Pembelajaran Tari Semarangan Di SLB Negeri Ungaran Kajian Penanaman Profil Pelajar Pancasila (Gotong Royong & Mandiri)
Keywords:
Pembelajaran Tari, Profil Pelajar Pancasila, Tari SemaranganAbstract
Abstract
This research is motivated by the existence of an independent curriculum which has begun to be implemented in Indonesia in the 2022/2023 academic year, in the independent curriculum there are six character values that are expected to be achieved by students, namely faith, piety to God Almighty and noble character, global diversity, critical thinking, collaborative, independent, and creative. The implementation of the independent curriculum is of course carried out in all schools including Special Schools (SLB), therefore it is important for this research to be conducted to find out how the character values in the independent curriculum are applied in Special Schools (SLB). The purpose of this study is to analyze the inculcation of Pancasila student profiles in learning Semarangan dance, especially the values of mutual cooperation and independence. Data collection is done by interview, observation, and documentation. Testing the validity of the data using triangulation techniques with sources. The results of the study revealed that in learning the Semarangan Dance, Ungaran State SLB students, the teacher applied the planting of the Pancasila profile of mutual cooperation and independence with the result that the students could implement the values of mutual cooperation and independence. For students who are deaf and mentally impaired, they are able to carry out the values of mutual cooperation, such as taking dance properties to be used and preparing space for dance practice together. In addition, the value of independence is also instilled through learning the Semarangan dance when the teacher asks students to demonstrate the motions of the Semarangan dance individually.
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya kurikulum merdeka yang mulai diterapkan di Indonesia pada tahun ajaran 2022/2023, dalam kurikulum merdeka terdapat enam nilai karakter yang diharapakan diraih oleh peserta didik yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bernalar kritis, bergotong royong, mandiri, dan kreatif. Penerapan kurikulum merdeka tentunya dilakukan di semua sekolah termasuk Sekolah Luar Biasa(SLB), maka dari itu pentingnya penelitian ini dilakukan guna mengetahui bagaimana nilai karakter pada kurikulum merdeka diterapkan di Sekolah Luar Biasa(SLB). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis penenaman profil pelajar Pancasila dalam pembelajaran Tari Semarangan khususnya nilai gotong royong dan mandiri. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pengujian keabsahan data menggunakan teknik triangulasi dengan sumber. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dalam pembelajaran Tari Semarangan siswa siswi SLB Negeri Ungaran guru menerapkan penanaman profil Pancasila gotong royong dan mandiri dengan hasi siswa siswi dapat
mengimplementasikan nilai gotong royong dan mandiri. Pada peserta didik tuna rungu dan tuna grahita mereka mampu menjalankan nilai gotong royong seperti mengambil properti tari yang akan digunakan dan mempersiapkan ruang untuk praktik tari dengan bersama-sama. Selain itu nilai mandiri juga tertanam melalui pembelajaran Tari Semarangan ketika guru meminta siswa siswi
untuk memeragakan gerak Tari Semarangan secara individu.




