Pendidikan dan Pelatihan Teknik Pendukung Konseling Model KIPAS pada Perantau Akademik dan Guru BK Malang Raya

Authors

  • Andi Mappiare Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um050v2i32019p135-140

Keywords:

kearifan lokal, konseling model KIPAS, teknik komunikasi

Abstract

Kegiatan ini merupakan kegiatan pendidikan dan pelatihan teknik-teknik pendukung KIPAS pada para perantau akademik dan Guru BK se-Malang Raya sebagai kelanjutan dari sosialisasi dan percepatan pelaksanaan konseling berbasis budaya Model KIPAS (Konseling Intensif, Progresif dan Adaptif terhaap Struktur). Kegiatan dilakukan melalui teknik ekspositori, tanya-jawab, dan FGD. Strategi pelatihan adalah melalui modeling dan simulasi. Hasil kegiatan ini adalah: keberhasilan kegiatan yang dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan keterampilan pada subjek sasaran; diperolehnya keterangan deskriptif mengenai tingkat kepuasan peserta pelatihan adalah sebagian besar menyatakan bahwa model ini sangat memuaskan. Penulis menyarankan agar para Guru BK dapat memanfaatkan peluang-peluang pelatihan keterampilan teknik yang disediakan oleh pengembang Konseling Model KIPA, dan agar pengurus MGBK Provinsi Jawa Timur dan se-Jabodetabek, bahkan MGBK seluruh Indonesia, dapat memerakarsai, mengelola, dan merealisasikan pelatihan-pelatihan teknik pendukung KIPAS pada wilayah masing-masing.

References

DePorter, B., Reardon, M., Singer, S., & Nourie, (1999). Quantum Teaching: Orchestrating student success. Boston: Allyn and Bacon.

Gibson, J. (1987). Counselling Skills – Intermediate: A Workshop Manual. (Online), Tersedia tanggal 16 November 2016, pada http://www.donpugh.com/Psych%20Interests/counselling/COUNSELLING% 20SKILLS.pdf

Hanson, R. (2015). Just One Thing: Grow a Key Inner Strength. (Online), Tersedia pada 20 Februari 2017, http://greatergood.berkeley.edu/article/item/just_one_thing_grow_a_key_inner_strength.

Luddin, A.B.M. (2014). Atribut Konselor dan Resistensi Pelajar dalam Konseling. Jurnal Ilmu Pendidikan. 20(2), 226-232.

Magyar-Moe, J.L., Owens,R.L. & Conoley, C.W. (2015). Positive Psychological Interventions in Counseling: What Every Counseling Psychologist Should Know. The Counseling Psychologist, 43(4) 508–557. DOI: 10.1177/0011000015573776 tcp.sagepub.com

Mappiare-AT., A. (2007). Partisipasi Masyarakat terhadap Sekolah: Kasus Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan. Dalam Sanapiah Faisal, dkk. (Eds.), Partisipasi Masyarakat terhadap Sekolah: Pelajaran dari Lapangan untuk Mewujudkan Visi Direktorat Pembinaan SMP (132 – 182). Malang: Penerbit Universitas Negeri Malang (UM Press).

Mappiare-AT., A. (2013). Martabat Konselor Indonesia dalam Falsafah dan Kinerja Model KIPAS: Konseling Intensif Progresif Adaptif Struktur. Prosiding Seminar Internasional Konseling hlm. 37 – 46. Denpasar, 14-16 November.

Mappiare-AT., A. (2017). Meramu Model Konseling Berbasis Budaya Nusantara: KIPAS (Konseling Intensif Progresif Adaptif Struktur). Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Budaya Konseling pada Fakultas Ilmu Pendidikan, disampaikan pada Sidang Terbuka Senat Universitas Negeri Malang tanggal 28 Februari.

Patterson, C.H. (2004). Do We Need Multicultural Counseling Competencies?. Journal of Mental Health Counseling, 26(1), 67-73.

Patterson, C.H. (1996). Multicultural Counseling: From Diversity to Universaliry. Journal of Counseling and Development, 74, 227-231.

Pattoni, L. (2012). Strengths-based approaches for working with individuals. (Online), Tersedia tanggal 16 November 2016, pada https://www.iriss.org.uk/resources/insights/strengths-based-approaches-working-individuals.

Prayitno. (1998). Konseling Pancawaskita. (Online). (http://labkonselingumk.blogspot.com /2012/ 09/ konseling-pancawaskita.html#comment-form), diakses 23 Maret 2013.

Remer, B. (2007). Reflecive Practice. Dalam Mel Silberman (Ed.), The Handbook of Experiential Learning.San Francisco, CA.: John Wiley & Sons, Inc.

Sasson, R. (2017). Developing Your Inner Strength Is within Your Reach. (Online), Tersedia 20 Februari 2017, pada http://www.successconsciousness.com/inner-strength.htm

Scheel, M.J., Davis, C.K. & Henderson, J.D., (2012). Therapist Use of Client Strengths: A Qualitative Study of Positive Processes. The Counseling Psychologist, 1-36. DOI: 10.1177/0011000012439427 http://tcp.sagepub.com

Silberman, M. (2007). The Handbook of Experiential Learning. San Fransisco: John Wiley & Sons.

Sprinthall, N. A., Peace, S. D. & Kennington, P. A. D. (2001). ‘Cognitive Developmental Stage Theories for Counseling. Dalam Locke, D. C., dan Myers, J. E., dan Herr., E. L. (Eds.). The Handbook of Counseling. Thousand Oaks, London: Sage Publications.

News editor, (2015). Building Inner Strengths: Mindfulness as a catalyst for professional growth for educators. (Online), Tersedia tanggal 20 Februari 2017, pada https://www.gse.harvard.edu/ news/uk/15/11/building-inner-strengths.

Xie, H. (2013). Strengths-Based Approach for Mental Health Recovery. Iran J Psychiatry Behav Sci. 2013 Autumn-Winter; 7(2): 5–10. (Online), Tersedia pada https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3939995/

Downloads

Published

30-10-2019

How to Cite

Mappiare, A. (2019). Pendidikan dan Pelatihan Teknik Pendukung Konseling Model KIPAS pada Perantau Akademik dan Guru BK Malang Raya. Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(3), 135–140. https://doi.org/10.17977/um050v2i32019p135-140

Issue

Section

Articles