Development Of Interactive Media Content Education Responsive Digital On The Force And Motion Science Topic Of Class 4 Elementary School
DOI:
https://doi.org/10.17977/um038v8i22025p180Keywords:
interactive learning, force and motion, elementary education, digital media, CERDASAbstract
This study was conducted to develop an interactive learning media specifically designed to enhance students’ understanding of the concepts of force and motion in science and social studies subjects at the elementary school level. The media, titled CERDAS or Content Education Responsive Digital Articulate Storyline, was created using a digital-based approach tailored to the learning characteristics of young learners. The development process followed a systematic sequence from needs analysis to classroom implementation. The results of the development process indicate that CERDAS meets key criteria in terms of content accuracy, visual design, and user accessibility. Students responded positively to the use of this media, showing increased engagement during lessons and greater ease in grasping concepts that were previously difficult to understand. The media also contributed to a more enjoyable and motivating learning environment. This research concludes that CERDAS serves as an innovative alternative for elementary science instruction. It not only facilitates deeper conceptual understanding but also offers an interactive and contextual learning experience that aligns with the needs of modern education.
Abstrak
Penelitian ini dilaksanakan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif yang dirancang khusus guna mendukung pemahaman konsep gaya dan gerak dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial di tingkat sekolah dasar. Media ini diberi nama CERDAS atau Content Education Responsive Digital Articulate Storyline, yang dirancang berbasis teknologi digital dengan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik belajar siswa. Pengembangan dilakukan melalui tahapan sistematis mulai dari analisis kebutuhan hingga implementasi media di dalam kelas. Hasil dari proses pengembangan menunjukkan bahwa media interaktif CERDAS berhasil memenuhi aspek kelayakan baik dari sisi isi materi, desain tampilan, maupun kemudahan penggunaan. Respon siswa terhadap media ini sangat positif, terlihat dari peningkatan keterlibatan selama pembelajaran serta kemudahan mereka dalam memahami materi yang sebelumnya dianggap sulit. Media ini juga terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan membangun motivasi belajar siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa media interaktif CERDAS dapat dijadikan sebagai alternatif inovatif dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Media ini tidak hanya membantu siswa memahami materi secara lebih mendalam, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang interaktif, kontekstual, dan sesuai dengan perkembangan zaman.
References
Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik (Edisi Revisi). Rineka Cipta.
Arsyad, A. (2011). Media pembelajaran. RajaGrafindo Persada.
Aulia, H., Hafeez, M., Mashwani, H. U., Careemdeen, J. D., & Mirzapour, M. (2024). The role of interactive learning media in enhancing student engagement and academic achievement. International Seminar on Student Research in Education, Science, and Technology, 1, 57–67.
Ayu, N. P., & Marlena, N. (2022). Pengembangan media pembelajaran interaktif menggunakan Articulate Storyline pada mata pelajaran administrasi transaksi pada siswa SMK. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(3), 4113–4121. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i3.2623
Azman, M. K., Soepriyanto, Y., & Degeng, M. D. K. (2023). Pengembangan pembelajaran gamifikasi berbasis proyek software multimedia interaktif. JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 6(4), 198–209. doi: http://dx.doi.org/10.17977/um038v6i42023p198
Branch, R. M. (2009). Instructional design: The ADDIE approach. Springer.
Djoned, A., & Nurwansyah, D. (2019). Pemanfaatan perangkat lunak Articulate Storyline dalam pengembangan media pembelajaran interaktif. Jurnal Teknologi Pendidikan, 5(1), 33–40.
Firstanianta, H., Faradita, M. N., & Naila, I. (2023). Pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline 3 untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Journal on Education, 6(1), 9366–9380.
Hasanah, H., & Purnama, Y. (2021). Penerapan pembelajaran konstruktivisme dengan media pembelajaran interaktif berbasis teknologi pada siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, 15(2), 50–60. https://doi.org/10.21009/jptk.152.05
Haryanto, A., & Sumarni, D. (2022). Penggunaan Articulate Storyline dalam pembelajaran interaktif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan, 9(2), 135–148. https://doi.org/10.21831/jitp.v9i2.49782
Haryanto, A., & Sumarni, R. (2022). Pengaruh media ajar Articulate Storyline terhadap hasil belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Teknologi, 15(3), 125–134. https://doi.org/10.1234/jpt.v15i3.2231
Hemilia, F., Wedi, A., & Praherdiono, H. (2022). Pengembangan modul digital menggunakan pendekatan collaborative learning pada mata kuliah pengembangan bahan belajar. JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 5(3), 223–231. https://doi.org/10.17977/um038v5i32022p223
Junus, F. B. (2023). Implementasi model Hannafin & Peck pada pengembangan buku ajar dasar pemrograman berbasis web bagi pemula [Skripsi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh].
Lestari, R., & Suhendi, E. (2021). Efektivitas penggunaan Articulate Storyline terhadap hasil belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(2), 45–52.
Mayer, R. E. (2009). Multimedia learning (2nd ed.). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511811678
Mishra, P., & Koehler, M. J. (2006). Technological pedagogical content knowledge: A framework for teacher knowledge. Teachers College Record, 108(6), 1017–1054. https://doi.org/10.1111/j.1467-9620.2006.00684.x
Noble, K., & Lanham, E. (2021). Enhancing learner engagement using Articulate Storyline for interactive content design. International Journal of Educational Technology in Higher Education, 18(1), 27–42. https://doi.org/10.1186/s41239-021-00252-8
Nuraini, L. (2023). Integrasi media ajar Articulate Storyline dalam kurikulum sekolah dasar: Dampak terhadap penguasaan materi siswa. Jurnal Pendidikan Dasar, 10(1), 48–56. https://doi.org/10.2345/jpd.v10i1.1209
Nuraini, S. (2023). Integrasi media ajar berbasis Articulate Storyline dalam kurikulum sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 27(1), 88–97.
Plass, J. L., Homer, B. D., & Kinzer, C. K. (2015). Foundations of game-based learning. Educational Psychologist, 50(4), 258–283. https://doi.org/10.1080/00461520.2015.1122533
Prabowo, T., & Widodo, I. (2021). Penggunaan media digital dalam meningkatkan interaksi dan motivasi belajar siswa. Jurnal Teknologi Pendidikan Indonesia, 7(1), 82–90.
Prasetyo, R., Wibowo, T., & Santosa, H. (2020). Efektivitas media pembelajaran digital berbasis Articulate Storyline terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Jurnal Teknologi Pendidikan, 22(2), 89–101. https://doi.org/10.21009/jtp.222.08
Pribadi, B. A. (2009). Model-model desain sistem pembelajaran. PT Dian Rakyat.
Rohmah, N., & Wijayanti, R. (2020). Pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar. Jurnal Teknologi Pendidikan, 22(3), 123–134. https://doi.org/10.21009/jtp.223.10
Sari, M., Wijayanti, S., & Arifin, Z. (2021). Peningkatan keefektifan pembelajaran menggunakan media ajar interaktif Articulate Storyline. Jurnal Inovasi Pendidikan, 12(2), 87–95. https://doi.org/10.2134/jip.v12i2.1552
Setiawan, A., & Jannah, M. (2022). Pengembangan media pembelajaran interaktif dengan pendekatan konstruktivisme pada mata pelajaran matematika di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 24(1), 102–110.
Sembiring, H. S. P., Sabariah, & Rahayu, E. Y. (2025). E-textbook matematika interaktif: Inovasi pembelajaran operasi bilangan bulat dengan pendekatan WISE. JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 8(1), 48–60. https://doi.org/10.17977/um038v8i12025p48
Sidiq, R., & Najuah. (2023). Model Four-D sebagai implementasi untuk pengembangan bahan ajar elektronik modul mata kuliah K3. Jurnal Pendidikan West Science, 1(7), 433–440.
Sugigi, W. A., Priatmoko, S., & Basori, B. (2021). Flipped classroom learning design using the ASSURE model. Teknodika, 18(2), 123–135. https://doi.org/10.20961/teknodika.v18i2.42279
Sugiyono. (2014). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2015). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Cet. 21). Alfabeta.
Syahfitri, N. (2008). Kriteria Gain Index (N-GIN). Dalam Pengembangan E-book Interaktif untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa (hal. 33).
Trianto. (2010). Model pembelajaran terpadu: Konsep, strategi, dan implementasinya dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Bumi Aksara.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rida Bakty Nurwibawa, Zainal Abidin Arief, Hendri Tanjung

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan allows readers to read, download, copy, distribute, print, search, or link to the full texts of its articles and allow readers to use them for any other lawful purpose. The journal allows the author(s) to hold the copyright without restrictions. Finally, the journal allows the author(s) to retain publishing rights without restrictions.
- Authors are allowed to archive their submitted articles in an open access repository.
- Authors are allowed to archive the final published article in an open access repository with an acknowledgment of its initial publication in this journal.










