Representasi Tradisi Lisan sebagai Living Knowlegde dalam Model Pendidikan Nonformal Komunitas Sedulur Sikep Samin

Authors

  • Apriola Cendykia Pinky Antika Universitas Negeri Semarang
  • Noviani Achmad Putri Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um041v21i12026p1-10

Keywords:

Kearifan Lokal, Tradisi Lisan, Pendidikan Masyarakat

Abstract

Abstract

This study aims to identify the values of oral traditions practiced by the Samin tribe community in Blora and analyze the Samin tribe's non-formal education model through the practice of oral traditions. This study uses a descriptive qualitative approach with anthropological research methods through observation, interviews, and documentation studies to complement data collection techniques. This study shows that (1) there are oral tradition values of the Samin tribe indigenous community that originate from various teachings consisting of the Panca Waliko (five prohibitions) Panca Wewaler (five restrictions) and Panca Piniten (five guideline) systems that teach virtues such as politeness, responsibility, honesty, and caring (2) The Samin tribe's indigenous community implements a non-formal education system based on local wisdom through oral traditions conveyed through direct advice, philosophical expressions, and customary teachings taught within the family, community, and traditional leadership to shape the character of the community and as a guideline for the source of living knowledge

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai nilai tradisi lisan yang dipraktikan komunitas Suku Samin, Blora dan menganalisis model pendidikan nonformal Suku Samin melalui praktik tradisi lisan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi sebagai pelengkap teknik pengumpulan data. Penelitian ini menunjukan bahwa (1) terdapat nilai nilai tradisi lisan komunitas adat Suku Samin yang berasal dari berbagai ajaran yang terdiri atas sistem Panca Waliko ( lima pantangan) Panca Wewaler ( lima larangan) dan Ponco Pinten (lima pedoman) yang mengajarkan nilai kebajikan seperti kesopanan, tanggungjawab, kejujuran, dan kepedulian (2) Komunitas adat Suku Samin menjalankan sistem pendidikan nonformal  berbasis kearifan lokal melalui tradisi lisan yang disampaikan melalui model wejangan langsung, ungkapan filosofis, serta petuah adat yang diajarkan dalam ranah keluarga, masyarakat dan kepemimpinan adat untuk membentuk karakter masyarakat juga sebagai pedoman dalam sumber pengetahuan hidup.

Downloads

Published

2026-04-21

Issue

Section

Articles