Pendekatan Gamifikasi dalam Edukasi Pemilahan Sampah untuk Meningkatkan Perilaku Pro-Lingkungan Anak Usia Dini di Desa Dauh Puri Kauh

Authors

  • Athaya Falisha Mumtaz Universitas Pendidikan Nasional
  • Kadek Devi Kalfika Anggria Wardani Universitas Pendidikan Nasional
  • Anak Agung Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda Universitas Pendidikan Nasional
  • Anak Agung Ngurah Restu Gautama Universitas Pendidikan Nasional

DOI:

https://doi.org/10.17977/um050v9i22026p103-113

Keywords:

Anak usia dini, Gamifikasi, Pembelajaran berbasis pengalaman, Pemilahan sampah, Perilaku pro-lingkungan

Abstract

Pengelolaan sampah masih menjadi permasalahan lingkungan kritis di Indonesia, namun program pemilahan sampah terstruktur di lembaga pendidikan anak usia dini masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan mengembangkan serta mengimplementasikan pendekatan gamifikasi manual melalui aktivitas gunting-tempel "Detektif Sampah" untuk meningkatkan pengetahuan pemilahan sampah anak usia dini. Menggunakan pendekatan Penelitian Aksi Partisipatif  yang diintegrasikan dengan model Pembelajaran Berbasis Pengalaman dan Pembelajaran Berbasis Pelayanan, program ini melibatkan 45 anak usia 5-6 tahun dan 10 guru di TK Sentana Kumara, Desa Dauh Puri Kauh. Intervensi terdiri atas sesi edukasi dan permainan tempel gambar yang di dalamnya anak-anak mengklasifikasikan sepuluh jenis sampah ke dalam kategori organik dan anorganik melalui aktivitas menggunting dan menempel. Hasil program menunjukkan rata-rata ketepatan klasifikasi sampah sebesar 95%  dengan satu kelompok meraih nilai sempurna 100%. Anak-anak mengalami perubahan nyata dari penerima informasi pasif menjadi “detektif sampah aktif” yang mampu menunjukkan perilaku pro-lingkungan spontan. Guru memberikan respons positif terhadap metode ini karena mudah direplikasi, tidak bergantung pada perangkat digital, dan menggunakan bahan murah. Program ini menyimpulkan bahwa gamifikasi manual efektif meningkatkan pengetahuan pemilahan sampah anak usia dini sekaligus berkontribusi secara spesifik pada SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui peningkatan kesadaran dan perilaku pemilahan sampah, serta SDG 4, SDG 11, dan SDG 17, sehingga menyediakan model yang dapat direplikasi untuk pendidikan lingkungan di lembaga pendidikan anak usia dini.

References

Borg, F., & Samuelsson, I. P. (2022). Sustainability in early childhood education: A matter of content and values. Early Child Development and Care, 192(7), 1097–1108. https://doi.org/10.1080/03004430.2020.1843436

Daniati. (2020). Peningkatan keterampilan anak usia dini melalui aktivitas bermain berbasis experiential learning. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 891–900. https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i2.478

Davis, J. M., Elliott, S., & Ärlemalm-Hagsér, E. (2024). Early childhood education for sustainability: A transformative agenda for social and emotional learning. In International perspectives on early childhood education and development (Vol. 42, pp. 15–32). Springer.

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali. (2023). Laporan pengelolaan sampah Provinsi Bali tahun 2023. Pemerintah Provinsi Bali.

Fahrudi, E. A., & Setyawan, D. (2023). Pengembangan model pembelajaran berbasis gamifikasi untuk pendidikan lingkungan hidup di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 8(1), 45–58.

García-Alvarado, S., Arreguín, M. G., & Ruiz-Escalante, J. A. (2022). Young children's co-construction of the zone of proximal development through responsive interactions. Early Childhood Education Journal, 50(4), 621–632. https://doi.org/10.1007/s10643-021-01180-7

Hidayattullah, M. R., Rachman, A., & Prasetyo, D. (2023). Teori perkembangan kognitif Piaget dan implementasinya dalam pembelajaran anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 12(1), 23–35.

Hoffmann, S., & Pfeiffer, A. (2022). Gamification for sustainable behavior: Evidence from experimental studies. In S. Lim, K. Tan, & S. Wong (Eds.), Gamification in environmental education (pp. 45–67). Springer.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2024). Laporan kinerja pengelolaan sampah nasional tahun 2023. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice Hall.

Lim, S. L., Tan, K. H., & Wong, S. Y. (2024). Gamification in environmental education: A systematic review of applications in energy efficiency and climate change. Environmental Education Research, 30(2), 189–208. https://doi.org/10.1080/13504622.2023.1234567

Lucia, L., & Musa, S. (2022). Pemahaman guru tentang tahapan perkembangan kognitif anak usia dini. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Anak Usia Dini, 7(2), 112–124.

Luković, S., Jovanović, O., & Pavlović, Z. (2022). Affective-motivational scaffolding as a predictor of preschool children's developmental outcomes: A longitudinal study. Early Child Development and Care, 192(8), 1245–1258. https://doi.org/10.1080/03004430.2021.1872543

Luo, W., & Li, H. (2023). Teachers' environmental attitudes and their influence on children's conservation behaviors: A meta-analysis. Environmental Education Research, 29(3), 341–360. https://doi.org/10.1080/13504622.2022.2089654

Mardiani, R., Hidayat, A., & Nugroho, A. (2024). Faktor eksternal pembentuk perilaku pro-lingkungan anak usia 6–12 tahun: Sebuah kajian sistematis. Jurnal Pendidikan Lingkungan Indonesia, 12(1), 55–70.

Mendoza, A., García, P., & Torres, R. (2023). Children as agents of change: The spillover effect of environmental education on family behavior. Journal of Environmental Education, 54(2), 89–105. https://doi.org/10.1080/00958964.2022.2134567

Muhammad Sofi. (2021). Penerapan gamifikasi dalam meningkatkan motivasi belajar anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 156–168.

Spiteri, J. (2021). Young children's understanding of environmental protection: A qualitative study. International Journal of Early Childhood, 53(3), 289–305. https://doi.org/10.1007/s13158-021-00297-5

Sucipto, A., & Mahendra, I. W. (2023). Tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilahan sampah di Kota Denpasar. Jurnal Lingkungan Hidup Bali, 5(1), 12–25.

Wang, L., & Chen, X. (2023). Non-digital gamification for young children: A systematic review. Early Childhood Education Journal, 51(3), 487–501. https://doi.org/10.1007/s10643-022-01356-2

Watt, A., & Frydenberg, E. (2024). Nature-based early childhood education for sustainability: Impact on social-emotional development. Journal of Environmental Education, 55(1), 42–58. https://doi.org/10.1080/00958964.2023.1234567

Yetra, L., Gustina, G., & Afnita, A. (2020). Pelaksanaan model experiential learning di lembaga pendidikan anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 901–910. https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i2.479

Zhang, Y., & Liu, X. (2024). Gamification elements in environmental education for children: A meta-analysis. Journal of Environmental Psychology, 83, 101872. https://doi.org/10.1016/j.jenvp.2024.101872

Downloads

Published

31-05-2025

How to Cite

Mumtaz, A. F., Wardani, K. D. K. A., Gorda, A. A. N. E. S., & Gautama, A. A. N. R. (2025). Pendekatan Gamifikasi dalam Edukasi Pemilahan Sampah untuk Meningkatkan Perilaku Pro-Lingkungan Anak Usia Dini di Desa Dauh Puri Kauh. Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(2), 103–113. https://doi.org/10.17977/um050v9i22026p103-113

Issue

Section

Articles