JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp
<table border="0" width="100%" cellspacing="10" cellpadding="4"> <tbody> <tr> <td valign="top" width="100"> <p><img src="https://journal2.um.ac.id/public/journals/68/homepageImage_en_US.jpg" alt="" width="200" height="283" /></p> </td> <td valign="top" width="100%"> <table class="data" width="100%"> <tbody> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Journal title</strong></td> <td width="40">:<strong> JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan<br /></strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Initials</strong></td> <td width="40">: JAMP</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Editor in Chief<br /></strong></td> <td width="40">: <a href="https://scholar.google.co.id/citations?hl=en&user=1hkL-OQAAAAJ&view_op=list_works&sortby=pubdate">Desi Eri Kusumaningrum</a><strong><br /></strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Frequency</strong></td> <td width="40">: 4 Issues every year (March, June, September, and December)</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>ISSN (online)<br /></strong></td> <td width="40">: 2615-8574</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Publisher</strong></td> <td width="40">: <a href="https://um.ac.id/">Universitas Negeri Malang</a></td> </tr> <tr> <td><strong>SINTA Rank<br /></strong></td> <td>: 3<strong><br /></strong></td> </tr> </tbody> </table> </td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"> <p><strong>Journal Summary<br /></strong></p> </td> <td width="40"> <div id="content"> <div id="journalDescription"> <p>We accept research articles within the scope of the study of educational administration and educational management.</p> </div> </div> </td> </tr> <tr> <td><strong>Accreditation Certificate</strong><br /> <p><strong> </strong></p> </td> <td> <div id="content"> <div id="journalDescription"> <p><strong> </strong></p> </div> </div> </td> </tr> </tbody> </table>en-US[email protected] (Desi Eri Kusumaningrum)[email protected] (Vika Ardianti)Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000OJS 3.3.0.13http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss60Implementasi Komunikasi Internal Berbasis Kepemimpinan Transformasional di SMP Negeri 3 Purwakarta
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4767
<div>Abstract: This study aims to describe and analyze the implementation of internal communication within the framework of the principal’s transformational leadership and its implications for teacher performance and participation at SMP Negeri 3 Purwakarta. This research employed a qualitative approach with a descriptive case study design. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation involving the principal, vice principals, and teachers. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing, with data validity ensured through source and technique triangulation. The results of the study indicate that the principal implements an open, dialogical, and participative two-way communication pattern, which aligns with the dimensions of transformational leadership, particularly inspirational motivation, idealized influence, and individualized consideration. Effective internal communication is proven to enhance teachers’ work motivation, involvement in decision-making processes, and the development of a collaborative work culture within the school. In addition, the utilization of digital communication media supports the smooth flow of information and work coordination. The findings confirm that the success of transformational leadership is strongly influenced by the quality of internal communication that is built in a humanistic, open, and sustainable manner. Therefore, it is recommended that school principals continuously develop adaptive communication strategies, expand teacher participation in every school policy, and optimize the use of communication technology to improve the performance of educational organizations in a sustainable way.<br>Keywords: transformational leadership, internal communication, teacher performance, school management, participation<br><br>Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi komunikasi internal dalam bingkai kepemimpinan transformasional kepala sekolah serta implikasinya terhadap kinerja dan partisipasi guru di SMP Negeri 3 Purwakarta. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, wakil kepala sekolah, serta guru. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan pola komunikasi dua arah yang terbuka, dialogis, dan partisipatif, yang selaras dengan dimensi kepemimpinan transformasional, khususnya pada aspek inspirational motivation, idealized influence, dan individualized consideration. Komunikasi internal yang efektif terbukti mampu meningkatkan motivasi kerja, keterlibatan guru dalam pengambilan keputusan, serta memperkuat budaya kerja kolaboratif di sekolah. Selain itu, pemanfaatan media komunikasi digital turut mendukung kelancaran arus informasi dan koordinasi kerja. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan kepemimpinan<br>transformasional sangat dipengaruhi oleh kualitas komunikasi internal yang dibangun secara humanis, terbuka, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, disarankan agar kepala sekolah terus mengembangkan strategi komunikasi yang adaptif terhadap perubahan, memperluas partisipasi guru dalam setiap kebijakan sekolah, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi komunikasi untuk meningkatkan kinerja organisasi pendidikan secara berkelanjutan.<br>Kata kunci: kepemimpinan transformasional, komunikasi internal, kinerja guru, manajemen sekolah, partisipasi guru</div>Andi Iswandi, Aan Komariah, Abubakar Abubakar
Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4767Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Kajian TPACK Framework Sebagai Dasar Pengembangan Model Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan Bagi Guru
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4768
<p>Abstract: This study aims to examine the Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) framework as a conceptual foundation for developing a Continuous Professional Development (CPD) model for teachers that is adaptive, collaborative, and sustainable. The study employs a qualitative approach using a literature-based research design, drawing on international scholarly articles, policy documents, and research reports published between 2020 and 2025 related to teacher professional development, TPACK, flexible delivery, and learning communities. Data were analyzed using thematic and content analysis to identify key patterns, conceptual gaps, and directions for model development. The findings indicate that effective CPD requires integration of technological, pedagogical, and content knowledge supported by flexible multimodal delivery and professional learning communities to ensure relevance and sustainability. Furthermore, the literature reveals a conceptual gap in existing CPD models, which often overlook the role of teachers’ professional attitudes and character in sustaining pedagogical change. Based on these findings, this study proposes an extended TPACK framework (TPACK-ChA) that integrates attitude and character knowledge as a basis for developing a more comprehensive CPD model for teachers.<br>Keywords: TPACK, CPD, flexible delivery, learning community, teacher professional development.<br><br>Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kerangka Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) sebagai dasar konseptual dalam pengembangan model Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan (PKB) bagi guru yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan, dengan sumber data berupa artikel jurnal ilmiah internasional, dokumen kebijakan, dan laporan penelitian periode 2020–2025 yang relevan dengan PKB guru, TPACK, pendekatan flexible delivery, dan komunitas belajar. Analisis data dilakukan melalui analisis tematik dan analisis isi untuk mengidentifikasi pola temuan, kesenjangan konseptual, serta arah pengembangan model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKB yang efektif memerlukan integrasi pengetahuan teknologi, pedagogik, dan konten yang didukung oleh pendekatan multimoda yang fleksibel serta komunitas belajar profesional untuk menjamin keberlanjutan implementasi. Temuan studi literatur juga mengungkap bahwa sebagian besar model PKB belum mengintegrasikan dimensi sikap profesional dan karakter guru secara eksplisit. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan pengembangan kerangka TPACK yang diperluas dengan integrasi pengetahuan sikap dan karakter (TPACK-ChA) sebagai dasar pengembangan model PKB guru yang lebih komprehensif.<br>Kata kunci: TPACK, PKB, flexible delivery, komunitas belajar, pengembangan profesional guru.</p>Yoki Ariyana, Aan Komariah, Johar Permana, Asep Suryana
Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4768Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Eksplorasi Model Kepemimpinan Transformasional dalam Penguatan Pengembangan Organisasi Perguruan Tinggi
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4769
<p>Abstract: The transformation of higher education institutions is inseparable from the role of leaders capable of driving change in a visionary, inclusive, and sustainable manner. Responding to this need, the present study explores how transformational leadership shapes and strengthens organizational development within universities, with a focus on Universitas Djuanda Bogor and Universitas Singaperbangsa Karawang. A qualitative exploratory approach was employed to capture the meanings, values, and leadership practices through in-depth interviews, document analysis, and data triangulation. Thematic analysis supported by NVivo 15 was used to identify patterns, categories, and core themes within the dynamics of leadership and organizational change. The findings reveal that transformational leadership enhances institutional performance through practices of humanism, role modeling, two-way communication, and the cultivation of a collaborative–innovative culture. This leadership model also strengthens the institution’s adaptive capacity toward national policies such as IKU and MBKM through structural flexibility, policy alignment, and strategic networking. The study additionally identifies constructive collaboration patterns among lecturers, students, and stakeholders, as well as the development of a prototype dashboard-based leadership measurement system. It concludes that transformational leadership serves as a strategic foundation for building adaptive, innovative, and competitive higher education institutions. Recommendations include enhancing leadership development programs, fostering collaborative cultures, implementing comprehensive leadership evaluation systems, and expanding reputation-building strategies grounded in social impact.<br>Keywords: Transformational, Adaptive Organization, Leadership, Collaboration, Reputation.<br><br>Abstrak: Transformasi perguruan tinggi tidak dapat dilepaskan dari peran pemimpin yang mampu menggerakkan perubahan secara visioner, inklusif, dan berkelanjutan. Berangkat dari kebutuhan tersebut, penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana kepemimpinan transformasional membentuk dan memperkuat pengembangan organisasi perguruan tinggi, dengan studi pada Universitas Djuanda Bogor dan Universitas Singaperbangsa Karawang. Pendekatan kualitatif eksploratif digunakan untuk menangkap makna, nilai, dan praktik kepemimpinan melalui wawancara mendalam, analisis dokumen, serta triangulasi data. Analisis tematik berbantuan NVivo 15 digunakan untuk mengidentifikasi pola, kategori, dan tema utama dalam dinamika kepemimpinan dan perubahan organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional mendorong peningkatan kinerja institusi melalui praktik humanisme, keteladanan, komunikasi dua arah, dan penciptaan budaya kolaboratif–inovatif. Kepemimpinan ini juga memperkuat kapasitas adaptif organisasi terhadap kebijakan nasional seperti IKU dan MBKM melalui fleksibilitas struktural, sinkronisasi kebijakan, dan jejaring strategis. Penelitian juga menemukan pola kolaborasi dosen–mahasiswa–stakeholder yang konstruktif serta pengembangan prototipe sistem pengukuran kepemimpinan berbasis dashboard digital. Penelitian menyimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional merupakan fondasi strategis bagi terwujudnya organisasi perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Direkomendasikan<br>agar perguruan tinggi memperkuat program pengembangan kepemimpinan, membangun budaya kolaboratif, mengimplementasikan sistem evaluasi kepemimpinan yang komprehensif, dan memperluas strategi reputasi berbasis dampak sosial.<br>Kata kunci: Transformasional, Organisasi Adaptif, Kepemimpinan, Kolaborasi, Reputasi</p>Siti Nurlatifah, Johar Permana, Aan Komariah, Sururi Sururi
Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4769Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Program Tatanén di Balé Atikan di Kabupaten Purwakarta dalam Konteks Disrupsi Pendidikan Global
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4770
<p>Abstract: This study aims to analyze how visionary leadership of school principals contributes to the development of the Tatanén di Balé Atikan program amid the context of global educational disruption, which demands high levels of innovation, creativity, and adaptability. Tatanén di Balé Atikan is a local education policy in Purwakarta Regency that embeds ecological, social, and spiritual values into the learning process to strengthen students’ character, independence, and environmental awareness. This research employs a qualitative approach with a case study method, involving school principals and teachers as key informants. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis, and processed using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that school principals with visionary leadership are able to integrate the local values of Tatanén di Balé Atikan into a future-oriented educational vision that is adaptive to global changes. Principals act as innovators, motivators, and collaborators in fostering a school culture that is reflective, adaptive, and ecologically conscious. These findings affirm that visionary leadership strengthens school community participation, enhances the relevance of learning to real-life contexts, and positions the Tatanén di Balé Atikan program as a vehicle for educational transformation. The study recommends strengthening visionary leadership capacity through professional mentoring, continuous reflection, and the development of learning communities within schools.<br>Keywords: visionary leadership; school principal; Tatanén di Balé Atikan; global educational disruption; local wisdom<br><br>Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kepemimpinan visioner kepala sekolah berperan dalam pengembangan program Tatanén di Balé Atikan di tengah konteks disrupsi pendidikan global yang menuntut tingkat inovasi, kreativitas, dan adaptabilitas yang tinggi. Program Tatanén di Balé Atikan merupakan kebijakan pendidikan lokal di Kabupaten Purwakarta yang menanamkan nilai-nilai ekologis, sosial, dan spiritual dalam proses pembelajaran untuk memperkuat karakter, kemandirian, serta kesadaran lingkungan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan kepala sekolah dan guru sebagai informan kunci. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kepala sekolah dengan kepemimpinan visioner mampu mengintegrasikan nilai-nilai lokal Tatanén di Balé Atikan ke dalam visi pendidikan berorientasi masa depan yang adaptif terhadap perubahan global. Kepala sekolah berperan sebagai inovator, motivator, dan kolaborator dalam menumbuhkan budaya sekolah yang reflektif, adaptif, dan berwawasan ekologis. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan visioner memperkuat partisipasi komunitas sekolah, meningkatkan relevansi pembelajaran dengan kehidupan nyata, serta menjadikan program Tatanén di Balé Atikan sebagai wahana transformasi<br>pendidikan. Studi ini merekomendasikan penguatan kapasitas kepemimpinan visioner melalui pendampingan profesional, refleksi berkelanjutan, dan pengembangan komunitas belajar di sekolah.<br>Kata kunci: kepemimpinan visioner; kepala sekolah; Tatanén di Balé Atikan; disrupsi pendidikan global; kearifan lokal</p>Iwan Mochamad Taufik, Aan Komariah, Nurdin Nurdin
Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4770Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Sinergi Manajerial dan Kepemimpinan Transformasional dalam Mendorong Kinerja Guru Sekolah Dasar
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4771
<p>Abstract: This study aims to examine the effects of principals’ managerial competence and transformational leadership on the performance of elementary school teachers in Purwakarta District. The research employed a quantitative approach using an explanatory research design. The sample consisted of 290 elementary school teachers selected through proportional random sampling. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) and Multi-Group Analysis (MGA) to identify differences in effects between public and private schools. The results indicate that elementary school teachers’ performance is generally in the good category, as reflected in lesson planning, instructional implementation, classroom management, student participation, and learning assessment. Structurally, principals’ managerial competence has a positive and dominant effect on teacher performance, with a path coefficient of 0.512, while transformational leadership also shows a positive effect with a coefficient of 0.245. Together, both leadership dimensions explain 62.2% of the variance in teacher performance. The MGA results reveal differences based on school type, showing that managerial competence is more dominant in public schools, whereas transformational leadership has a stronger influence in private schools. This study concludes that improving teacher performance is most effective when school principals are able to integrate strong managerial competence as the foundation of school governance with transformational leadership as a driver of motivation and school culture. Therefore, leadership development programs for school principals should be designed holistically and contextually, taking into account the characteristics and needs of different school types.<br>Keywords: Managerial capability, School principal, Teacher performance, Transformational leadership.<br><br>Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemampuan manajerial dan kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap kinerja guru sekolah dasar di Kecamatan Purwakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory research. Sampel penelitian terdiri atas 290 guru sekolah dasar yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) serta Multi-Group Analysis (MGA) untuk mengidentifikasi perbedaan pengaruh berdasarkan jenis sekolah (negeri dan swasta). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru sekolah dasar berada pada kategori baik, ditinjau dari aspek perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, pengelolaan kelas, partisipasi siswa, dan penilaian pembelajaran. Secara struktural, kemampuan manajerial kepala sekolah berpengaruh positif dan paling dominan terhadap kinerja guru dengan koefisien jalur sebesar 0,512, sedangkan kepemimpinan transformasional juga berpengaruh positif dengan koefisien sebesar 0,245. Kedua variabel tersebut secara simultan menjelaskan 62,2% variabilitas kinerja guru. Hasil analisis MGA menunjukkan adanya perbedaan dominansi pengaruh berdasarkan jenis sekolah, di mana kemampuan manajerial lebih<br>dominan pada sekolah negeri, sementara kepemimpinan transformasional lebih berpengaruh pada sekolah swasta. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kinerja guru akan optimal apabila kepala sekolah mampu mengintegrasikan kemampuan manajerial sebagai fondasi tata kelola sekolah dan kepemimpinan transformasional sebagai penggerak motivasi serta budaya kerja. Oleh karena itu, pengembangan kepemimpinan kepala sekolah perlu dirancang secara holistik dan kontekstual sesuai karakteristik sekolah.<br>Kata kunci: Kepala sekolah, Kemampuan manajerial, Kepemimpinan transformasional, Kinerja guru.</p>Yuda Prihatono, Aan Komariah, Deni Kadarsah
Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4771Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Manajemen Kepala Sekolah dalam Peningkatan Kompetensi Profesional Berbasis Teknologi di TK Negeri Pembina Kecamatan Demak
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4783
<p>Abstract: Wise use of technology by principals can help facilitate the improvement of teacher competency. Principal management and teacher professional competency are interconnected because they influence each other. Therefore, the role of the principal as an educator is expected to be a figure who strives for change for teachers so that they consistently carry out their teaching duties optimally.The purpose of this study is to describe the planning, organization, implementation, and supervision of technology-based professional competency improvement for teachers at Pembina State Kindergarten in Demak District. This study is a qualitative descriptive study. The subjects were the principal and seven teachers at Pembina State Kindergarten in Demak District. Data were collected through interviews, observation, and documentation. Data analysis included data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions.Technology-based professional competencies in teachers are: a) identifying problems and analyzing needs; b) Setting goals; c) Preparing programs and strategies and d) Preparing budgets. 2) Organizing the principal in improving technology-based professional competencies in teachers includes: a) Team formation and division of tasks; b) Internal coordination; c) Resource management. 3) Implementation of the principal in improving technology-based professional competencies in teachers is: a) Program implementation; b) Facilitation and support; and c) Direct monitoring. 4) Supervision of the principal in improving technology-based professional competencies in teachers at TK Negeri Pembina, Demak sub-district is: a) Implementation of supervision; and b) Evaluation and follow-up.<br>Keywords: principal management, professional competence, technology<br><br>Abstrak: Pemanfaatan teknologi secara bijak oleh kepala sekolah dapat membantu memudahkan dalam meningkatkan kompetensi guru. Manajemen kepala sekolah dan kompetensi professional guru saling berkaitan karena saling mempengaruhi satu sama lain. Oleh karena itu, peran pemimpin selaku Kepala Sekolah sebagai educator diharapkan menjadi sosok mengupayakan perubahan bagi para guru agar senantiasa menjalankan tugas pembelajarannya secara maksimal. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dalam meningkatkan kompetensi profesional berbasis teknologi pada guru di TK Negeri Pembina Kecamatan Demak. Penelitian merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah kepala sekolah, guru yang ada di TK Negeri Pembina Kecamatan Demak yang berjumlah 7 orang. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Perencanaan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi professional berbasis teknologi pada guru adalah: a) mengidentifikasi masalah dan menganalisis kebutuhan; b) Menetapkan Tujuan; c) Penyusunan program dan strategi dan d) Penyusunan anggaran. 2) Pengorganisasian kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi professional berbasis teknologi pada guru diantaranya adalah: a) Pembentukan tim dan pembagian tugas; b) Koordinasi internal; c) Pengelolaan sumber daya. 3) Pelaksanaan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi professional berbasis teknologi pada guru adalah: a) Implementasi program; b) Fasilitasi dan dukungan; dan c) Pemantauan langsung. 4) Pengawasan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi professional berbasis teknologi pada guru di TK Negeri Pembina kecamatan Demak adalah: a) Pelaksanaan pengawasan; dan b) Evaluasi dan tindak lanjut.<br>Kata Kunci: manajemen kepala sekolah, kompetensi professional, teknologi</p>Ima Dwi Rosadi, Endang Wuryadini, I Made Suudana
Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4783Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Pengaruh Kepemimpinan Instruksional, Iklim Organisasi dan Kepuasan Kerja Terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) Guru SMA Negeri di Kota Palangka Raya
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4785
<p>Abstract: This study aims to describe and analyze the influence of instructional leadership, organizational climate, and job satisfaction on Organizational Citizenship Behavior (OCB) of public high school teachers in Palangka Raya City. The research method uses a quantitative approach with a sample of 177 teachers determined through proportional random sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using descriptive statistics, classical assumption tests, hypothesis testing using path analysis with multiple regression methods and Sobel tests. The results of the descriptive analysis show that instructional leadership, organizational climate, job satisfaction, and OCB are in the high category. The results of the analysis of the regression coefficient value of the instructional leadership variable on OCB are 0.454, the organizational climate variable on OCB is 0.167, the job satisfaction variable on OCB is 0.190, the instructional leadership variable on job satisfaction is 0.265, the organizational climate variable on job satisfaction is 0.415, the instructional leadership variable on OCB through job satisfaction is 0.029, and the organizational climate variable on OCB through job satisfaction is 0.038. The conclusion of this study is that instructional leadership, organizational climate, job satisfaction, and teacher OCB are in the high category. There is a direct influence between instructional leadership, organizational climate, and job satisfaction on OCB of public high school teachers in Palangka Raya City. There is an indirect influence between instructional leadership and organizational climate on OCB through job satisfaction of public high school teachers in Palangka Raya City.<br>Keywords: Instructional Leadership, Organizational Climate, and Job Satisfaction on Organizational Citizenship Behavior (OCB).<br><br>Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh kepemimpinan instruksional, iklim organisasi, dan kepuasan kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) guru SMA Negeri di Kota Palangka Raya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 177 guru yang ditentukan melalui proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis dengan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur dengan metode regresi berganda dan uji Sobel. Hasil analisis deskriptif menunjukkan kepemimpinan instruksional, iklim organisasi, kepuasan kerja, dan OCB berada pada kategori tinggi. Hasil analisis nilai koefisien regresi variabel kepemimpinan instruksional terhadap OCB sebesar 0,454, variabel iklim organisasi terhadap OCB sebesar 0,167, variabel kepuasan kerja terhadap OCB sebesar 0,190, variabel kepemimpinan instruksional terhadap kepuasan kerja sebesar 0,265, variabel iklim organisasi terhadap kepuasan kerja sebesar 0,415, variabel kepemimpinan instruksional terhadap OCB melalui kepuasan kerja sebesar 0,029, dan variabel iklim organisasi terhadap OCB melalui kepuasan kerja sebesar 0,038. Kesimpulan penelitian ini adalah kepemimpinan instruksional, iklim organisasi, kepuasan kerja, dan OCB guru berada pada kategori tinggi. Terdapat pengaruh langsung antara kepemimpinan instruksional, iklim organisasi, dan kepuasan kerja terhadap OCB guru SMA Negeri di Kota Palangka Raya. Terdapat pengaruh tidak langsung antara kepemimpinan instruksional dan iklim organisasi terhadap OCB melalui kepuasan kerja guru SMA Negeri di Kota Palangka Raya.<br>Kata kunci: Kepemimpinan Instruksional, Iklim Organisasi, dan Kepuasan Kerja Terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB).</p>Sermantho Sermantho, Aslamiah Aslamiah, Noorhapizah Noorhapizah
Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4785Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Evaluasi Capaian Program Supervisi Pengajaran untuk Optimalisasi Praktik Pembelajaran di SMAN 5 Banjarmasin
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4786
<p>Abstract: This study aims to evaluate the implementation of the instructional supervision program at SMAN 5 Banjarmasin by examining its execution quality, feedback effectiveness, and the extent to which follow-up actions support improvements in teachers’ classroom practices. Data were collected through interviews with the principal, teachers, and supervisors, classroom observations, and an analysis of supervision documents. The findings indicate that supervision has contributed to enhancing teacher reflection and lesson planning; however, it has not consistently led to sustained changes in teaching practices. The supervision process remains largely administrative, offering limited opportunities for pedagogical guidance, deep reflection, and collaborative problem-solving. Differences in stakeholders’ perceptions and irregular observation schedules further reduce the consistency and quality of supervision. Moreover, follow-up actions after supervision are insufficiently structured, resulting in only a small proportion of recommendations being implemented by teachers. These findings align with existing literature emphasizing the importance of dialogic supervision, ongoing coaching, and systematic monitoring to ensure that professional development translates into classroom practice. The study recommends strengthening supervisors’ competencies, utilizing more comprehensive observation instruments, and adopting evaluation models such as CIPP to ensure that supervision functions as a professional learning process rather than a procedural requirement. With these improvements, the supervision program is expected to play a more effective role in enhancing teaching quality and supporting continuous teacher development.<br>Keywords: CIPP, program evaluation, teaching supervision, teacher professionalism<br><br>Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program supervisi pengajaran di SMAN 5 Banjarmasin dengan menelaah kualitas implementasi, efektivitas umpan balik, serta keberlanjutan tindak lanjut supervisi terhadap peningkatan praktik pembelajaran guru. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru, dan pengawas; observasi kelas; serta analisis dokumen supervisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan refleksi guru dan perencanaan pembelajaran, namun belum sepenuhnya menghasilkan perubahan mengajar yang konsisten. Pelaksanaan supervisi masih berfokus pada aspek administratif sehingga ruang pembinaan pedagogik, seperti diskusi mendalam dan refleksi terarah, belum berjalan optimal. Variasi persepsi antar-pemangku kepentingan dan ketidakteraturan observasi juga menyebabkan mutu supervisi tidak merata. Selain itu, tindak lanjut supervisi belum terstruktur dan hanya sebagian kecil rekomendasi yang benar-benar diterapkan oleh guru. Temuan ini diperkuat oleh literatur mengenai pentingnya supervisi dialogis, coaching berkelanjutan, serta mekanisme pemantauan yang konsisten untuk memastikan transfer pengetahuan ke praktik pembelajaran. Studi ini merekomendasikan penguatan kapasitas supervisor, penggunaan instrumen observasi yang lebih komprehensif, serta penerapan model evaluasi seperti CIPP untuk memastikan supervisi berjalan sebagai proses pembinaan profesional, bukan sekadar pemenuhan administrasi. Dengan penguatan<br>tersebut, supervisi diharapkan dapat berperan lebih efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan kinerja guru secara berkelanjutan.<br>Kata kunci: CIPP, evaluasi program, supervisi pengajaran, profesionalisme guru.</p>Sulis Anggraeni, Base Maryani, Agus Syukrab, Sulistiyana Sulistiyana, Metroyadi Metroyadi
Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4786Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kualitas Pembelajaran Guru Terhadap Hasil Belajar Siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri Se-Kabupaten Luwu Utara
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4787
<p>Abstract: This study aims to analyze the influence of school principal leadership style and teacher teaching quality on student learning outcomes in public high schools in Luwu Utara Regency. This research uses a quantitative approach with an associative causal design, aimed at examining the relationship between two independent variables, namely the school principal's leadership style and the quality of teaching, with one dependent variable, student learning outcomes. Data were collected using questionnaires distributed to 142 teachers and 187 students from four public high schools in Luwu Utara Regency. The results of the study show that the school principal's leadership style has a positive influence on student learning outcomes, with a regression coefficient of 0.575, indicating that improvements in leadership style will enhance student learning outcomes. Meanwhile, the quality of teaching also has a positive impact on student learning outcomes, although the influence is smaller, with a coefficient of 0.131. Based on simultaneous testing, these two variables together have a significant effect on student learning outcomes, with an F-value of 166.790 and a p-value of 0.005. This study provides practical implications that school principals should apply a democratic and participative leadership style, and teachers need to improve the quality of teaching to promote better student learning outcomes. The findings are expected to provide recommendations for the development of leadership and teaching practices in schools.<br>Keywords: leadership style, teaching quality, student learning outcomes<br><br>Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah dan kualitas pembelajaran guru terhadap hasil belajar siswa di SMA Negeri Se-Kabupaten Luwu Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal, yang bertujuan untuk menguji hubungan antara dua variabel independen, yaitu gaya kepemimpinan kepala sekolah dan kualitas pembelajaran guru, terhadap satu variabel dependen, yaitu hasil belajar siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 142 guru dan 187 siswa di empat SMA Negeri di Kabupaten Luwu Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa, dengan koefisien regresi sebesar 0.575, yang berarti peningkatan kualitas gaya kepemimpinan akan meningkatkan hasil belajar siswa. Sementara itu, kualitas pembelajaran guru juga berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa, meskipun pengaruhnya lebih kecil, yaitu 0.131. Berdasarkan uji simultan, kedua variabel ini secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa, dengan nilai F hitung 166.790 dan p-value 0.005. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bahwa kepala sekolah perlu menerapkan gaya kepemimpinan yang demokratis dan partisipatif, serta guru perlu meningkatkan kualitas pembelajaran agar dapat mendorong hasil belajar siswa yang lebih baik. Temuan ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi pengembangan kepemimpinan dan pembelajaran di sekolah.<br>Kata kunci: gaya kepemimpinan, kualitas pembelajaran, hasil belajar.</p>Herman Herman, Sirajuddin Saleh, Muhammad Ardiansyah
Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4787Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000engaruh Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah dan Budaya Sekolah Terhadap Disiplin Kerja Guru SD Negeri di Kecamatan Pedurungan Kota Semarang
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4788
<p>Abstract: The purpose of this study is to determine and analyze the influence of principal leadership and work culture on the work discipline of elementary school teachers in Tembalang District, Semarang City. This study uses quantitative methods. The population in this study was 382 teachers with proportional random sampling techniques to 195 elementary school teachers in Tembalang District, Semarang City. Data collection techniques used observation, questionnaires and documentation methods. Data analysis techniques used classical assumption tests, namely normality tests, linearity tests, multicollinearity tests, heteroscedasticity tests, multiple linear analysis, T-test (Partial), F-test (Simultaneous) and coefficient of determination (r2) tests. The results of the first test are a positive and significant influence of principal leadership on the work discipline of elementary school teachers in Tembalang District, Semarang City. The results of the second test are a positive and significant influence of work culture on the work discipline of elementary school teachers in Tembalang District, Semarang City. The results of the third test are a positive and significant influence of principal leadership and work culture simultaneously on the performance of elementary school teachers in Tembalang District, Semarang City.<br>Keywords: Instructional Leadership; Work Culture; Work Discipline.<br><br>Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan budaya kerja terhadap disiplin kerja guru SD Negeri se-Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 382 guru dengan teknik proportional random sampling menjadi 195 guru sd negeri se-kecamatan Tembalang kota Semarang. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji asumsi klasik yaitu uji normalitas, uji liniearitas, uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas, analisis linear berganda, uji T (Parsial), uji F (Simultan) serta uji koefisien determinasi (r2). Hasil pengujian pertama adalah adanya pengaruh positif dan signifikan kepemimpinan kepala sekolah terhadap disiplin kerja guru SD Negeri se-Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Hasil pengujian kedua adalah adanya pengaruh positif dan signifikan budaya kerja terhadap disiplin kerja guru SD Negeri se-Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Hasil pengujian ketiga adalah adanya pengaruh positif dan signifikan kepemimpinan kepala sekolah dan budaya kerja secara simultan terhadap kinerja guru SD Negeri se-Kecamatan Tembalang Kota Semarang.<br>Kata kunci: Kepemimpinan Intruksional; Budaya Kerja ; Disiplin Kerja.</p>Lasminto Lasminto, Nur Khoiri, Lilik Ariyanto
Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4788Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Analisis Pengaruh Iklim Sekolah Teradap Kepuasan Kerja Guru melalui Metode Kajian Literatur Sistematis
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4789
<p>Abstract: This study examines the role of educational facility optimization in shaping discipline among early childhood in RA Assyifa' Balerejo Madiun using B.F. Skinner's theory of behaviorism. The approach used was a qualitative case study with data collection techniques through participatory observation, in-depth interviews, and documentation for three months. The results show that well-managed facilities, such as organized classrooms, shoe racks, and sinks, serve as environmental stimuli that support disciplined behaviors, such as neatness and adherence to rules. Positive reinforcement, such as praise from teachers, plays an important role in reinforcing these behaviors. Structured facility management, parent and student engagement, and regular evaluation, contribute to an increase in the consistency of the stimulus, leading to an increase in rule compliance from 60% to 85%, as well as the use of facilities for hygiene reaching 70%. The challenges found, such as damaged facilities and inconsistent reinforcement, point to the need for more intensive positive reinforcement and more innovative facility design. The study confirms that optimal educational facilities, supported by structured management and community involvement, can effectively foster discipline in early childhood, as well as provide practical implications for environment-based education management.<br>Keywords: School Climate; Teacher Job Satisfaction; Systematic Literature<br><br>Abstrak: Penelitian ini mengangkat isu-isu penting mengenai peran iklim sekolah sebagai faktor penentu dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan mendukung proses pembelajaran. Iklim sekolah yang kondusif diyakini mampu mendorong motivasi, kenyamanan, serta meningkatkan kinerja guru secara keseluruhan. Disisi lain, kepuasan kerja guru menjadi fokus utama dalam penelitian ini, karena berperan besar dalam menunjang kualitas pendidikan. Kepuasan kerja tidak hanya dipengaruhi oleh aspek material seperti gaji dan fasilitas, tetapi juga oleh faktor psikologis dan sosial, seperti hubungan interpesonal, dukungan organisasi, serta adanya apresiasi dan pengakuan terhadap kinerja guru. Peran kepala sekolah sangat penting dalam membentuk iklim sekolah yang positif, karena gaya kepemimpinan dan kebijakan yang diterapkan akan berdampak langsung pada suasana kerja guru di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh iklim sekolah teradap kepuasan kerja guru dengan menggunakan metode kajian literatur sistematis. Proses peninjauan dilakukan dengan bantuan mesin pencarian Harzing’s Publish or Perish, dari 100 artikel yang dikumpulkan, hanya 12 artikel yang dinyatakan relevan dan dimasukkan ke dalam tinjauan. Hasil kajian menunjukkan bahwa iklim sekolah memainkan peran krusial dalam membentuk kepuasan kerja guru. Iklim yang positif ditandai oleh kepemimpinan yang mendukung, hubungan yang harmonis, kolaborasi profesional, kompensasi yang memadai, serta motivasi personal secara signifikan meningkatkan kesejahteraan dan kinerja guru. Iklim sekolah tidak hanya berfungsi sebagai lingkungan yang mendukung, tetapi juga sebagai penentu utama kepuasan kerja guru dan efektivitas keseluruhan lembaga pendidikan<br>Kata kunci: Iklim Sekolah; Kepuasan Kerja Guru; Literatur Sistematis.</p>Syahla Athia Farha, Siti Rahma Sari, Hasan Hariri
Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4789Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Program Sekolah Mengaji dalam Membentuk Karakter Religius Siswa
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4790
<p>Abstract: The aim of this study is to analyze the influence of the Implementation of the Sekolah Mengaji Policy on the Competence of Ngaji Teachers and the Religious Character of Students, as well as to examine the mediating role of in the relationship between and. This quantitative research utilizes an explanatory survey design, involving 260 students and 20 teachers in Bandung Regency, and was analyzed using Structural Equation Modeling based on Partial Least Square (SEM-PLS). The results demonstrate that the Implementation of the Sekolah Mengaji Policy has a positive and significant influence on the Competence of Ngaji Teachers (path coefficient = 0.824; ρ =0.000), and also has a direct, positive, and significant influence on the Religious Character of Student (path coefficient = 0.353; ρ =0.000). Furthermore, the Competence of Ngaji Teachers is proven to have a positive and significant influence on the Religious Character of Students (path coefficient = 0.548; ρ =0.000). The main conclusion is that both the Sekolah Mengaji Policy and the Competence of Ngaji Teachers are important factors that contribute significantly to the formation of students' religious character. However, the indirect influence of on through was not statistically significant (coefficient = 0.005; ρ =0.610$). Therefore, it is recommended that policymakers evaluate and strengthen program implementation, with particular attention to enhancing the role of Ngaji teachers as mediators in value education.<br>Keywords: Sekolah Mengaji Policy, Teacher Competence, Students Religious Character.<br><br>Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh Implementasi Kebijakan Sekolah Mengaji terhadap Kompetensi Guru Ngaji dan Karakter Religius Peserta Didik, sekaligus menguji peran mediasi dalam hubungan antara dan. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain explanatory survey dengan melibatkan 260 siswa dan 20 guru di Kabupaten Bandung, dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil menunjukkan bahwa Implementasi Kebijakan Sekolah Mengaji berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kompetensi Guru Ngaji (koefisien jalur = 0,824; ρ =0,000), dan juga berpengaruh positif signifikan secara langsung terhadap Karakter Religius Peserta Didik (koefisien jalur = 0,353; ρ =0,000). Selain itu, Kompetensi Guru Ngaji terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap Karakter Religius Peserta Didik (koefisien jalur = 0,548; ρ =0,000). Simpulan utama adalah bahwa baik Kebijakan Sekolah Mengaji maupun Kompetensi Guru Ngaji merupakan faktor penting yang berkontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter religius siswa, meskipun pengaruh tidak langsung terhadap melalui belum signifikan secara statistik (koefisien = 0,005; ρ =0,610$). Oleh karena itu, disarankan agar pemangku kebijakan mengevaluasi dan memperkuat implementasi program, dengan memberikan perhatian khusus pada penguatan peran guru ngaji sebagai mediator dalam pendidikan nilai.<br>Kata kunci: Kebijakan Sekolah Mengaji, Kompetensi Guru Ngaji, Karakter Religius Peserta Didik.</p>Aam Muamar, Johar Permana, Danny Meirawan, Eka Prihatin
Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4790Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Total Quality Management dalam Meningkatkan Budaya Mutu di Pendidikan Tinggi
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4791
<p>Abstrak: Studi ini menganalisis implementasi Total Quality Management (TQM) dalam memperkuat budaya mutu di Fakultas Ilmu Pendidikan. Adopsi TQM di pendidikan tinggi semakin diakui sebagai kerangka strategis untuk mengembangkan sistem manajemen terpadu yang menekankan peningkatan berkelanjutan, kepuasan pemangku kepentingan, dan keterlibatan aktif semua anggota organisasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, dan analisis dokumen yang melibatkan pimpinan fakultas, koordinator program studi, dosen, dan staf administrasi. Temuan menunjukkan bahwa prinsip-prinsip TQM utama seperti perencanaan sistematis, standardisasi, dan evaluasi berkelanjutan telah diterapkan melalui kebijakan penjaminan mutu internal, program pengembangan profesional dosen, dan mekanisme pemantauan digital. Upaya-upaya ini telah berkontribusi pada peningkatan transparansi, efisiensi, dan konsistensi dalam proses akademik dan administratif. Meskipun demikian, beberapa kendala masih ada, termasuk internalisasi nilai-nilai mutu yang tidak merata di berbagai unit, kesenjangan komunikasi antar tingkatan organisasi, dan tingkat partisipasi yang berbeda-beda dalam kegiatan penjaminan mutu. Untuk mengatasi tantangan ini, studi ini merekomendasikan penguatan kepemimpinan transformatif, perluasan sistem mutu digital, dan peningkatan keterlibatan pemangku kepentingan untuk membangun budaya mutu yang lebih berkelanjutan dan kohesif. Hasil penelitian ini berkontribusi pada semakin banyaknya literatur tentang implementasi TQM di lembaga pendidikan tinggi.<br>Kata kunci: total quality management, budaya mutu, pendidikan tinggi, penjaminan mutu, manajemen pendidikan<br><br>Abstract: This study analyzes the implementation of Total Quality Management (TQM) in strengthening a quality culture in the Faculty of Education. The adoption of TQM in higher education is increasingly recognized as a strategic framework for developing an integrated management system that emphasizes continuous improvement, stakeholder satisfaction, and the active involvement of all organizational members. Using a descriptive qualitative approach, the study collected data through semi-structured interviews, direct observation, and document analysis involving faculty leaders, program coordinators, lecturers, and administrative staff. The findings indicate that key TQM principles—such as systematic planning, standardization, and continuous evaluation—have been implemented through internal quality assurance policies, professional development programs for lecturers, and digital monitoring mechanisms. These efforts have contributed to improved transparency, efficiency, and consistency in academic and administrative processes. Nevertheless, several challenges remain, including uneven internalization of quality values across units, communication gaps among organizational levels, and varying levels of participation in quality assurance activities. To address these challenges, the study recommends strengthening transformational leadership, expanding the digital quality management system, and increasing stakeholder engagement to build a more sustainable and cohesive quality culture. This study contributes to the growing body of literature on TQM implementation in higher education institutions.<br>Keywords: total quality management; quality culture; higher education; quality assurance; educational management</p>Widiastuti Widiastuti, Mahdakomala Mahdakomala, Najma Ilmi Hulwan
Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4791Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Analisis Pelaksanaan Supervisi Akademik Sebagai Upaya Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru (Studi Multi Situs Pada Smp Di Kabupaten Bantaeng)
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4792
<div>Abstract: This study aims to analyze the implementation of academic supervision as an effort to improve teachers' pedagogical competencies at the Junior High School (SMP) level in Bantaeng Regency. The research adopts a qualitative approach with a multi-site design, involving two schools in the region: SMP Negeri 2 Bantaeng and SMPs PGRI Campagaloe. Data collection methods include in-depth interviews, classroom observations, and document analysis to provide a comprehensive picture of the academic supervision practices at these two schools. The findings show that the academic supervision at SMP Negeri 2 Bantaeng is more structured and systematic, with clear supervision plans, regular classroom observations, and constructive feedback. This has positively impacted teachers' pedagogical competencies, particularly in classroom management and the variation of teaching methods. In contrast, the supervision at SMPs PGRI Campagaloe remains informal and more personal, though still positively impacting teacher competency, especially in terms of interpersonal relationships and classroom management. The study also identifies various supporting and inhibiting factors in the implementation of academic supervision, such as time constraints, varying competencies of school principals, and teachers' mental readiness. Based on these findings, the study recommends the need for more structured, continuous, and needs-based academic supervision to effectively improve teachers' pedagogical competencies, especially in light of the challenges posed by the Merdeka Curriculum, which requires more creative and innovative teaching approaches.<br>Keywords: Academic Supervision, Pedagogical Competency, Teacher Professionalism, Multi-Site Study, Bantaeng Regency.<br><br>Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan supervisi akademik sebagai upaya meningkatkan kompetensi pedagogik guru pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi situs, yang melibatkan dua sekolah di wilayah tersebut, yaitu SMP Negeri 2 Bantaeng dan SMPs PGRI Campagaloe. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan studi dokumentasi untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang praktik supervisi akademik yang diterapkan di kedua sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi akademik di SMP Negeri 2 Bantaeng lebih terstruktur dan sistematis, dengan adanya rencana supervisi yang jelas, observasi kelas yang rutin, serta tindak lanjut berupa umpan balik yang konstruktif. Hal ini berdampak positif terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru, khususnya dalam hal pengelolaan kelas dan variasi metode pembelajaran yang diterapkan. Di sisi lain, pelaksanaan supervisi di SMPs PGRI Campagaloe masih bersifat informal dan lebih personal, meskipun tetap memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi guru, terutama dalam aspek hubungan interpersonal dan pengelolaan kelas. Penelitian ini juga mengidentifikasi berbagai faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan supervisi akademik, seperti keterbatasan waktu, variasi kompetensi kepala sekolah, serta kesiapan mental guru. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan pelaksanaan supervisi akademik yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan guru agar dapat lebih efektif dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru, khususnya dalam menghadapi tantangan kurikulum merdeka yang mengharuskan adanya pendekatan yang lebih kreatif dan inovatif dalam proses pembelajaran.<br>Kata kunci: Pengawasan Akademik, Kompetensi Pedagogis, Profesionalisme Guru, Studi Multi-Lokasi, Kabupaten Bantaeng.</div>Sulfiani Sulfiani, Ansar Ansar, Sirajuddin Saleh
Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4792Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam Menunjang Mutu Pembelajaran di MAN 2 Kota Semarang
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4750
<p><strong>Abstract:</strong> This article examines issues arising from the social fact that the availability of adequate educational facilities is not always accompanied by optimal management, particularly in terms of utilization, maintenance, and data-based management. In the context of modern education and demands for improved learning quality, facility and infrastructure management is a strategic factor because it directly affects the comfort, effectiveness, and quality of the teaching and learning process. This study uses a qualitative approach with a case study type. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews with the head of the madrasah, the deputy head of facilities and infrastructure, teachers, and students, as well as documentation. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that the management of facilities and infrastructure at MAN 2 Semarang City has been running quite well in terms of planning and procurement, and is supported by the availability of relatively complete facilities. However, it was found that the utilization of facilities was not yet evenly distributed, maintenance was still corrective in nature and not yet fully scheduled, and inventory data was not yet optimally utilized as a basis for managerial decision-making. The conclusion of this study emphasizes the need for strengthening facilities and infrastructure management to be more planned, preventive, and data-driven. Therefore, it is recommended that madrasahs develop a periodic maintenance system, optimize the digitization of facilities and infrastructure management, and improve human resource competencies to support the sustainability of learning quality.</p> <p><strong>Keywords</strong><strong>: </strong>facility and infrastructure management, learning quality, digitization of facility and infrastructure management</p> <p> </p> <p><strong>Abstrak:</strong> Artikel ini mengkaji isu yang berangkat dari fakta sosial bahwa ketersediaan fasilitas pendidikan yang memadai belum selalu diikuti dengan pengelolaan yang optimal, khususnya pada aspek pemanfaatan, pemeliharaan, dan pengelolaan berbasis data. Dalam konteks pendidikan modern dan tuntutan peningkatan mutu pembelajaran, manajemen sarana dan prasarana menjadi faktor strategis karena berpengaruh langsung terhadap kenyamanan, efektivitas, dan kualitas proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala madrasah, wakil kepala bidang sarana dan prasarana, guru, serta peserta didik, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sarana dan prasarana di MAN 2 Kota Semarang telah berjalan cukup baik pada aspek perencanaan dan pengadaan, serta didukung oleh ketersediaan fasilitas yang relatif lengkap. Namun demikian, ditemukan bahwa pemanfaatan fasilitas belum merata, pemeliharaan masih cenderung bersifat korektif dan belum terjadwal secara menyeluruh, serta data</p> <p> </p> <p>inventaris belum dimanfaatkan secara optimal sebagai dasar pengambilan keputusan manajerial. Kesimpulan penelitian ini menegaskan perlunya adanya penguatan manajemen sarana dan prasarana yang lebih terencana, preventif, dan berbasis data. Oleh karena itu, disarankan agar madrasah mengembangkan sistem pemeliharaan berkala, optimalisasi digitalisasi manajemen sarana dan prasarana, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia guna mendukung keberlanjutan mutu pembelajaran.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Manajemen sarana dan prasarana, mutu pembelajaran, digitalisasi manajemen sarpras.</p>Anna Amalia Silvi, Fahrurrozi Fahrurrozi
Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4750Mon, 02 Mar 2026 00:00:00 +0000Manajemen Program Keberlanjutan Madrasah di Pondok Pesantren Hidayatul Insan Fii Ta’limiddin Kota Palangka Raya
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4754
<p><strong>Abstract:</strong> This study aims to analyze the management of educational sustainability programs at the Hidayatul Insan Fii Ta'limiddin Islamic Boarding School in Palangka Raya City. The focus of this study is on the planning, implementation, and implications carried out to ensure educational continuity. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The results of the study show that the Hidayatul Insan Fii Ta'limiddin Islamic Boarding School in Palangka Raya City is one of the Islamic educational institutions that implements a sustainability program so that students can pursue education in stages from RA, MI, MTs to MA in one environment. The pesantren has developed a vision of educational continuity supported by a Qur'an memorization program, which is the main attraction of the pesantren, where each level has clear achievement targets. At the RA level, students learn the basics of the Qur'an; at the MI level, students are targeted to memorize 5 juz; at the MTs level, this increases to 15 juz; and upon graduating from MA, students are expected to have memorized all 30 juz. This program has a positive impact on educational continuity, but management needs to be strengthened in order to achieve more optimal results.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Management, Sustainability Program, Islamic Boarding School</p> <p> </p> <p><strong>Abstrak:<em> </em></strong>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen program keberlanjutan pendidikan di Pondok Pesantren Hidayatul Insan Fii Ta’limiddin Kota Palangka Raya. Fokus penelitian ini adalah pada perencanaan, pelaksanaan, dan implikasi yang dilakukan untuk memastikan kesinambungan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Hidayatul Insan Fii Ta’limiddin Kota Palangka Raya merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang menerapkan program keberlanjutan agar santri dapat menempuh pendidikan secara berjenjang dari RA, MI, MTs hingga MA dalam satu lingkungan. Pesantren telah menyusun visi keberlanjutan pendidikan yang didukung oleh program tahfidz Al-Qur’an yang menjadi daya tarik utama pesantren, yang dimana setiap jenjang memiliki target capaian yang jelas, di tingkat RA santri mempelajari dasar-dasar dalam Al-Qur’an, ditingkat MI santri</p> <p> </p> <p>ditargetkan hafal 5 juz, di MTs meningkat menjadi 15 juz, dan ketika lulus MA diharapkan Khatam 30 juz. Program ini memberikan dampak positif terhadap kesinambungan pendidikan, namun masih diperlukan penguatan manajemen, agar hasil yang dicapai lebih optimal.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Manajemen, Program Keberlanjutan, Pondok Pesantren</p>Noor Indah, Fahmi Fahmi, Sapuadi Sapuadi
Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4754Mon, 02 Mar 2026 00:00:00 +0000Manajemen Kesiswaan Ekstrakulikuler Content Creator Dalam Pengembangan Publikasi Digital Islami Di Smk Swadaya Semarang
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4793
<p><strong>Abstract:</strong> This study aims to analyze student management in the extracurricular management of YouTube Content Creator and its contribution to the development of Islamic digital publications at SMK Swadaya Semarang. This study uses a descriptive qualitative approach with a case study type. The subjects of the study include the vice principal for student affairs, extracurricular coaches, and students who are members of the activity. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews, participatory observations, and documentation. Data analysis uses an interactive model that includes data reduction, data presentation, and conclusion drawn, with validity testing through triangulation of sources and techniques. The results of the study show that extracurricular management has implemented an education management function that includes planning, organizing, implementing, and evaluating systematically. The program is designed based on learning outcomes and the division of tasks according to students' interests and competencies. The content production process is carried out through structured stages ranging from idea planning to publication and evaluation. Supervision is carried out not only on the technical aspect, but also on the integration of Islamic values in digital content. This activity has a positive impact on increasing digital literacy, creativity, confidence, student achievement, and strengthening the image of schools in the digital era. However, there are still obstacles in terms of discipline and commitment of members, so continuous evaluation is needed. This research shows that content creator-based extracurriculars can be an innovative model of student management in developing professional, educational, and characterful Islamic digital publications in vocational school environments.</p> <p><strong>Keywords</strong><strong>: </strong>: student management, extracurriculars, content creators, Islamic digital publications, digital literacy.</p> <p> </p> <p><strong>Abstrak:</strong> : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kesiswaan dalam pengelolaan ekstrakurikuler YouTube Content Creator serta kontribusinya terhadap pengembangan publikasi digital Islami di SMK Swadaya Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian meliputi wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, pembina ekstrakurikuler, serta siswa anggota kegiatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen ekstrakurikuler telah menerapkan fungsi manajemen pendidikan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi secara sistematis. Program dirancang berbasis capaian pembelajaran dan pembagian tugas sesuai minat serta kompetensi siswa. Proses produksi konten dilakukan melalui tahapan terstruktur mulai dari perencanaan ide hingga publikasi dan evaluasi. Pengawasan dilakukan tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga pada integrasi nilai-nilai Islami dalam konten digital. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi digital, kreativitas, kepercayaan diri, prestasi</p> <p> </p> <p>siswa, serta penguatan citra sekolah di era digital. Meskipun demikian, masih terdapat kendala pada aspek kedisiplinan dan komitmen anggota sehingga diperlukan evaluasi berkelanjutan. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrakurikuler berbasis content creator dapat menjadi model inovatif manajemen kesiswaan dalam mengembangkan publikasi digital Islami yang profesional, edukatif, dan berkarakter di lingkungan sekolah kejuruan.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> manajemen kesiswaan, ekstrakurikuler, content creator, publikasi digital Islami, literasi digital.</p>Rivaly Dhafin Hatmojo, Muh Ahlis Ahwan
Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4793Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Keterampilan Kepemimpinan Digital Kiai Milenial dalam Pembinaan Literasi Digital di Pondok Pesantren
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4803
<p><strong>Abstract:</strong> The digital transformation has brought fundamental changes to the education system, including Islamic boarding schools (pesantren) as traditional Islamic educational institutions. This study aims to describe the digital leadership skills of millennial kiai in fostering digital literacy within Islamic boarding schools. Using a qualitative approach with a multi-site design, the research was conducted at Mambaul Hikam II Islamic Boarding School in Blitar and Bayt Al-Hikmah Islamic Boarding School in Pasuruan, East Java. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, and analyzed using Miles, Huberman, and Saldana’s interactive model with the aid of NVivo 15 software. The findings reveal that millennial kiai demonstrate digital leadership skills encompassing three main aspects: technical, human relation, and conceptual skills. They successfully integrate traditional religious values with digital innovation through participatory, visionary, adaptive, religious, and transformational leadership styles. Digital literacy development in pesantren emphasizes not only technical competence but also ethics, spirituality, and character formation in digital engagement. These findings indicate that value-based digital leadership preserves the balance between pesantren tradition and technological progress in responding to the challenges of the digital era.</p> <p><strong>Keywords</strong><strong>: </strong>digital leadership, millennial kiai, digital literacy.</p> <p> </p> <p><strong>Abstrak:</strong> Transformasi digital telah membawa perubahan mendasar dalam sistem pendidikan, termasuk di pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan kepemimpinan digital kiai milenial dalam pembinaan literasi digital di pondok pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi-situs yang dilakukan di Pondok Pesantren Mambaul Hikam II Blitar dan Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Pasuruan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana dengan bantuan perangkat lunak NVivo 15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kiai milenial memiliki keterampilan kepemimpinan digital yang mencakup tiga aspek utama: keterampilan teknis (technical skill), keterampilan hubungan manusia (human relation skill), dan keterampilan konseptual (conceptual skill). Kiai milenial mampu mengintegrasikan nilai-nilai religius pesantren dengan inovasi digital melalui kepemimpinan partisipatif, visioner, adaptif, religius, dan transformasional. Pembinaan literasi digital di pesantren tidak hanya berorientasi pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada pembentukan etika, nilai spiritual, dan karakter santri dalam bermedia. Temuan ini memperkuat bahwa kepemimpinan digital berbasis nilai mampu menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren dan kemajuan teknologi dalam menghadapi tantangan era digital.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> kepemimpinan digital, kiai milenial, literasi digital.</p>Nabilah Nailul Farah, Ali Imron, Bambang Budi Wiyono
Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4803Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000Burnout Akademik di Era Digital: Studi Tentang Peran Manajemen Stres Dan Dukungan Institusi Pada Mahasiswa
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4815
<p><strong>Abstra</strong><strong>ct</strong><strong>: </strong>This study aims to analyze the extent to which stress management and institutional support influence academic burnout among university students in the digital era. Burnout refers to a state of chronic physical and emotional exhaustion, often accompanied by feelings of cynicism and detachment from academic pursuits. The occurrence of student burnout is closely related to prolonged and excessive stress resulting from the combination of increased academic workload, scholastic demands, depleted energy levels, diminished enthusiasm for academic tasks, lack of positive attitudes, and lower academic achievement. This research employs a quantitative approach using a survey method. Data were collected through questionnaires from 74 students across various study programs at the University of Papua. The data collection instrument consisted of a closed-ended questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using multiple linear regression with the aid of SPSS version 25. The results indicate that stress management and institutional support have a significant negative effect on academic burnout. Together, these two variables explain 71.2% of the variability in burnout. These findings highlight the importance of enhancing individual capacity in managing stress and the active role of institutions in supporting students’ mental health amid the challenges of digital learning.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Academic Burnout; Digital Era; Stress Management; Institutional Support</p> <p> </p> <p><strong>Abstrak: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana manajemen stres dan dukungan institusi berpengaruh terhadap burnout akademik mahasiswa di era digital. Burnout adalah keadaan kelelahan fisik dan emosional kronis, sering disertai dengan perasaan sinisme dan detasemen dari pengejaran akademik. Sementara itu, timbulnya kelelahan pada siswa terkait erat dengan stres yang berkepanjangan dan berlebihan yang timbul dari kombinasi meningkatnya pekerjaan akademik, tuntutan skolastik, tingkat energi yang menipis, berkurangnya antusiasme untuk tugas -tugas akademik, kurangnya sikap positif, dan pencapaian akademik yang lebih rendah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 74 mahasiswa berbagai program studi di Universitas Papua. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan uji reliabilitas. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen stres dan dukungan institusi berpengaruh negatif signifikan terhadap burnout akademik. Kedua variabel tersebut secara simultan menjelaskan 71,2% variabilitas burnout. Temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan kapasitas individu dalam mengelola stres serta peran aktif institusi dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa di tengah tantangan pembelajaran digital.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: <em>Burnout</em> Akademik, Era Digital, Manajemen Stres, Dukungan Institusi</p>Iriwi Louisa S. Sinon, Imran Arifin, Juharyanto Juharyanto, Asihora Siboro
Copyright (c) 2025 Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jamp/article/view/4815Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000