Strategi Pengorganisasian Masyarakat Dalam Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa “Sumber Sejahtera” Desa Pujon Kidul Kecamatan Pujon Kabupaten Malang
DOI:
https://doi.org/10.17977/um041v20i22025p11-20Keywords:
BUM Desa, pengorganisasian masyarakat, pendidikan non formal, partisipasiAbstract
Abstract
This study aims to analyze community organizing strategies in the management of the Village-Owned Enterprise (BUM Desa) "Sumber Sejahtera" in Pujon Kidul Village, Malang Regency. The research focuses on the aspects of media, methods, messages, and objectives, as well as how these strategies promote active community participation and serve as a medium for non-formal education. A qualitative approach with a case study method was employed to explore the social dynamics embedded in the BUM Desa management process. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis, and examined using thematic analysis. The findings reveal that community organizing is carried out integratively through two-way communication, both formal and informal, as well as participatory learning methods that encourage meaningful engagement. Village deliberation forums and everyday interactions—such as informal discussions at Café Sawah—serve as strategic media to foster critical dialogue and strengthen social cohesion. The BUM Desa management not only focuses on strengthening the local economy but also functions as a non-formal learning space grounded in local experiences and community needs. By adopting a bottom-up approach and incorporating local wisdom, the management model cultivates an inclusive and democratic participatory environment. Informal communication, characterized by its flexibility and responsiveness, plays a pivotal role in building a social learning ecosystem that empowers villagers to take part in planning, decision-making, and development evaluation. Thus, the BUM Desa in Pujon Kidul represents a transformative and sustainable model of village development rooted in community empowerment.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengorganisasian masyarakat dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) “Sumber Sejahtera” di Desa Pujon Kidul, Kabupaten Malang. Fokus kajian mencakup aspek media, metode, pesan, dan tujuan, serta bagaimana strategi tersebut mendorong partisipasi aktif masyarakat dan berfungsi sebagai sarana pembelajaran nonformal. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk memahami dinamika sosial dalam pengelolaan BUMDes. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengorganisasian masyarakat dilakukan secara integratif melalui komunikasi dua arah, baik formal maupun informal, serta pendekatan partisipatif yang mendorong keterlibatan aktif masyarakat. Forum musyawarah dan interaksi sehari-hari seperti diskusi di Cafe Sawah menjadi medium strategis untuk membangun dialog kritis dan memperkuat kohesi sosial. Pengelolaan BUMDes tidak hanya bertujuan untuk penguatan ekonomi lokal, tetapi juga sebagai ruang pendidikan luar sekolah yang berbasis pengalaman dan kebutuhan masyarakat. Penerapan pendekatan bottom-up dan integrasi nilai-nilai kearifan lokal menciptakan iklim partisipatif yang inklusif dan demokratis. Komunikasi informal yang adaptif dan responsif berperan penting dalam membentuk ekosistem pembelajaran sosial yang memungkinkan warga aktif dalam perencanaan, pengambilan keputusan, hingga evaluasi pembangunan. Dengan demikian, BUM Desa di Pujon Kidul menjadi wujud nyata pembangunan desa berbasis pemberdayaan yang transformatif dan berkelanjutan.




