Piwulang Jati Diri: Peningkatan Kemandirian Ekonomi dan Well Being Eks-ODGJ Komunitas Danakirti Desa Wonorejo Melalui Diversifikasi Produk Batik

Authors

  • Tutik Haryanti Universitas Negeri Malang
  • Andiani Salsa Sabrina Universitas Negeri Malang
  • Dimas Bagus Firmandy Universitas Negeri Malang
  • Dinda Putri Abadi Universitas Negeri Malang
  • Halimatus Sa’diyah Universitas Negeri Malang
  • Salsabila Azkia Syaifudin Universitas Negeri Malang
  • Nur Izza Vania Universitas Negeri Malang
  • Vanesa Kusuma Putri Universitas Negeri Malang
  • Grace Triana Kristianty Universitas Negeri Malang
  • Kuntum Kinanthi Putri Universitas Negeri Malang
  • Henny Kusdiyanti Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um050v8i12025p88-97

Keywords:

Diversifikasi produk batik, Eks ODGJ, Kemandirian ekonomi, Kesejahteraan, Komunitas Danakirti

Abstract

Upaya dalam memberikan kesejahteraan pada eks-ODGJ di Desa Wonorejo masih terus dilakukan salah satunya adalah pembentukan komunitas Danakirti yang peduli pada well-being eks-ODGJ. Akan tetapi, kendala utama eks-ODGJ ini adalah stigma negatif masyarakat, kurangnya stabilitas mental, dan rendahnya tingkat pendidikan yang menyebabkan sulitnya memiliki pekerjaan dan penghasilan. Tim Piwulang menggagas inovasi program yang bernama Piwulang Jati Diri. Piwulang Jati Diri merupakan sebuah inisiatif program sociopreneur yang dirancang untuk meningkatkan well-being dan kemandirian ekonomi pada eks-ODGJ dan Komunitas Danakirti di Desa Wonorejo, Kabupaten Malang. Metode pelaksanaan program, yaitu dengan 6P, meliputi tahap persiapan, persiapan bahan, pengenalan, pelatihan, penutupan, dan pelaporan. Program unggulan Piwulang Jati Diri ini yaitu pelatihan pengembangan diri yakni Piwulang Bahagia, dan pelatihan peningkatan ekonomi meliputi Piwulang Re-branding, Piwulang Re-packaging, dan Piwulang Re-positioning. Hasil dari program ini terjadinya peningkatan keterampilan dan well-being eks-ODGJ serta Komunitas Danakirti melalui diversifikasi produk batik cap skeleton daun dengan perpaduan teknik ciprat. Selain itu, terciptanya kemandirian ekonomi melalui pemasaran produk secara digital

References

Afriyanti, A., Sundari, R. I., & Rahmawati, A. N. (2021). Gambaran peran perawat dalam penanganan gangguan jiwa melalui program DSSJ (Desa Siaga Sehat Jiwa) di wilayah eks Kawedanan Ajibarang. Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 1544–1553.

Aini, N., Kusumawardani, H., & Nafiah, A. (2023). Pengembangan motif menggunakan cap dari bambu (batik cap) di Batik Ciprat eks ODGJ Desa Wonorejo. Martabe: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(8), 2894–2902.

Ameylinda, V., Amelia, S., Agustin, D., Fitria, V., Studi Pendidikan Ekonomi, P., & Sriwijaya, U. (2024). Analisis industri kreatif sebagai fashion melalui inovasi batik di empat kota Jawa Tengah. Journal of Business Technology and Economics, 1(3), 103–113. Retrieved from https://jateng.inews.id/

Bahrudin, M. L., Fauziah, S. M., & Aulia, H. N. (2024). Terapi okupasi jiwa untuk ODGJ melalui batik ecoprint dan batako MAN 2 Kota Madiun. Indonesian Journal of Community Engagement (IJCE), 5(2), 160–168.

BKKBN. (2022). Pelayanan Posyandu Jiwa Gardu Sawah Kampung KB Kendedes Desa Wonorejo. Retrieved from https://kampungkb.bkkbn.go.id/kampung/4690/intervensi/473696/pelayanan-posyandu-jiwa-gardu-sawah-kampung-kb-kendedes-desa-wonorejo

Chaizuran, M., & Hernita, H. (2023). Terapi okupasi pelatihan pembuatan keset kaki sebagai upaya meningkatkan kemandirian dan produktivitas eks-ODGJ di Puskesmas Banda Sakti. JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 165–171. https://doi.org/10.51771/jukeshum.v3i2.530

Dewi, M. A. (2020). Pelatihan etika bisnis dan pembukuan sederhana pelaku UMKM di Kelurahan Klampis Ngasem Surabaya. Jurnal Ilmiah Pangabdhi, 6(2), 49–52. https://doi.org/10.21107/pangabdhi.v6i2.7476

Ebrahim, O. S., Al-Attar, G. S. T., Gabra, R. H., & Osman, D. M. M. (2020). Stigma and burden of mental illness and their correlates among family caregivers of mentally ill patients. Journal of the Egyptian Public Health Association, 95, 1–9.

Hadriyati, A., Andriani, L., & Melyawati, M. (2023). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dalam penggunaan obat psikotropika di Puskesmas X Kota Jambi. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(5), 3779–3789.

Hanif, M., Samsiyah, N., Saeroji, H., & Hidayati, N. (2023). Pemberdayaan penderita gangguan jiwa melalui pelatihan kerajinan anyaman bambu untuk meningkatkan kemandirian. Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti, 4(3), 542–552. https://doi.org/10.38048/jailcb.v4i3.2008

Hidayah, B., Hendrijanto, K., Poerwanti, S. D., Santoso, B., & Puspito, A. N. (2023). Proses rehabilitasi sosial orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) pasca pasung di Unit Pelaksanaan Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Laras Kediri. Multidisciplinary Journal, 6(1), 1–9.

Jha, S. K., Bhawe, N., & Satish, P. (2021). Scaling social enterprises through product diversification. Sustainability, 13(21), 11660.

Kasyfillah, M. H. (2022). Efektivitas pelatihan keterampilan kerja untuk meningkatkan produktivitas bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ): Literatur review. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas, 4(2), 9–20. https://doi.org/10.23969/humanitas.v4i2.4943

Maharani, D. A., & Hasibuan, R. R. (2024). Peningkatan kemampuan pemasaran digital pada UMKM di Desa Sumbang Purwokerto untuk meningkatkan daya saing dan jangkauan pasar. Abdi Makarti, 3(2), 130–141.

Mutiara, A. (2024). 10 besar negara pasar ekspor batik Indonesia, ada AS & Jepang. CBC Indonesia. Retrieved from https://www.cnbcindonesia.com/research/20231002123159-128-477038/10-besar-negara-pasar-ekspor-batik-indonesia-ada-as-jepang#:~:text=Menilik%20data%20Badan%20Pusat%20Statistik.

Rahmi, K. H., Supriatna, E., Hartini, R., Andayani, R., Vonika, N., Fahrudin, A., Bhayangkara, U., Raya, J., Kesejahteraan, P., & Bandung, S. (2024). Layanan pertolongan pertama psikologi bagi keluarga dengan anggota ODGJ di Desa Jambenenggang, Kab. Sukabumi. Jurnal Pengabdian Multidisiplin, 4(2019), 1–9.

Romanti. (2023). Menilik sejarah batik, salah satu duta budaya Indonesia. Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Retrieved from https://itjen.kemdikbud.go.id/web/menilik-sejarah-batik-salah-satu-duta-budaya-indonesia/

Rosdiana, Y., Hastutiningtya, W. R., & Trishinta, S. M. (2022). Senam sehat jiwa dalam peningkatan kesejahteraan psikologis orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di wilayah Puskesmas Bantur Kabupaten Malang. Jurnal Salingka Abdimas, 2(2), 169–172. https://doi.org/10.31869/jsam.v2i2.3838

Rubiyanto, R., & Maridjo, M. (2022). Membangun sistem perlindungan hukum motif batik sebagai produk kearifan Indonesia. Cita Hukum Indonesia, 1(2), 87–102. https://doi.org/10.57100/jchi.v1i2.16

Sari, N. E. (2022). Pemberdayaan ekonomi eks-ODGJ melalui farming daily activities. Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement, 3(2), 261–273

Downloads

Published

25-05-2025

How to Cite

Haryanti, T., Sabrina, A. S., Firmandy, D. B., Abadi, D. P., Sa’diyah, H., Syaifudin, S. A., Vania, N. I., Putri, V. K., Kristianty, G. T., Putri, K. K., & Kusdiyanti, H. (2025). Piwulang Jati Diri: Peningkatan Kemandirian Ekonomi dan Well Being Eks-ODGJ Komunitas Danakirti Desa Wonorejo Melalui Diversifikasi Produk Batik. Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(1), 88–97. https://doi.org/10.17977/um050v8i12025p88-97

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)