Kendala Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial: Psikologis, Sosial, dan Ekonomi di Sekitar Daerah Bencana Lapindo
Keywords:
pembelajaran IPS, daerah rawan bencana, tanggul lumpur LapindoAbstract
Kendala Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial: Psikologis, Sosial, dan Ekonomi di Sekitar Daerah Bencana Lapindo. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) kendala pembelajaran IPS di SDN Mindi 1; (2) kendala psikologis di SDN Mindi 1; (3) kendala sosial dan ekonomi masyarakat desa Mindi; (4) solusi pembelajaran IPS di SDN Mindi 1; (5) solusi terhadap kendala psikologis di SDN Mindi 1; dan (6) solusi terhadap kendala social dan ekonomi masyarakat desa Mindi. Data dikumpulkan dengan pengamatan berperan serta, wawancara, dan studi dokumentasi dan dianalisis dengan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian adalah: (1) pembelajaran bersifat konvensional; (2) banyak guru dan siswa yang masih trauma terhadap bencana lumpur Lapindo; (3) bencana lumpur Lapindo telah menghancurkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat desa Mindi; (4) untuk mengatasi kendala pembelajaran solusi yang diterapkan diantaranya menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif di dalam kelas, pembelajaran IPS dengan metode bercerita dan dialog; (5) untuk mengatasi kendala psikologis metode yang digunakan diantara dengan senam pagi, dan terapi bermain; dan (6) desa Mindi dan semua desa yang berada di sekitar tanggul lumpur Lapindo merupakan daerah yang tidak layak huni, oleh karena itu semua penduduk yang ada di sekitar tanggul lumpur Lapindo harus segera direlokasi.
References
Allman, P. (1998). Revolutionary Sosial Transformation: Democratic Hopes Political Posibilities and Critical Education. London: Bergin & Garvey.
Faisal, S. (1990). Penelitian Kualitatif. Magelang: Yayasan Asih Asah Asuh.
Guba, E. G., & Lincoln, Y. S. (1985). Naturalistic Inquiry. London: SAGE Publications.
Gunawan, I. (2013). Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Indonesia, R. (2004). Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Bandung: Citra Umbara.
Indonesia, R. (2006). Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Bandung: Citra Umbara.
Kottman, T. (2005). Play Therapyin Action. New York: John Wiley & Sons.
Kusumaningrum, D. E., Triwiyanto, T., & Gunawan, I. (2016). Educational Management of Natural Disaster Response at Lapindo Mudsidoarjo East Java. Journal of Basic and Applied Scientific Research, 6(4), 1-4.
Miles, & Huberman. (1992). Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber tentang Metode-metode Baru. Jakarta: Universitas Indonesian Press.
Moeslichatoen, R. (2004). Metode Pengajaran di Taman Kanak-kanak. Jakarta: Rineka Cipta.
Moleong, L. Y. (2009). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Slavin, R. E. (2009). Cooperative Learning: Teori, Riset, Praktik. Bandung: Nusa Media.
Soemanto, W. (1990). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Solnit, A. (2005). The Many Meanings of Play for Preschool Kids. New Haven: Yale University Press.
Zahro, Z. R., Andriningrum, H., Sari, E. P., & Gunawan, I. (2017). Sekolah Siaga Bencana: Kajian Evaluatif Kesiapsiagaan Sekolah Menghadapi Bencana. Paper presented at Seminar Nasional Pendidikan Sinergitas Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat dalam Penguatan Pendidikan Karakter, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, Malang, Indonesia, 16 November 2017 (pp. 249-258).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





