Faktor-Faktor Penghambat Bidang Kerja Sama di Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang Dengan Du/Di pada Tahun 2023

Authors

  • Diah Retno Permatasari Universitas Negeri Malang
  • Laili Hidayati Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang
  • Dwi Astutik Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang
  • Kuntari Ani Syambika Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um027v9i22024p60-67

Keywords:

Business/industries, Cooperation IKU, Faculty of Engineering Universitas Negeri Malang, IKU 6

Abstract

Abstract: The low cooperation between the Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang (UM) with Business/Industries (Dunia Usaha/Dunia Industri, shortened DU/DI) was challenging, i.e. to produce ready-to-work graduates, synergy between universities and DU/DI, and fulfillment of IKU (Indikator Kinerja Utama or Key Performance Indicators) which is an obligation for each university. This study aimed to identify the obstacles that affect the faculty’s 2023 achievement. Quantitative methods with questionnaires to 14 Heads of Study Programs were used to collect data. The results showed that internal barriers (47.62%, dominant in the lack of resources), network weaknesses (28.57%, lack of industry contacts), and information gaps (23.81%, mainly lack of cooperation information) were the main obstacles. To overcome these problems, it was recommended to conduct training for the involved parties (resources development), simplify internal processes, and strengthen the cooperation networks. Thus, it is expected to increase the synergy between higher education and industry, and produce graduates who are more competent and relevant to the needs of the labor market.

Abstrak: Rendahnya tingkat kerja sama antara Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (UM) dan Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI) menjadi tantangan dalam berbagai hal, seperti upaya untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja, sinergi perguruan tinggi dengan DU/DI, dan pemenuhan IKU yang merupakan kewajiban bagi tiap perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat yang mempengaruhi pencapaian kerja sama tersebut pada tahun 2023. Metode kuantitatif dengan kuesioner kepada 14 Ketua Program Studi digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan internal (47,62%, dominan pada kurangnya sumber daya), kelemahan jaringan (28,57%, diwakili oleh minimnya kontak industri), dan kesenjangan informasi (23,81%, dominan pada tidak adanya informasi tentang kerja sama) menjadi kendala utama. Untuk mengatasi masalah ini, disarankan pelaksanaan pelatihan bagi para pihak yang terlibat (perbaikan sumber daya), penyederhanaan proses internal, dan penguatan network kerja sama. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan sinergi antara pendidikan tinggi dan industri, serta menghasilkan lulusan yang lebih kompeten dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

References

Adisasmita, R. (2010). Pembangunan kawasan dan tata ruang (Ed. 1, cet. 1). Graha Ilmu.

Aek Phakiti. (2020). Likert-type scale construction. In The Routledge Handbook of Second Language Acquisition and Language Testing. Routledge.

Albert, C., Davia, M. A., & Legazpe, N. (2023). Educational mismatch in recent university graduates: The role of labour mobility. Journal of Youth Studies, 26(1), 113–135. https://doi.org/10.1080/13676261.2021.1981840

Adit, A. (n.d.). Pentingnya kolaborasi inovasi perguruan tinggi dengan industri. Kompas. https://edukasi.kompas.com/read/2020/10/16/081247371/pentingnya-kolaborasi-inovasi-perguruan-tinggi-dengan-industri

Awasthy, R., Flint, S., Sankarnarayana, R., & Jones, R. L. (2020). A framework to improve university–industry collaboration. Journal of Industry-University Collaboration, 2(1), 49–62. https://doi.org/10.1108/JIUC-09-2019-0016

Diana, D., & Hakim, L. (2020, December 11). Strategi kolaborasi antara perguruan tinggi, industri dan pemerintah: Tinjauan konseptual dalam upaya meningkatkan inovasi pendidikan dan kreativitas pembelajaran di perguruan tinggi. Prosiding Konferensi Nasional Ekonomi Manajemen dan Akuntansi (KNEMA). https://jurnal.umj.ac.id/index.php/KNEMA/article/view/9063/5358

Etzkowitz, H., & Leydesdorff, L. (2000). The dynamics of innovation: From national systems and “Mode 2” to a Triple Helix of university–industry–government relations. Research Policy, 29(2), 109–123. https://doi.org/10.1016/S0048-7333(99)00055-4

Adinata, F. A., Putra, I. G. A. M., & Machmiyana, I. (n.d.). Pengaruh kurikulum, fasilitas, dan kualitas pengajar di pendidikan vokasi terhadap kompetensi lulusan di industri penerbangan Indonesia dibandingkan dengan pendidikan non-vokasi. Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu, 2(7), 232–235.

Fischer, B. B., Schaeffer, P. R., Vonortas, N. S., & Queiroz, S. (2018). Quality comes first: University-industry collaboration as a source of academic entrepreneurship in a developing country. The Journal of Technology Transfer, 43(2), 263–284. https://doi.org/10.1007/s10961-017-9568-x

Ghalib, N., Efendi, M. M., Hamdani, A., Ramadhani, G. D., & Ningrum, N. S. (2024). Kolaborasi: Sinergi universitas, industri, dan pemerintah dalam meningkatkan SDM melalui program pengembangan yang efektif. Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu, 2(10), 145–148.

Herdiansyah, H. (2022). Model dalam penelitian kualitatif. President University.

Daryono, H. (1970). Manajemen kerjasama antara sekolah menengah kejuruan dengan industri. Educational Management, 3(2). https://journal.unnes.ac.id/sju/eduman/article/view/4378

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 115 Tahun 2021 tentang Peruguran Tinggi Negeri Badan Hukum Universitas Negeri Malang.

Le, H. V. (2015). Practices in cooperation between universities and businesses. Semantics Scholar. https://api.semanticscholar.org/CorpusID:166272321

Anatan, L. (2008). Kolaborasi universitas-industri: Tinjauan konseptual mekanisme transfer pengetahuan dari universitas ke industri. Jurnal Manajemen Maranatha, 8(1), 26–37.

Mali, M. G. (2020). Internasionalisasi kampus sebagai strategi perguruan tinggi dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Jurnal Manajemen Publik dan Kebijakan Publik (JMPKP), 2(1). http://jurnal.umb.ac.id/index.php/JMPKP/article/view/4518/2710

Munthe, F., & Mataputun, Y. (2021). Analisis kerjasama sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri dalam meningkatkan mutu lulusan sekolah menengah kejuruan. JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia, 7(4), 586. https://doi.org/10.29210/020211479

Murniati, D. E. (2009). Peran perguruan tinggi dalam triple helix sebagai upaya pengembangan industri kreatif. Seminar Nasional Peran Pendidikan Kejuruan dalam Pengembangan Industri Kreatif. Jurusan PTBB FT UNY, 21.

Nicoara, N. D., Varga, D., Voita-Mekeres, F., Galea-Holhos, L.-B., Andreescu, G., & Costas, L. (2023). Study of basic emotions in the general population using the Likert scale. Pharmacophore, 14(4).

Rokhim, A., & Fatmawati, D. (2024). Akibat hukum dari pembatalan perjanjian kerjasama. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, 3(1), 237–246. https://doi.org/10.55606/jurrish.v3i1.2582

Setianingrum, N., Fitria, N., Omega, R. K., Chofsah, Z. A., & others. (2024). Sinergi triple helix dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu, 2(10), 77–82.

Soefijanto, T. A., Kertamuda, F., Nindyati, A. D., Wiadi, I., Maharani, A., Haryanto, H. C., Herdiansyah, H., & Mayasari, I. (2021). Metode penelitian ilmiah: Pendekatan teori dan implikasi. Rajawali Buana Pusaka.

Soekanto, S. (2000). Sosiologi: Suatu pengantar. Rajawali Pers.

Sriwardani, N. (n.d.). Pola pembelajaran model prakerin untuk membangun kesiapan memasuki dunia kerja.

Nemoto, T., & Beglar, D. (n.d.). Likert-scale questionnaires.

Wijayanti, E., Sinulingga, S., & Yusniah, Y. (2023). Peningkatan kualitas pelayanan perpustakaan UINSU melalui kerjasama antar perpustakaan. Da’watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting, 3(1), 573–580. https://doi.org/10.47467/dawatuna.v3i1.2618

Zhu, Y., & Xiao, D. (2015). Policy entrepreneur and social policy innovation in China. The Journal of Chinese Sociology, 2(1), 10. https://doi.org/10.1186/s40711-015-0012-z

Downloads

Published

24-10-2024

How to Cite

Permatasari, D. R., Hidayati, L., Astutik, D., & Syambika, K. A. (2024). Faktor-Faktor Penghambat Bidang Kerja Sama di Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang Dengan Du/Di pada Tahun 2023. Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori Dan Praktik Kependidikan, 9(2), 60–67. https://doi.org/10.17977/um027v9i22024p60-67

Issue

Section

Articles