Efektivitas Media Ubleg dalam Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Usia 5–6 Tahun
DOI:
https://doi.org/10.17977/um053v8i12026p21-31Abstract
Fine motor skills are a crucial aspect of early childhood development as they support school readiness, particularly in writing and other academic activities. However, preliminary observations at TK Dharma Wanita Pakel Montong indicated that several children aged 5–6 years had not yet developed optimal fine motor coordination. This study aimed to determine the effect of the ubleg media, a traditional game modified as a structured learning tool, on children’s fine motor skills. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental design with a nonequivalent control group design. The sample consisted of 30 children divided into an experimental group (15) and a control group (15). Data were collected through observation sheets and analyzed using descriptive and comparative statistics. The results showed that the experimental group’s mean score increased significantly from 27.67 (pretest) to 38.00 (posttest), while the control group showed only a slight increase from 27.40 to 28.73. The independent t-test revealed a significant difference between the two groups (t = 10.49; p < 0.001), with a very large effect size (Cohen’s d = 3.83). These findings indicate that ubleg media is highly effective in enhancing fine motor skills in early childhood. This study contributes to the development of culturally-based learning media in early childhood education.
Keterampilan motorik halus merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini karena berperan dalam kesiapan sekolah, terutama dalam aktivitas menulis dan kegiatan akademik lainnya. Hasil observasi awal di TK Dharma Wanita Pakel Montong menunjukkan bahwa kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media ubleg sebagai permainan tradisional yang dimodifikasi menjadi media pembelajaran terstruktur terhadap keterampilan motorik halus anak. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen nonequivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 30 anak yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (15 anak) dan kelompok kontrol (15 anak). Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kelompok eksperimen meningkat signifikan dari 27,67 menjadi 38,00, sedangkan kelompok kontrol hanya meningkat dari 27,40 menjadi 28,73. Hasil uji t menunjukkan perbedaan yang signifikan (t = 10,49; p < 0,001) dengan nilai effect size yang sangat besar (Cohen’s d = 3,83). Temuan ini menunjukkan bahwa media ubleg sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia dini serta memberikan kontribusi pada pengembangan media pembelajaran berbasis kearifan lokal.




