Peningkatan Kemampuan Regulasi Emosi Anak-anak di Panti Asuhan dengan Metode Permainan

Authors

  • Dian Junita Anggarini Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Isrida Yul Arifian Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.17977/um027v11i12026p1-6

Keywords:

Anak panti asuhan, Metode permainan, Regulasi emosi

Abstract

Pelatihan regulasi emosi melalui metode permainan terbukti mampu meningkatkan kemampuan regulasi emosi anak-anak di panti asuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan regulasi emosi pada anak panti asuhan dengan menggunakan pendekatan pelatihan berbasis permainan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari tujuh anak berusia 8–16 tahun (5 laki-laki dan 2 perempuan) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kategori regulasi emosi rendah hingga sedang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, FGD, serta kuesioner ERQ-CA (Emotion Regulation Questionnaire for Children and Adolescents). Intervensi dilaksanakan dalam empat sesi permainan yang mencakup pengenalan emosi, pengekspresian emosi menggunakan kartu gambar, latihan berpikir positif, dan teknik relaksasi. Analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi 0,017 (<0,05), sehingga terdapat peningkatan signifikan dalam kemampuan regulasi emosi setelah pelatihan diberikan. Anak-anak menunjukkan perkembangan positif, seperti lebih mampu mengendalikan kemarahan, menenangkan diri, serta mengekspresikan emosi secara lebih adaptif. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan regulasi emosi berbasis permainan efektif dalam meningkatkan regulasi emosi anak panti asuhan, meski pendampingan yang berkelanjutan dari pengasuh dan lingkungan tetap diperlukan.

References

Aesijah, S., Prihartanti, N., & Pratisti, W. D. (2016). Pengaruh pelatihan regulasi emosi terhadap kebahagiaan remaja panti asuhan yatim piatu. Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi, 1(1), 39–45. https://doi.org/10.23917/indigenous.v1i1.1792

Annisa, A. (2023). Pelatihan regulasi emosi: Mengembangkan intervensi untuk meningkatkan regulasi emosi pada anak. TIN: Terapan Informatika Nusantara, 4(3), 198–202. https://doi.org/10.47065/tin.v4i3.4214

Batubara, J. R. L. (2010). Adolescent development (perkembangan remaja). Sari Pediatri, 12(1), 21–29. http://dx.doi.org/10.14238/sp12.1.2010.21-9

Bratton, S. C., Ray, D., Rhine, T., & Jones, L. (2005). The efficacy of play therapy with children: A meta-analytic review of treatment outcomes. Professional Psychology: Research and Practice, 36(4), 376–390. https://doi.org/10.1037/0735-7028.36.4.376

Criss, M. M., Morris, A. S., Ponce-Garcia, E., Cui, L., & Silk, J. S. (2016). Pathways to adaptive emotion regulation among adolescents from low-income families. Family Relations, 65(3), 517–529. https://doi.org/10.1111/fare.12202

Diener, E., Oishi, S., & Lucas, R. E. (2009). Subjective well-being: The science of happiness and life satisfaction. In Oxford handbook of positive psychology (pp. 187–194). Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/oxfordhb/9780195187243.013.0017

Fitriani, Y., & Alsa, A. (2015). Relaksasi autogenik untuk meningkatkan regulasi emosi pada siswa SMP. Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP), 1(3), 149–162. Retrieved from https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/3021798

Gillespie, S. M., & Beech, A. R. (2016). Theories of emotion regulation. In The Wiley handbook on the theories, assessment and treatment of sexual offending (pp. 245–263). Wiley. https://doi.org/10.1002/9781118574003.wattso012

Gross, J. J. (1998). The emerging field of emotion regulation: An integrative review. Review of General Psychology, 2(3), 271–299. https://doi.org/10.1037/1089-2680.2.3.271

Gross, J. J. (2013). Handbook of emotion regulation (2nd ed.). New York, NY: Guilford Press.

Imami, A. D., Sulistiyorini, D., & Setiyowati, N. (2016). Efektivitas pendampingan kegiatan menggambar (dengan modifikasi art therapy) sebagai katarsis terhadap agresivitas. Jurnal Sains Psikologi, 5(2), 1–5. http://dx.doi.org/10.17977/um023v5i22016p1-5

King, P. S. (2020). Emotions: Positive and negative. In Encyclopedia of behavioral medicine (pp. 753–755). Springer.

Landreth, G. L. (2012). Play therapy: The art of the relationship (3rd ed.). New York, NY: Routledge.

Macklem, G. L. (2007). Practitioner’s guide to emotion regulation in school-aged children. New York, NY: Springer.

Mumtahanah, S., & Casmini, C. (2024). Peta hasil intervensi perilaku agresif anak pada masa taman kanak-kanak sampai sekolah dasar. Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran, 4(1), 619–630. https://doi.org/10.51574/jrip.v4i1.1399

Post, P. B., Phipps, C. B., Camp, A. C., & Grybush, A. L. (2019). Effectiveness of child-centered play therapy among marginalized children. International Journal of Play Therapy, 28(2), 88–97. https://doi.org/10.1037/pla0000096

Prasetya, M. R., & Hidayah, N. (2023). Pelatihan regulasi emosi sebagai strategi meningkatkan kemampuan remaja dalam mengelola emosi negatif. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(12), 10102–10108. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i12.2432

Purwoko, B., & Pratiwi, T. I. (2007). Pemahaman individu melalui teknik non tes. Surabaya, Indonesia: Unesa University Press.

Putri, R. N., Nurani, P., Fitriani, A., & Amsal, B. (2025). Efektivitas play therapy melalui permainan kartu emosi dalam meningkatkan regulasi emosi pada anak korban perundungan. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 14(4), 6111–6122. https://doi.org/10.58230/27454312.2932

Rahmadhony, S. (2020). Efektivitas pelatihan regulasi emosi untuk menurunkan perilaku bullying pada siswa SMP. Analitika: Jurnal Magister Psikologi UMA, 12(2), 169–178. https://doi.org/10.31289/analitika.v12i2.3733

Rukminingsih, G. A., & Latief, M. A. (2020). Metode penelitian pendidikan: Penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif, penelitian tindakan kelas. Yogyakarta, Indonesia: Erhaka Utama.

Sarwono, S. W. (1989). Psikologi remaja. Jakarta, Indonesia: Rajawali Pers.

Sugiyono. (2019). Statistika untuk penelitian (30th ed.). Bandung, Indonesia: Alfabeta.

Tejena, N. R., & Sukmayanti, L. M. K. (2018). Meditasi meningkatkan regulasi emosi pada remaja. Jurnal Psikologi Udayana, 5(2), 370–381. Retrieved from https://jurnal.harianregional.com/psikologi/id-40408

Thompson, R. A. (1994). Emotion regulation: A theme in search of definition. Monographs of the Society for Research in Child Development, 59(2–3), 25–52. https://doi.org/10.2307/1166137

Downloads

Published

21-01-2026

How to Cite

Anggarini, D. J., & Arifian, I. Y. (2026). Peningkatan Kemampuan Regulasi Emosi Anak-anak di Panti Asuhan dengan Metode Permainan. Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori Dan Praktik Kependidikan, 11(1), 1–6. https://doi.org/10.17977/um027v11i12026p1-6

Issue

Section

Articles