. Partnership between SMK Negeri 3 Palangka Raya and SMK Negeri 4 Banjarmasin, an internship student program in Japan and training by trainers from Thailand. Partnership between SMK Negeri 4 Banjarmasin with hotels in Yogyakarta and an overseas internship teacher program. Teacher empowerment as an improvement and renewal of competencies according to industry trends, both through external training and internal collaboration. Teacher empowerment through internship teachers in partner hotel kitchens with guest teachers and alumni teaching. SMK Negeri 3 Palangka Raya with training from Thai trainers aims at empowerment in sister schools. SMK Negeri 4 Banjarmasin with an overseas internship teacher program and the aim of empowering teachers in alliance reference vocational schools. Principal strategies through partnership innovation and teacher empowerment in improving SMK Centers of Excellence. The principal of SMK Negeri 3 Palangka Raya focuses on strengthening the school's image through student achievement and fostering positive relationships with industry partners. SMK Negeri 4 Banjarmasin is collaborative and adaptive, actively participating in partnerships and public events to branding school promote<br>Keywords: manajemen, kemitraan, pemberdayaan guru, strategi kepala sekolah<br><br>Abstrak: Pendidikan vokasi di Indonesia pada Sekolah Menengah Kejuruan, memiliki peran yang sangat penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dalam menghadapi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen kemitraan dalam di SMKN 3 Palangka Raya dan SMKN 4 Banjarmasin. Fokus penelitian mencakup; 1) strategi kepala sekolah; 2) pemberdayaan guru; dan 3) manajemen kemitraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul melalui berbagai teknik tersebut diperiksa dan dilakukan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas dan konfirmabilitas. Kemudian data dianalisis dengan analisis kasus tunggal dan analisis lintas situs. Hasil penelitian menunjukkan Kemitraan komunikasi rutin dengan mitra industri untuk menyesuaikan kurikulum dan materi ajar agar relevan dengan kebutuhan pasar kerja skala besar. Sinkronisasi kurikulum dan menjadikan PKL sebagai sarana utama pembekalan siswa. Kemitraan dengan kitchen hotel melalui program guru magang, adanya kelas industry dan magang bagi siswa. Kemitraan SMK Negeri 3 Palangka Raya dengan SMK Negeri 4 Banjarmasin, program siswa magang di Jepang dan pelatihan oleh trainer dari Thailand. Kemitraan SMK Negeri 4 Banjarmasin dengan hotel di Yogyakarta dan program guru magang di luar negeri. Pemberdayaan guru sebagai peningkatan dan keterbaruan kompetensi sesuai tren industri, baik melalui pelatihan eksternal maupun kolaborasi internal. Pemberdayaan guru melalui guru magang di kitchen hotel mitra adanya guru tamu dan alumni mengajar. SMK Negeri 3 Palangka Raya dengan pelatihan dari trainer Thailand tujuan pemberdayaan dalam sekolah sister school. SMK Negeri 4 Banjarmasin dengan program guru magang di luar negeri dan tujuan pemberdayaan guru dalam sekolah SMK rujukan aliansi. Strategi kepala sekolah melalui inovasi kemitraan dan pemberdayaan guru dalam meningkatkan SMK Pusat Keunggulan. Kepala sekolah SMK Negeri 3 Palangka Raya fokus pada penguatan citra sekolah lewat prestasi siswa, dan menjalin hubungan baik dengan mitra industri. SMK Negeri 4 Banjarmasin dengan kolaboratif dan adaptif serta aktif dalam mitra dan event publik untuk branding sekolah rujukan.<br>Kata kunci: management, partnership, teacher empowerment, headmaster strategy</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikanhttps://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/5400Pengaruh Pendidikan Anti Korupsi Terhadap Kesadaran Serta Keterampilan Kritis Peserta Didik Di MTsN Makassar2026-06-11T06:28:50+00:00Bagus Mastory[email protected]Najamuddin Najamuddin[email protected]Syamsu A Kamaruddin[email protected]Andy Octamaya Tenri Awaru[email protected]Romansyah Sahabuddin[email protected]<p>Abstract: This research is motivated by the urgency of eradicating corruption in Indonesia through preventive educational channels, particularly in the effort to deconstruct the residue of "upeti" (tribute) culture that historiographically continues to influence the social structure of society. The focus of this research is directed at Madrasah Tsanawiyah (MTs) as religious education institutions that hold a significant responsibility in instilling integrity values. The primary objective of this study is to analyze and prove the strength of the correlation between the implementation of anti-corruption education as an independent variable and two dependent variables, namely moral awareness and critical thinking skills of students at MTsN 1 and MTsN 2 Makassar, both partially and simultaneously.The methodology applied in this study is a quantitative approach with a non-comparative associative research design. The research population includes all active students at the research sites, with a sample of 100 respondents selected using the proportionate stratified random sampling technique to ensure representation across all grade levels. Primary data collection was conducted using a closed questionnaire instrument with a five-point Likert scale. Data analysis was performed using parametric statistical techniques, including the Pearson Product Moment correlation and multiple correlation tests, assisted by SPSS 26 software.The results of the research show the following findings: First, there is a significant and positive relationship between anti-corruption education and student moral awareness, with a correlation coefficient (r) of 0.434 (moderate category). Second, there is a significant and positive relationship between anti-corruption education and student critical thinking skills, with a correlation coefficient (r) of 0.504 (moderate to strong category). Third, the simultaneous test indicates a strong relationship with a multiple correlation value (R) of 0.608 and a coefficient of determination (R²) of 0.370. This indicates that the variables of moral awareness and critical thinking skills together contribute 37% to the effectiveness of anti-corruption education in madrasahs, while the remaining portion is influenced by external factors. The study concludes that building solid integrity requires a continuous synergy between the development of inner conscience and sharp critical reasoning.<br>Keywords: Anti-Corruption Education, Moral Awareness, Critical Thinking Skills, Madrasah, Tribute Culture.<br><br>Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi pemberantasan korupsi di Indonesia melalui jalur preventif pendidikan, khususnya dalam upaya mendekonstruksi residu budaya upeti yang secara historiografi masih memengaruhi struktur sosial masyarakat. Fokus penelitian ini diarahkan pada lembaga Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebagai institusi pendidikan agama yang memiliki tanggung jawab<br>besar dalam menanamkan nilai integritas. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membuktikan kekuatan korelasi antara implementasi pendidikan antikorupsi sebagai variabel bebas terhadap dua variabel terikat, yaitu kesadaran moral dan keterampilan kritis peserta didik di MTsN 1 dan MTsN 2 Kota Makassar, baik secara parsial maupun simultan.Metodologi yang diterapkan dalam studi ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif non-komparatif. Populasi penelitian mencakup seluruh peserta didik aktif di lokasi penelitian dengan sampel 100 responden yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling guna menjamin keterwakilan setiap strata kelas. Teknik pengumpulan data primer menggunakan instrumen kuesioner tertutup berskala Likert lima poin, Analisis data dilakukan dengan teknik statistik parametrik menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dan korelasi ganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS 26.Hasil penelitian menunjukkan temuan sebagai berikut: Pertama, terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara pendidikan antikorupsi dengan kesadaran moral siswa dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,434 (kategori sedang). Kedua, terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara pendidikan antikorupsi dengan keterampilan kritis siswa dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,504 (kategori sedang menuju kuat). Ketiga, pengujian secara simultan menunjukkan adanya hubungan yang kuat dengan nilai korelasi ganda (R) sebesar 0,608 dan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,370. Hal ini mengindikasikan bahwa variabel kesadaran moral dan keterampilan kritis secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 37% terhadap efektivitas pendidikan antikorupsi di madrasah, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor eksternal. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pembentukan integritas yang kokoh memerlukan sinergi antara pengembangan kepekaan nurani dan ketajaman nalar kritis secara berkesinambungan.<br>Kata Kunci: Pendidikan Antikorupsi, Kesadaran Moral, Keterampilan Kritis, Madrasah</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikanhttps://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/5402Pengaruh Supervisi Akademik dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru SMKS Al Ittihad Karangtengah Cianjur2026-06-11T06:33:46+00:00M Khoerudin[email protected]Tatang Sudrajat[email protected]Yuyun Yuniarsih[email protected]Kosasih Kosasih[email protected]Farida Yuliaty[email protected]Vip Paramarta[email protected]<p>Abstract: This study aims to analyze the influence of the principal's academic supervision and work motivation, both partially and simultaneously, on teacher performance at SMKS Al Ittihad, Karangtengah District, Cianjur Regency. The research used a quantitative approach with descriptive and verificative methods. The study population consisted of all 36 teachers at the school, using a total sampling technique. Data were collected through closed-ended questionnaires using a Likert scale and analyzed using multiple linear regression analysis with the help of SPSS software. Basen on the statistic results that Academic supervision has a positive and significant effect on teacher performance (t-count = 5.938; Sig. = 0.000), and work motivation has a positive and significant effect on teacher performance (t-count = 3.867; Sig. = 0.000). And Then Academic supervision and work motivation together have a significant effect on teacher performance (F-count = 26.759; Sig. = 0.000) with a contribution of 61.9% (R² = 0.619). The remaining 38.1% is influenced by other factors outside the model. The Conclusion is Teacher performance at SMKS Al Ittihad Cianjur can be significantly improved by enhancing the quality of academic supervision that is developmental in nature and by comprehensively strengthening teacher work motivation. It is recommended that principals integrate both aspects into their strategies for teacher professional development and guidance.<br>Keywords: Academic Supervision, Work Motivation, Teacher Performance, Educational Management, Vocational High School.<br><br>Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh supervisi akademik kepala sekolah dan motivasi kerja, baik secara parsial maupun simultan, terhadap kinerja guru di SMKS Al Ittihad Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif. Populasi penelitian adalah seluruh 36 guru di sekolah tersebut, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS. Berdasarkan hasil olah data statistik, supervisi akademik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (t-hitung = 5,938; Sig. = 0,000), motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (t-hitung = 3,867; Sig. = 0,000). Kemudian Supervisi akademik dan motivasi kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru (F-hitung = 26,759; Sig. = 0,000) dengan kontribusi sebesar 61,9% (R² = 0,619). Sisa 38,1% dipengaruhi faktor lain di luar model. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kinerja guru di SMKS Al Ittihad Cianjur dapat ditingkatkan secara signifikan melalui peningkatan kualitas supervisi akademik yang bersifat membina dan penguatan motivasi kerja guru secara komprehensif. Kepala sekolah disarankan untuk mengintegrasikan kedua aspek tersebut dalam strategi pembinaan dan pengembangan profesional guru.<br>Kata kunci: Supervisi Akademik, Motivasi Kerja, Kinerja Guru, Manajemen Pendidikan, Sekolah Menengah Kejuruan.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikanhttps://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/5371Model Manajemen Pengembangan Diri Santri Berbasis Poac untuk Keunggulan Karakter2026-06-11T05:35:57+00:00Nova Nova[email protected]<p>Abstract: This study aims to analyze and formulate a POAC-based management model<br>for pesantren students’ self-development oriented toward character excellence at<br>Pesantren Terpadu Almuslim, Bireuen Regency. The study responds to the need for<br>pesantren to manage students’ self-development not merely as routine extracurricular<br>activities, but as an integrated character-building system supported by planning,<br>organizing, actuating, and controlling. A qualitative approach with a case study design<br>was employed. Data were collected through in-depth interviews, participatory<br>observation, and documentation studies involving pesantren leaders, teachers, dormitory<br>supervisors, student organization administrators, and parents. Data were analyzed through<br>reduction, display, and conclusion drawing, while validity was ensured through source<br>and technique triangulation. The findings show that planning was based on the<br>pesantren’s vision, mission, Islamic values, and student development needs, although<br>measurable character indicators were not fully documented. Organizing involved leaders,<br>teachers, supervisors, student administrators, and parents, but supervisor placement still<br>required competency-based mapping. Actuating was implemented through habituation,<br>role modeling, and active participation in worship, dormitory life, extracurricular<br>activities, social programs, and leadership training. Controlling was conducted through<br>tiered monitoring, guidance, evaluation, rewards, and sanctions, although character<br>assessment instruments still needed standardization. The study concludes that the POACbased model is integrative, participatory, and contextual in shaping religiosity, discipline,<br>independence, responsibility, leadership, and social awareness. Pesantren are advised to<br>strengthen program documentation, supervisor competency mapping, reflective activities,<br>and standardized character evaluation instruments. Future researchers may test the model<br>quantitatively in other pesantren contexts to examine its effectiveness, scalability, and<br>empirical contribution to broader character excellence sustainably.</p> <p>Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis dan merumuskan model manajemen<br>pengembangan diri santri berbasis POAC yang berorientasi pada keunggulan karakter di<br>Pesantren Terpadu Almuslim Kabupaten Bireuen. Penelitian ini dilatarbelakangi<br>kebutuhan pesantren untuk mengelola pengembangan diri santri bukan sekadar sebagai<br>kegiatan rutin atau ekstrakurikuler, melainkan sebagai sistem pembinaan karakter yang<br>terintegrasi melalui planning, organizing, actuating, dan controlling. Penelitian<br>menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan<br>melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi yang<br>melibatkan pimpinan pesantren, guru, pembina asrama, pengurus organisasi santri, dan<br>wali santri. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan<br>kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik.<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan berbasis pada visi, misi, nilai Islam,<br>dan kebutuhan pembinaan santri, meskipun indikator capaian karakter belum<br>terdokumentasi secara lengkap. Pengorganisasian melibatkan pimpinan, guru, pembina,<br>pengurus santri, dan wali santri, namun penempatan pembina masih memerlukan<br>pemetaan kompetensi. Pelaksanaan dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan, dan<br>partisipasi aktif dalam ibadah, kehidupan asrama, ekstrakurikuler, kegiatan sosial, dan pelatihan kepemimpinan. Pengawasan berjalan melalui monitoring berjenjang,<br>pembinaan, evaluasi, penghargaan, dan sanksi, tetapi instrumen evaluasi karakter masih<br>perlu distandardisasi. Penelitian menyimpulkan bahwa model POAC bersifat integratif,<br>partisipatif, dan kontekstual dalam membentuk religiusitas, disiplin, kemandirian,<br>tanggung jawab, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Pesantren disarankan<br>memperkuat dokumentasi program, pemetaan kompetensi pembina, kegiatan reflektif,<br>dan instrumen evaluasi karakter terstandar. Peneliti selanjutnya dapat menguji model ini<br>secara kuantitatif pada pesantren lain untuk menilai efektivitas, keterukuran,<br>keberlanjutan, dan kemungkinan replikasinya dalam pengembangan karakter santri<br>secara lebih luas di berbagai konteks pendidikan Islam modern masa kini.</p> <p> </p>2025-12-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan