Profil Pemahaman Guru PAI SD Terhadap Penggunaan AI
DOI:
https://doi.org/10.17977/wsd.v33i2.3349Keywords:
pendidikan dasar, literasi digital, kecerdasan buatan, guru PAIAbstract
Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah menghadirkan transformasi signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk pada proses pembelajaran berbasis nilai di sekolah dasar. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dituntut untuk tidak hanya memahami fungsi teknologi, tetapi juga mengintegrasikan etika keislaman dalam penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan profil pemahaman dan sikap guru PAI sekolah dasar terhadap penggunaan AI dalam konteks pendidikan dasar. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan melibatkan 56 guru PAI pada salah satu kecamatan di Kota Malang sebagai responden. Instrumen penelitian berupa tes yang memuat tiga dimensi utama: literasi teknologi AI, etika keislaman, dan kesiapan implementatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki tingkat literasi AI yang tinggi, khususnya dalam mengenali aplikasi pembelajaran seperti ChatGPT dan Canva AI (rata-rata persentase jawaban benar 98,21%). Namun, pemahaman terkait prinsip etika Islam seperti amanah masih tergolong sedang (rata-rata 76,78%). Sementara itu, kesiapan reflektif dan tindak lanjut pasca penggunaan AI menunjukkan kecenderungan moderat. Temuan ini menunjukkan bahwa penguasaan teknis guru PAI telah baik, tetapi integrasi nilai spiritual dan kemampuan reflektif masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan literasi digital yang tidak hanya menekankan aspek teknologi, tetapi juga memperkuat dimensi etika dan nilai-nilai Islam dalam pendidikan berbasis AI.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ibrahim Sani Ali Manggala, Bella Pramudya Lestari, Ryan Handika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





