Pembelajaran Sepanjang Hayat Berbasis Komunitas sebagai Ekosistem Pedagogis: Praktik Pendidikan Sosial di Katahira Civic Center di Sendai, Jepang

Authors

DOI:

https://doi.org/10.17977/um041v21i22026p1-21

Keywords:

Pembelajaran Sepanjang Hayat, Ekosistem Pedagogis, Pendidikan Sosial, Civic Center

Abstract

Abstract

Community-based lifelong learning has increasingly been recognized as a strategic approach for fostering inclusive learning societies by extending educational opportunities beyond formal institutions. Although Japan has established a long-standing system of social education through Civic Centers (Kominkan), existing studies have predominantly examined these institutions from policy, governance, management, or community development perspectives. Consequently, limited scholarly attention has been devoted to explaining how lifelong learning is pedagogically constructed through everyday social practices within community settings. Addressing this gap, this study investigates how social education practices at Katahira Civic Center in Sendai, Japan, facilitate the development of community-based lifelong learning. A qualitative case study design was employed using participant observation, semi-structured interviews, and document analysis. Data were analyzed through thematic analysis involving iterative processes of familiarization, open coding, category development, theme generation, and interpretative synthesis. The analysis generated five interconnected themes. First, the Civic Center operates as a pedagogical ecosystem that integrates diverse learning resources into everyday community life. Second, community participation functions not merely as civic engagement but as a pedagogical mechanism through which residents continuously construct, exchange, and transform knowledge. Third, public spaces become living curricula that support experiential learning through direct engagement with local history, culture, and the environment. Fourth, intergenerational interaction creates reciprocal learning relationships that strengthen both knowledge sharing and social cohesion. Finally, these interconnected practices cultivate lifelong learning as a shared community culture rather than a collection of educational programs. This study proposes a conceptual model of pedagogical ecosystems formed by the dynamic interaction among community participation, social collaboration, public learning spaces, and intergenerational learning. By framing community participation as a pedagogical mechanism, this research extends theories of lifelong learning and social education in Japan.

 

Abstrak

Pembelajaran sepanjang hayat berbasis komunitas semakin diakui sebagai pendekatan strategis untuk membina masyarakat pembelajar yang inklusif dengan memperluas peluang pendidikan di luar lembaga formal. Meskipun Jepang telah lama memiliki sistem pendidikan sosial yang mapan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (Kominkan), studi yang ada saat ini lebih banyak memeriksa lembaga-lembaga ini dari perspektif kebijakan, tata kelola, manajemen, atau pengembangan masyarakat. Akibatnya, perhatian akademis yang mencakup bagaimana pembelajaran sepanjang hayat dikonstruksikan secara pedagogis melalui praktik sosial sehari-hari di lingkungan masyarakat masih sangat terbatas. Untuk mengatasi kesenjangan ini, penelitian ini menyelidiki bagaimana praktik pendidikan sosial di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Katahira di Sendai, Jepang, memfasilitasi pengembangan pembelajaran sepanjang hayat berbasis komunitas. Desain studi kasus kualitatif ini diterapkan dengan menggunakan observasi partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen. Data dianalisis melalui analisis tematik yang melibatkan proses berulang mulai dari pembiasaan data, pengkodean terbuka, pengembangan kategori, pembuatan tema, hingga sintesis interpretatif. Analisis tersebut menghasilkan lima tema yang saling terkait. 1) Pusat Kegiatan Warga beroperasi sebagai ekosistem pedagogis yang mengintegrasikan berbagai sumber belajar ke dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. 2) Partisipasi masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai keterlibatan warga, melainkan sebagai mekanisme pedagogis tempat penduduk terus membangun, bertukar, dan mentransformasikan pengetahuan. 3) Ruang publik menjadi kurikulum hidup yang mendukung pembelajaran eksperiensial (berdasarkan pengalaman) melalui keterlibatan langsung dengan sejarah, budaya, dan lingkungan setempat. 4) Interaksi antargenerasi menciptakan hubungan pembelajaran timbal balik yang memperkuat pembagian pengetahuan sekaligus kohesi sosial. 5) Praktik-praktik yang saling terkait ini menumbuhkan pembelajaran sepanjang hayat sebagai budaya masyarakat bersama, bukan sekadar kumpulan program pendidikan. Penelitian ini mengusulkan sebuah model konseptual tentang ekosistem pedagogis yang dibentuk oleh interaksi dinamis antara partisipasi masyarakat, kolaborasi sosial, ruang belajar publik, dan pembelajaran antargenerasi. Dengan memposisikan partisipasi masyarakat sebagai mekanisme pedagogis, penelitian ini memperluas teori-teori pembelajaran sepanjang hayat dan pendidikan sosial di Jepang.

Downloads

Published

2026-09-22

Issue

Section

Articles