Manajemen Penataan dan Pemeliharaan Sarana Prasarana Berdasarkan Konsep 3P (Penampilan, Pelayanan, Prestasi) Studi Kasus di SMAN 2 Kota Malang

Authors

  • Indra Lesmana Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um027v8i22023p72-77

Keywords:

Konsep 3P, Manajemen, Pemeliharaan, Penataan

Abstract

Abstract: This research aims to describe the infrastructure management and its maintenance at Senior High School 2 Malang. The study used qualitative approach with a case study design. Data were collected using interviews, observations and documentation. These were then analyzed through the steps of reduction, presentation, verification, and conclusions. Results indicate that the school infrastructures have been well arranged and maintained in referring to the school objectives and procedures. Teachers have involved in managing and maintaining the school facilities, so it can improve the effective utilization of the infrastructures. Some constraints were identified in terms of the limited costs of the procurement and lack of user attention. These wer encountered through improving school coordination and cooperation with members in maximizing the use of the school facility.

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen penataan dan pemeliharaan sarana prasarana yang memiliki orientasi sehingga dapat menorehkan berbagai macam prestasi di sekolah. Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan rancangan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisa data dilakukan dengan cara reduksi, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini yaitu, (1) Orientasi penataan dan pemeliharaan mengacu pada orientasi aturan, konsep dan tujuan serta mengacu pada prinsip penataan. (2) Partisipasi guru terlibat sebagai perencana melalui kegiatan rapat serta berperan sebagai pemelihara sarana prasarana. (3) Penataan dan pemeliharaan sarana prasarana dilakukan mulai dari kegiatan analisis, pembagian tugas, realisasi kegiatan serta evaluasi. (4) Adanya penataan dan pemeliharaan sarana prasarana berdampak bagi sekolah dan warga sekolah. (5) Kendala yang dihadapi mengenai biaya, tenaga ahli dan kesadaran warga. (6) Cara mengatasi kendala sendiri dengan upaya kerjasama dan memaksimalkan sumber daya.

References

Astuti, D. (2009). Desentralisasi dan partisipasi dalam pendidikan. Yogyakarta: UNY.

Bafadal, I. (2014). Manajemen perlengkapan sekolah: Teori dan aplikasinya. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Barnawi, & Arifin, M. (2012). Manajemen sarana & prasarana sekolah. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Benty, D. D. N., & Gunawan, I. (2017). Manajemen pendidikan: Suatu pengantar praktik. Bandung: Alfabeta.

Hajrawati. (2013). Manajemen sarana dan prasarana pembelajaran berdasarkan standar nasional. Jurnal Eklektika, 1(2). Retrieved from https://ojs.unm.ac.id/Eklektika/article/view/5653

Mulyasa, E. (2013). Menjadi kepala sekolah profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nurabadi, A. (2014). Manajemen sarana & prasarana pendidikan. Malang: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.

Rohiat. (2012). Manajemen sekolah: Teori dasar dan praktik. Bandung: Refika Aditama.

Ulfatin, N. (2015). Metodologi penelitian kualitatif di bidang pendidikan: Teori dan aplikasinya. Malang: MNC Publishing

Downloads

Published

29-12-2023

How to Cite

Lesmana, I. (2023). Manajemen Penataan dan Pemeliharaan Sarana Prasarana Berdasarkan Konsep 3P (Penampilan, Pelayanan, Prestasi) Studi Kasus di SMAN 2 Kota Malang. Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori Dan Praktik Kependidikan, 8(2), 72–77. https://doi.org/10.17977/um027v8i22023p72-77

Issue

Section

Articles