Pengembangan Bahan Ajar Tematik Berbasis Budaya Lokal untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
Keywords:
bahan ajar, pembelajaran tematik, berbasis budaya lokalAbstract
Berdasarkan analisis kebutuhan di Kelas IV SDI Bangkakeli Manggarai ditemukan permasalahan yang terjadi, bahan ajar yang digunakan oleh guru masih menggunakan bahan ajar KTSP 2006, guru cenderung menggunakan bahan ajar yang dikembangkan oleh penerbit dan tidak sesuai dengan karakteristik dan lingkungan budaya siswa. Pemecahan masalah yang dilakukan adalah dengan mengembangkan bahan ajar tematik berbasis budaya lokal yang sesuai dengan budaya dan lingkungan siswa berada. Pengembangan bahan ajar tematik ini menggunakan model Dick dan Carey (2009). Langkah-langkah model pengembangan ini dilakukan sampai pada langkah ke 9, yaitu merevisi bahan pembelajaran. Langkah 10 ditiadakan karena dalam penelitian ini hanya diperoleh prototipe produk saja, sesuai dengan tujuan penelitian dan pengembangan. Berdasarkan hasil uji coba tersebut, bahan ajar tematik ini sangat valid, sangat menarik, efektif dan dapat diterapkan dalam pembelajaran. Hal ini dapat diketahui dari hasil uji validasi dari ahli materi sebesar 93,84% ahli desain sebesar 94,19% dan ahli bahasa sebesar 67,14%. Tingkat kemenarikan produk dengan skor rata-rata sebesar 90,41% masuk dalam kriteria sangat menarik. Produk efektif digunakan dengan rata-rata sebesar 90% masuk dalam kriteria sangat efektif. Dan keterterapan produk sangat menarik dengan rata-rata sebesar 93,00%.
References
Abidin, Y. 2014. Desain Sistem Pembelajaran dalam Konteks Kurikulum 2013. Bandung: PT Refika Aditama.
Akbar, S., dan Sriwijaya, H. 2011. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Yogyakarta: Cipta Media.
Bank, A. J. 1990. Teaching strategies for The Social Studies-Inquiri, Valuing and Decision Making. New York, London: Logman.
Belawati. D. 2004. Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Universitas Terbuka.
Dick, W., dan Carey, J. O. 2009. The Systematic Design of Instruction. New Jersey: Pearson Education, Inc.
Depdiknas. 2008. Pedoman Memilih dan Menyusun Bahan Ajar. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Degeng, I. N. S. 1999. Rancangan Pembelajaran: Teori dan Teknik Pembelajaran. Malang: Universitas Kristen Cipta Wacana.
Degeng, I. N. S. 2008. Pedoman Penyusunan Bahan Ajar Menuju Pribadi yang Unggul. Surabaya: TEP-PPS Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.
Gunawan, I. 2015. Mengembangkan Alternatif-alternatif Pendekatan dalam Pelaksanaan Supervisi Pengajaran. Manajemen Pendidikan, 24(6), 467-482.
Gunawan, I. 2016. Manajemen Kelas. Malang: Universitas Negeri Malang, Penerbit UM Press.
Gunawan, I. 2017. Penerapan Manajemen Pembelajaran Berbasis Lesson Study dan Dampaknya terhadap Keaktifan Mahasiswa dalam Perkuliahan. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 24(1), 126-138.
Hartley, J. 2004. Designing Instructional and Informational Text. Dalam Jonassen, D. H. (Eds). Handbook of Research on Education Communications and Technology (hlm. 917-948) London: Lawrence Erlagaum Associates.
Hariyanto, M. 2007. Pengembangan Bahan Ajar Untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran Program Pendidikan Pembelajaran SD. Didaktika, 2(1): 216-226.
Fleming, M., dan Levie, W. H. 1981. Intructional Message Design: Prinsiples from the Behavioral Sciences. New Jersey: Educational Technology Publications.
Koentjaraningrat.1974. Kebudayaan: Mentalitet dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.
Muslich, M. 2010. Text Book Writing: Dasar-dasar Pemahaman Penulisan dan Pemakaian Buku Teks. Yogyakarta: Arruzz Media.
Nugroho, A. 2008. Pengembangan Modul Pembelajaran Menggunakan Materi Kubus dan Balok. Tesis tidak diterbitkan. Malang: Pascasarjana Universitas Negeri Malang.
Prastowo, A. 2014. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: Diva Press.
Reigeluth. 1992. Instructional Design Strategis and Tacties: Educational Technology Publication. New Jersey: Englewood Cliffts.
Rusman. 2010. Model-model Pembelajaran. Bandung: PT Raja Grafindo Persada.
Sulton. 2003. Desain Pesan Buku Teks IPS SD di Wilayah Kota Malang, Suatu Kajian Terhadap Buku Teks IPS Kelas III, IV dan Kelas V SD. Disertasi tidak diterbitkan. Malang: Pascasarjana Universitas Negeri Malang.
Smaldino, S. E., Lowther, D.L., dan Russell, J. D. 2011. Instructional Technology dan Media for Learning. Upper Sadle Rive: Pearson Education Inc.
Sukmadinata, N. S. 2010. Pengembangan Model Pembelajaran Terpadu Berbasis Budaya untuk Meningkatkan Apresiasi Siswa terhadap Budaya Lokal. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 29(2): 14-20.
Trianto. 2012. Pengembangan Model Pembelajaran Tematik. Surabaya: Prestasi Pustakakarya.
Warpala, I. W. S., Subagia, I. W., dan Suastra, I. W. 2010. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal untuk Mata Pelajaran Sains SMP. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan, 4(3), 12-17.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





