Pengembangan Instrumen Penilaian Karakter Rasa Ingin Tahu Peserta Didik Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.17977/um027v11i12026p36-42Keywords:
Instrumen penilaian, Rasa ingin tahu, Reliabilitas, Sekolah dasar, ValiditasAbstract
Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen penilaian karakter rasa ingin tahu peserta didik sekolah dasar yang valid, reliabel, dan sesuai dengan konteks perkembangan anak. Pengembangan instrumen dilakukan menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) yang dimodifikasi dari model Gall & Borg, meliputi studi pendahuluan, penyusunan konstruk dan indikator, uji pakar, serta uji coba lapangan terbatas. Instrumen disusun dalam bentuk penilaian diri (self-assessment) dengan skala Likert empat tingkat, berdasarkan teori karakter dan konsep curiosity. Validitas isi dinilai oleh lima pakar dan dianalisis menggunakan Aiken’s V, dengan hasil menunjukkan seluruh butir berada pada kategori valid (V ≥ 0,78). Uji coba lapangan melibatkan 206 peserta didik kelas 4 dan 5, diikuti analisis psikometrik menggunakan pendekatan Classical Test Theory (CTT). Hasil analisis reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alphasebesar 0,843 yang menandakan konsistensi internal kuat. Analisis daya beda dan tingkat kesukaran menunjukkan sebagian besar butir memiliki kualitas memadai, meskipun beberapa butir perlu revisi. Uji KMO sebesar 0,85 menunjukkan kecukupan sampel, dan hasil Exploratory Factor Analysis (EFA) mengungkapkan struktur faktor yang jelas dengan sebagian besar item memiliki loading ≥ 0,30. Temuan tersebut menunjukkan bahwa instrumen ini layak digunakan sebagai alat ukur untuk menilai dan memantau karakter rasa ingin tahu peserta didik sekolah dasar secara sistematis.References
Aiken, L. R. (1985). Three coefficients for analyzing the reliability and validity of ratings. Educational and Psychological Measurement, 45(1), 131–142.
Azwar, S. (2022). Metode penelitian psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Durlak, J. A., Weissberg, R. P., Dymnicki, A. B., Taylor, R. D., & Schellinger, K. B. (2011). The impact of enhancing students’ social and emotional learning: A meta-analysis of school-based universal interventions. Child Development, 82(1), 405–432. https://doi.org/10.1111/j.1467-8624.2010.01564.x
Engel, S. (2015). The hungry mind: The origins of curiosity in childhood. Cambridge, MA: Harvard University Press.
Favourita, I. S. (2025). Jurnalistik dengan solusi bijak.
Grossnickle, E. M. (2016). Disentangling curiosity: Dimensional perspectives on curiosity and development. Educational Psychology Review, 28(1), 23–60.
Herwin, H., & Mardapi, D. (2017). An emotion assessment model for elementary school students. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 21(1), 80–92. https://doi.org/10.21831/pep.v21i1.14504
Husnia Amro Br Sinaga, & Azhar, A. A. (2025). Literasi media sebagai solusi tabayyun berita hoax di media sosial pada mahasiswa FDK. MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(2), 464–475. https://doi.org/10.54259/mukasi.v4i2.4339
Istiyono, E. (2020). Pengembangan instrumen penilaian dan analisis hasil belajar fisika dengan teori tes klasik dan modern (Edisi ke-2). Yogyakarta: UNY Press.
Kashdan, T. B., & Silvia, P. J. (2009). Curiosity and interest: The benefits of thriving on novelty and challenge. Social and Personality Psychology Compass, 3(8).
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan pembelajaran dan asesmen Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kemendikbudristek.
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. New York, NY: Bantam Books.
McGrath, R. E., & Bier, M. C. (2024). What works in character education. In Handbook of moral and character education (pp. 224–233). https://doi.org/10.4324/9781003374077-15
Mistiani, W., Istiyono, E., Syamsudin, A., & Ghazali, N. H. M. (2024). Developing a Pancasila students’ character instrument: Proof of construct validity and estimation of construct reliability. REID (Research and Evaluation in Education), 10(2), 186–198. https://doi.org/10.21831/reid.v10i2.44920
Mufidah, N., Sulalah, S., & Hasanah, M. (2025). Implementasi pembelajaran kitab Ta’limul Muta’allim dalam pengembangan pendidikan karakter santri di Pondok Pesantren Assholach Kejeron Gondang Wetan Kabupaten Pasuruan. JIIP – Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8(8), 10204–10214. https://doi.org/10.54371/jiip.v8i8.8584
Nunnally, J. C., & Bernstein, I. H. (1994). Psychometric theory (3rd ed.). New York, NY: McGraw-Hill.
OECD. (2023). The state of learning and equity in education. Paris: OECD Publishing.
Oktaviani, W., Chan, F., Hayati, D. K., & Syaferi, A. (2020). Meningkatkan rasa ingin tahu siswa pada pembelajaran IPA Melalui Model Discovery Learning. Al Jahiz: Journal of Biology Education Research, 1(2), 109-123.
Peterson, C., & Seligman, M. E. P. (2004). Character strengths and virtues: A handbook and classification. New York, NY: Oxford University Press.
Riscaputantri, A., & Wening, S. (2018). Pengembangan instrumen penilaian afektif siswa kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Klaten. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 22(2), 231–242. https://doi.org/10.21831/pep.v22i2.16885
Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2022). Teoría de la autodeterminación: Necesidades psicológicas básicas en la motivación, el desarrollo y el bienestar. Encyclopedia of Quality of Life and Well-Being Research, 1–7. https://doi.org/10.1007/978-3-319-69909-7_2630-2
Samani, M., & Hariyanto. (2021). Konsep dan model pendidikan karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Zahra Rahmawati, Edi Istiyono, Widihastuti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





