Edukasi Seksual Sejak Dini: Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual melalui Penyuluhan di SDN Sempu 2 Kota Serang
DOI:
https://doi.org/10.17977/um050v8i22025p230-236Keywords:
Pendidikan seksual usia sekolah, Kesehatan reproduksi anak, Pencegahan kekerasan seksualAbstract
Program pendidikan seksual (sex education) yang dilaksanakan di SD Negeri Sempu 2 Kota Serang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan siswa kelas 6 (usia 11-13 tahun) mengenai kesehatan reproduksi, privasi tubuh, dan pencegahan kejahatan seksual di era digital. Latar belakang program dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena perilaku pacaran dini dan indikasi child grooming yang dipengaruhi penggunaan gawai tanpa pengawasan. Metode pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif edukatif melalui dua pertemuan, yang meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan penggunaan media visual. Evaluasi program dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test, serta angket respon peserta. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang signifikan, dengan rata-rata nilai post-test (85,42) meningkat 28,64 poin dari pre-test (56,78). Sebanyak 92% peserta menyatakan lebih memahami konsep tubuh pribadi, batasan privasi, dan langkah-langkah perlindungan diri. Analisis pembahasan mengungkap bahwa keberhasilan program didukung oleh metode pembelajaran yang adaptif, kolaborasi dengan pihak sekolah, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu dan kesulitan mempertahankan fokus peserta, yang memberikan masukan berharga untuk perbaikan program serupa di masa depan. Program ini tidak hanya berhasil meningkatkan literasi kesehatan reproduksi siswa, tetapi juga membentuk perilaku protektif dan keberanian untuk melaporkan tindakan tidak nyaman. Rekomendasi yang diajukan antara lain integrasi materi serupa ke dalam kurikulum sekolah, pelibatan orang tua secara sistematis, dan pengembangan media pembelajaran yang lebih interaktif. Program ini membuktikan bahwa pendidikan seksual yang terstruktur dan sesuai usia dapat menjadi strategi efektif untuk mencegah kekerasan seksual pada anak di lingkungan sekolah dasar.References
Ansell, C., & Gash, A. (2017). Collaborative platforms as a governance strategy. Journal of Public Administration Research and Theory, 28(1), 16–32. https://doi.org/10.1093/jopart/mux003
Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.
Direktorat Sekolah Dasar. (2020). Buku panduan pelaksanaan pendidikan kesehatan reproduksi di SD. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Edmondson, A. C. (2018). The fearless organization: Creating psychological safety in the workplace for learning, innovation, and growth. Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.
Federal Centre for Health Education (BZgA). (2010). Standards for sexuality education in Europe. Federal Centre for Health Education (BZgA).
Global Partnership to End Violence Against Children. (2021). Safe to Learn: Protecting children in and through schools. End Violence Against Children. https://www.end-violence.org/safe-to-learn
Goldfarb, E. S., & Lieberman, L. (2021). Three decades of research: The case for comprehensive sex education. Journal of Adolescent Health, 68(1), 13–27. https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2020.07.036
Hidayah, N. (2023). Effectiveness of peer-led sexuality education in Indonesian elementary schools. Journal of Child and Adolescent Health, 7(2), 45–59.
Imana, A., Divianda, G., Wijaya, S, U., Ardiani, S, R., Eldhini, G., Syaiful, S, Q., Yuliana. (2025). Psikoedukasi pencegahan pelecehan dan kekerasan seksual pada anak usia sekolah dasar sebagai upaya preventif dan perlindungan dini: pengabdian mahasiswa KKN UNP di SDN 09 Bancah Maninjau. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 3(4), 4398–4403. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.1061
Kurniawati, F. (2023). Role-playing as a method for preventing child sexual abuse: A quasi-experimental study. Journal of Early Childhood Education, 11(3), 112–125.
Munawaroh, S., Wijaya, A. P., Nafis, I., Patricia, I., Widiyanti, R. P., Ardiansyah, F., & Fauziah, M. (2024). Pentingnya Penerapan Sex Education dalam Upaya Pencegahan Pelecehan Seksual Terhadap Anak Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 8(1), 747–761. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i1.7171
Pratiwi, D. (2022). Stakeholder engagement in school-based reproductive health education. Indonesian Journal of Educational Research, 15(1), 78–92.
Putri, F. K. A., Fakhruddin, F., & Utomo, U. (2020). The Effectiveness of Learning Media to Introduce Sex Education among Early Childhood. Journal of Primary Education, 9(1), 72-7. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jpe/article/view/36049.
Sari, M. (2024). Cultural barriers in sexuality education: A phenomenological study in Banten Province. Journal of Culture and Health, 8(2), 33–47.
Ulya, M., Fiqih, W, M., Mutaena, D., Farhana, F., Rochman, M, I., Rif’iyati, D. (2023). Penyuluhan pencegahan tindakan kekerasan seksual pada anak di SD Negeri Babakan. Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi untuk Negeri, 2(4), 10–17. https://doi.org/10.58192/sejahtera.v2i4.1250
UNESCO. (2009). International technical guidance on sexuality education: An evidence-informed approach for schools, teachers and health educators. UNESCO. https://www.unesco.org/aids
UNICEF. (2022). Every child protected: Annual report 2022. UNICEF. https://www.unicef.org/reports/every-child-protected-annual-report-2022
Walker, J., & Milton, J. (2023). Preventing online grooming through school-based interventions. Child Abuse & Neglect, 136, 105–118. https://doi.org/10.1016/j.chiabu.2023.105118
Witasari, R. (2024). Sex education for elementary school children in Indonesia: Bibliometric analysis in 2021–2024. International Journal of Basic Educational Research, 1(2), 41–51. https://doi.org/10.14421/ijber.v1i2.9644
World Health Organization (WHO). (2010). Standards for sexuality education in Europe: A framework for policy makers, educational and health authorities and specialists. WHO Regional Office for Europe. https://www.bzga-whocc.de/fileadmin/user_upload/WHO_BZgA_Standards_English.pdf
World Health Organization (WHO). (2023). Global Accelerated Action for the Health of Adolescents (Global AA-HA!) 2.0: What is new and how countries can use the guidance. WHO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Fitri Pertiwi, Herlina Siregar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




