Pemberdayaan Semangat Toleransi Beragama dalam Komunitas Pelayanan Dialog Antar-Agama

Authors

  • Yulius Rustan Effendi Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Keywords:

empowerment, religious tolerance, community for inter-religious dialogue, pemberdayaan, toleransi beragama, komunitas dialog antar umat beragama

Abstract

Abstract: The aim is to develop broad insights and understanding, to form tolerant behavior that is shown through concrete actions that support the creation of a safe, peaceful, harmonious life in an integrative society based on multiculturalism values. This tolerant life empowerment activity is a real effort to overcome various forms of conflict due to intolerance in society. The method used in this community service activity is the socialization of empowerment (lectures) and simulations (dialogue/fraternal sharing and real action) guided by the speakers. The subjects in this empowerment activity are the people who join the Inter-religious Dialogue Service Community, especially the Inter-religious Dialogue Service Community of St. Ignasius Loyola in the Kepanjen Parish area, Malang, with a total of 80 participantsAs a result of this empowerment of religious tolerance, the community has broad knowledge and understanding regarding the importance of a safe and harmonious life, and is able to build an open and adaptive culture of religious tolerance.

Abstrak: Tujuannya untuk mengembangkan wawasan pengetahuan dan pemahaman yang luas, membentuk perilaku yang toleran yang ditunjukkan melalui aksi nyata yang mendukung terciptanya kehidupan yang aman, damai, harmonis dalam masyarakat yang integratif berbasis nilai-nilai multikulturalisme. Kegiatan pemberdayaan kehidupan yang toleran ini merupakan upaya nyata untuk mengatasi berbagai bentuk konflik akibat sikap intoleransi di masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah sosialisasi pemberdayaan (ceramah) dan simulasi (dialog/shering persaudaraan dan aksi nyata) yang dipandu oleh pemateri. Subjek dalam kegiatan pemberdayaan ini adalah masyarakat yang bergabung dalam Komunitas Pelayanan Dialog Antar-agama, khususnya Komunitas Pelayanan Dialog Antar-Agama St. Ignasius Loyola dalam wilayah Paroki Kepanjen, Malang, yang berjumlah 80 peserta. Hasil kegiatan pemberdayaan hidup toleransi beragama ini, dimana masyarakat memiliki pengetahuan dan pemahaman yang luas terkait pentingnya kehidupan yang aman dan harmonis, serta mampu membangun budaya toleransi beragama yang terbuka dan adaptif.

Downloads

Published

30-10-2023

How to Cite

Effendi, Y. R. (2023). Pemberdayaan Semangat Toleransi Beragama dalam Komunitas Pelayanan Dialog Antar-Agama. Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 143–149. Retrieved from https://journal-fip.um.ac.id/index.php/pedagogi/article/view/549

Issue

Section

Articles