Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Desa Wisata dalam Upaya Peningkatan Sumber Daya Manusia di Desa Kuala Tanjung

Authors

  • Ibnul Fandika Universitas Negeri Yogyakarta
  • Yudan Hermawan Universitas Negeri Yogyakarta
  • Rizqy Aisyah Leonia Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.17977/um041v20i22025p21-30

Keywords:

Community empowerment, village development , tourist village

Abstract

Abstract

The background of this research is based on the village’s natural potential, local culture, and its strategic geographical position as a coastal area with promising tourism appeal, which has yet to be optimally managed for the welfare of the community. This study employs a descriptive qualitative approach, using data collection techniques such as observation, in-depth interviews, and documentation involving village officials, community leaders, local tourism actors, and relevant stakeholders. The results show that community empowerment takes place through tourism skills training, institutional capacity development, and tourism awareness education, involving tourism awareness groups (Pokdarwis), youth organizations (Karang Taruna), and local micro, small, and medium enterprises (MSMEs). The empowerment process consists of three stages: participatory planning, program implementation based on local potential, and collaborative evaluation. Supporting factors identified include the community’s spirit of mutual cooperation (gotong royong), support from village and regency governments, and attractive natural potential. On the other hand, inhibiting factors include budget limitations, lack of public knowledge on tourism management, and limited access to digital promotion. Empowerment through tourism village development has significantly improved the quality of human resources, as evidenced by the growing number of local entrepreneurs, increased public awareness of tourism potential, and the emergence of innovative educational tourism products based on local wisdom. This study recommends the need for ongoing synergy among government, communities, and the private sector in developing tourism villages based on community empowerment as a model of sustainable development in coastal areas.

 

Abstrak

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada potensi alam desa, budaya lokal, dan posisi geografis strategisnya sebagai kawasan pesisir dengan daya tarik pariwisata yang menjanjikan, yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis proses dan faktor yang mempengaruhi pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata, serta mengevaluasi dampaknya terhadap kualitas sumber daya manusia dan keberlanjutan ekonomi lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan pejabat desa, pemimpin masyarakat, pelaku pariwisata lokal, dan pemangku kepentingan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat terjadi melalui pelatihan keterampilan pariwisata, pengembangan kapasitas institusional, dan pendidikan kesadaran pariwisata, yang melibatkan kelompok kesadaran pariwisata (Pokdarwis), organisasi pemuda (Karang Taruna), dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Proses pemberdayaan terdiri dari tiga tahap: perencanaan partisipatif, implementasi program berdasarkan potensi lokal, dan evaluasi kolaboratif. Faktor pendukung yang diidentifikasi meliputi semangat gotong royong masyarakat, dukungan dari pemerintah desa dan kabupaten, serta potensi alam yang menarik. Di sisi lain, faktor penghambat meliputi keterbatasan anggaran, kurangnya pengetahuan publik tentang manajemen pariwisata, dan akses terbatas ke promosi digital. Pemberdayaan melalui pengembangan desa wisata telah secara signifikan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sebagaimana dibuktikan oleh meningkatnya jumlah wirausaha lokal, peningkatan kesadaran masyarakat tentang potensi pariwisata, dan munculnya produk pariwisata pendidikan inovatif berdasarkan kebijaksanaan lokal. Studi ini merekomendasikan perlunya sinergi berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam mengembangkan desa wisata berdasarkan pemberdayaan masyarakat sebagai model pembangunan berkelanjutan di daerah pesisir.

Downloads

Published

2025-09-30

Issue

Section

Articles