Analisis Kematangan Emosi Remaja Akhir yang Mengalami Ketiadaan Peran Ayah (Fatherless)
DOI:
https://doi.org/10.17977/2549-7774.004860Keywords:
Fatherless, Kematangan emosi, Remaja akhir, Studi kasusAbstract
Kasus fatherless di Indonesia semakin banyak terjadi hingga akhirnya berdampak pada aspek psikologis anak, terutama pada kematangan emosional remaja akhir yang menuju masa ke-dewasaan, di mana memerlukan pendampingan ekstra. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis kematangan emosional pada remaja akhir yang mengalami kondisi fatherless, yaitu ketidakhadiran sosok ayah dalam kehidupan, baik secara fisik ataupun non-fisik dengan dampak tertentu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus bertujuan untuk menggali pengalaman subjektif dua mahasiswa remaja akhir di Kota Malang dengan kasus fatherless. Data didapatkan dengan pelaksanaan wawancara semi-tersturktur, observasi partisipatif, serta dokumentasi, kemudian dianalisis dengan beberapa tahap seperti reduksi data, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketiadaan peran ayah sangat berpengaruh pada ketidakstabilan regulasi emosi anak, munculnya koping negatif, hingga kondisi emotional numbness. Tetapi, dukungan dari figur pengganti seperti Ibu dan Ayah sambung terbukti mampu membantu anak dalam pemulihan emosonal serta perkembangan emosional secara bertahap. Hasil temuan ini menegaskan pentingya kehadiran sosok ayah ataupun pengganti yang dapat memenuhi kebutuhan emosional anak dalam mendukung proses perkembangan kematangan emosional. Penelitian ini memberikan implikasi penting pada pemberian layanan bimbingan dan konseling untuk mengembangkan program layanan pendampingan secara emosional serta strategi koping adaptif bagi remaja akhir dengan kondisi fatherless.References
Freud, A. (1936). The ego and the mechanisms of defence. British Library Cataloguing in Publication Data.
Annisa, N. (2024). Dampak fatherless terhadap perkembangan anak perempuan. JPBK: Jurnal Pelayanan Bimbingan dan Konseling, 7(1). https://doi.org/10.20527/jpbk.2024.7.1.14801
Ariani, N. W. T., & Asih, K. S. (2022). Dampak kekerasan pada anak. Jurnal Psikologi Mandala, 6(1). https://doi.org/10.36002/jpm.v6i1.1833
Aspers, P., & Corte, U. (2019). What is qualitative in qualitative research. Qualitative Sociology, 42(2), 139–160. https://doi.org/10.1007/s11133-019-9413-7
Assyakurrohim, D., Ikhram, D., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2022). Metode studi kasus dalam penelitian kualitatif. Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer, 3(1), 1–9. https://doi.org/10.47709/jpsk.v3i01.1951
Augina, A. (2020). Teknik pemeriksaan keabsahan data pada penelitian kualitatif di bidang kesehatan masyarakat. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 12(3). https://doi.org/10.52022/jikm.v12i3.102
Aulia, N., Makata, R. A., & Shamsu, L. S. binti H. (2023). Peran penting seorang ayah dalam keluarga perspektif anak: Studi komparatif keluarga cemara dan keluarga broken home. Socio Politica: Jurnal Ilmiah Jurusan Sosiologi, 13(2), 87–94. https://doi.org/10.15575/socio-politica.v13i2.26845
Aurelya, S., Wanda, M. E. O., Bangun, J. M. B., Mirza, R., & Fadhilah, C. R. (2025). “Oh father, I miss you so”: The emotional burden of fatherlessness among male adolescents. Journal of Educational, Health and Community Psychology, 14(2). https://doi.org/10.12928/jehcp.vi.30998
Alfifah, B., Ariyati, I., & Hendar, K. (2025). The correlation between adolescent social behavior and father absence. IJoASER.
Christensen, M. C., Ren, H., & Fagiolini, A. (2022). Emotional blunting in patients with depression. Part I: Clinical characteristics. Annals of General Psychiatry, 21(1). https://doi.org/10.1186/s12991-022-00387-1
Cui, Y., Li, X., & Nyman, T. J. (2024). Stepfathers and adolescent well-being: A systematic literature review. Marriage & Family Review, 60(8), 501–534. https://doi.org/10.1080/01494929.2024.2401534
Culpin, I., Heuvelman, H., Rai, D., Pearson, R. M., Joinson, C., Heron, J., Evans, J., & Kwong, A. S. F. (2022). Father absence and trajectories of offspring mental health across adolescence and young adulthood: Findings from a UK-birth cohort. Journal of Affective Disorders, 314, 150–159. https://doi.org/10.1016/j.jad.2022.07.016
Di Benedetto, M. G., Scassellati, C., Cattane, N., Riva, M. A., & Cattaneo, A. (2022). Neurotrophic factors, childhood trauma and psychiatric disorders: A systematic review of genetic, biochemical, cognitive and imaging studies to identify potential biomarkers. Journal of Affective Disorders, 308, 76–88. https://doi.org/10.1016/j.jad.2022.03.071
Mezmir, E. A. (2020). Qualitative data analysis: An overview of data reduction, data display and interpretation. Research on Humanities and Social Sciences. https://doi.org/10.7176/RHSS/10-21-02
Fadhilah J, N., Lukman, & Zainuddin, K. (2023). Pemaafan pada remaja dengan orang tua yang bercerai karena bapak selingkuh di Makassar. Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan, 2(2), 146–154. https://doi.org/10.57250/ajpp.v2i2.211
Fajarrini, A., & Umam, A. N. (2023). Dampak fatherless terhadap karakter anak dalam pandangan Islam. Abata, 3(1), 20–28. https://doi.org/10.32665/abata.v3i1.1425
Fauzana, K. (2023). Dampak keterlibatan ayah dalam pengasuhan remaja: Sebuah studi literatur. Happiness: Journal of Psychology and Islamic Science, 7(1), 39–49. https://doi.org/10.30762/happiness.v7i1.874
Folwarczny, M., & Otterbring, T. (2021). Secure and sustainable but not as prominent among the ambivalent: Attachment style and proenvironmental consumption. Personality and Individual Differences, 183. https://doi.org/10.1016/j.paid.2021.111154
Gold, S., & Edin, K. J. (2023). Re-thinking stepfathers’ contributions: Fathers, stepfathers, and child wellbeing. Journal of Family Issues, 44(3), 745–765. https://doi.org/10.1177/0192513X211054471
Hanifah, G., Reva Dhea, G. M., Syakira Khalda, B., Darojatul Ulya, A., Nurrobi Aditya, N., & Hamidah, S. (2024). Analisis dampak fatherless terhadap kondisi sosioemosional remaja. Jurnal Psikoedukasi dan Konseling, 8(1). https://doi.org/10.20961/jpk.v8i1.86944
Hanifah, R., & Farida, N. A. (2023). Peran keluarga dalam mengoptimalkan perkembangan anak. Az-Zakiy: Journal of Islamic Studies, 1(1), 23–33. https://doi.org/10.35706/azzakiy.v1i01.9951
Hasiholan, A. M., Manik, J., Tanga, M., & Setyobekti, A. B. (2023). Edukasi dini tentang pornografi bagi usia remaja awal bagi siswa/i SMA Prestasi Prima Jakarta. Jurnal PKM Setiadharma, 4(2), 128–137. https://doi.org/10.47457/jps.v4i2.387
Majid, I. A., & Abdullah, M. N. A. (2024). Melangkah tanpa penuntun: Mengeksplorasi dampak kehilangan ayah terhadap kesehatan mental dan emosional anak-anak. SABANA: Jurnal Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara, 3(2). https://doi.org/10.55123/sabana.v3i2.3488
Jobson, M. C. (2020). Emotional maturity among adolescents and its importance. Indian Journal of Mental Health, 7(1). https://doi.org/10.30877/IJMH.7.1.2020.35-41
Junaidin, J., Mustafa, K., Hartono, R., & Khoirunnisa, S. (2023). Kecemasan terhadap pernikahan pada perempuan dewasa awal yang mengalami fatherless. Journal on Education, 5(4), 16649–16658. https://doi.org/10.31004/joe.v5i4.2839
Kaiser, G., & Presmeg, N. (Eds.). (2019). Compendium for early career researchers in mathematics education. Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-030-15636-7
Karmila, M., Adriany, V., & Yulindrasari, H. (2025). Pandangan orang tua mengenai peran ayah dalam pengasuhan pasca partisipasi di program sekolah ayah. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(1), 155–164. https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i1.6741
Kucukkaragoz, H. (2025). Review of the research literature on the impact of father absence on child development in alignment with the Sustainable Development Goals (SDGs). Journal of Lifestyle and SDGs Review, 5(4), e06117. https://doi.org/10.47172/2965-730X.SDGsReview.v5.n04.pe06117
Kurata, L., Selialia, M., Lipholo, R., & Mareka, L. (2024). Exploring the impact of absent fathers on children: Lived experiences of students in two secondary schools in the Leribe District, Lesotho. International Journal of Research and Innovation in Social Science, 8(12), 4530–4547. https://doi.org/10.47772/IJRISS.2024.8120381
Layali, A., Darmuki, A., & Setiyono, J. (2021). Analisis nilai moral dalam novel Ibu, Sedang Apa? karya Edi AH Iyubenu dan hubungannya dengan pembelajaran di SMA. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 7(3), 705–712. https://doi.org/10.31949/educatio.v7i3.1204
Lestari, M. A., & Hermawati, E. (2025). Peran parent-child attachment dalam meningkatkan resiliensi anak usia sekolah dasar. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 2(11), 5440–5445. https://doi.org/10.59837/jpmba.v2i11.2003
Li, Y., Cui, N., Kok, H. T., Deatrick, J., & Liu, J. (2019). The relationship between parenting styles practiced by grandparents and children’s emotional and behavioral problems. Journal of Child and Family Studies, 28(7), 1899–1913. https://doi.org/10.1007/s10826-019-01415-7
Lin, J., & Song, J. (2024). Emotional intelligence and well-being in adolescents relationship with family dysfunction. Lecture Notes in Education Psychology and Public Media, 33(1), 229–238. https://doi.org/10.54254/2753-7048/33/20231759
Maesaroh, S., & Saraswati, S. (2020). Prediksi locus of control internal dan kecerdasan emosi dengan kematangan karir. Jurnal Edukasi: Jurnal Bimbingan Konseling, 6(1), 90. https://doi.org/10.22373/je.v6i1.6332
Masfufah, U. (2022). Kematangan emosi remaja dan sistem mikro yang berkontribusi. Jurnal Flourishing, 2(10), 634–648. https://doi.org/10.17977/um070v2i102022p634-639
Mekarisce, A. A. (2020). Teknik pemeriksaan keabsahan data pada penelitian kualitatif di bidang kesehatan masyarakat. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat: Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat, 12(3), 145–151. https://doi.org/10.52022/jikm.v12i3.102
Muhajirin, Asrulla, & Risnita. (2024). Pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif serta tahapan penelitian. Journal Genta Mulia, 15.
Muhammad, R. (2021). Internalisasi moderasi beragama dalam standar kompetensi kemandirian peserta didik. Jurnal Ilmiah Al-Muttaqin, 6(1), 95–102. https://doi.org/10.37567/al-muttaqin.v6i1.411
Musthofa, M. H., & Arfensia, D. S. (2025). Dampak psikologis kurangnya peran ayah (fatherless) pada perempuan dewasa awal: Studi fenomenologis. SOUL: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 16(2), 161–171. https://doi.org/10.33558/soul.v16i2.10450
Nii Laryeafio, M., & Ogbewe, O. C. (2023). Ethical consideration dilemma: Systematic review of ethics in qualitative data collection through interviews. Journal of Ethics in Entrepreneurship and Technology, 3(2), 94–110. https://doi.org/10.1108/JEET-09-2022-0014
Nurmalasari, F., Fitrayani, N., Paramitha, W. D., & Azzahra, F. (2024). Dampak ketiadaan peran ayah (fatherless) terhadap pencapaian akademik remaja: Kajian sistematik. Jurnal Psikologi, 1(4), 14. https://doi.org/10.47134/pjp.v1i4.2567
Nyimbili, F., & Nyimbili, L. (2024). Types of purposive sampling techniques with their examples and application in qualitative research studies. British Journal of Multidisciplinary and Advanced Studies, 5(1), 90–99. https://doi.org/10.37745/bjmas.2022.0419
Purwanto, P. (2020). Pembangunan karakter siswa melalui habituasi Sekolah Muhammadiyah: Studi kasus SMP Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 4(2). https://doi.org/10.31316/g.couns.v4i2.804
Rahmadhani, A., Kinantia, N., Ramadanti, A., Khoerunnisa, S., & Fakhruddin, A. (2024). Fatherless generation: Mengungkap dampak kehilangan peran ayah terhadap psikologis anak dalam kaca mata Islam. Darajat: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 7(2), 128–146. https://doi.org/10.58518/darajat.v7i2.3017
Rahmawati, S., Yusuf, A., & Zahra, S. (2023). Peranan teori belajar psikoanalisa dalam pembentukan karakter remaja. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(19), 769–778. https://doi.org/10.5281/zenodo.8418234
Rijali, A. (2019). Analisis data kualitatif. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 81. https://doi.org/10.18592/alhadharah.v17i33.2374
Salsabila, S., Junaidin, & Hakim, L. (2020). Pengaruh peran ayah terhadap self esteem mahasiswa di Universitas Teknologi Sumbawa. Jurnal Psimawa, 3(1), 24–30. https://doi.org/10.36761/jp.v3i1.609
Aulia, S. P., & Lahmuddin. (2024). Peran orang tua dalam membentuk kematangan emosi remaja di Desa Tanjung Alam Kecamatan Sei Dadap Kabupaten Asahan. NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam, 21(2), 50–65. https://doi.org/10.19105/nuansa.v21i2.15248
Sobari, M. M. (2022). Gambaran kemampuan self control pada anak yang diduga mengalami pengasuhan fatherless. Journal of Islamic Early Childhood Education (JOIECE): PIAUD-Ku, 1(1), 1–5. https://doi.org/10.54801/piaudku.v1i1.91
Syahril, M. F., Ilfiandra, I., & Alwi, N. M. (2024). Kecenderungan mekanisme pertahanan diri remaja dalam situasi konflik, cemas, dan frustrasi. Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman, 10(1), 1. https://doi.org/10.31602/jbkr.v10i1.11302
Ulfa, S. A., & S, S. (2017). Perbedaan kematangan emosi ditinjau dari jenis kelamin pada remaja di SMAS Sinar Husni Medan. Jurnal Diversita, 3(2), 33. https://doi.org/10.31289/diversita.v3i2.1268
Nurfajriani, W. V., Ilhami, M. W., Mahendra, A., Sirodj, R. A., & Afgani, W. (2024). Triangulasi data dalam analisis data kualitatif. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(17), 826–833. https://doi.org/10.5281/zenodo.13929272
Wibiharto, B. M. Y., Setiadi, R., & Widyaningsih, Y. (2021). Relationship pattern of fatherless impacts to internet addiction, the tendency to suicide and learning difficulties for students at SMAN ABC Jakarta. Society, 9(1), 264–276. https://doi.org/10.33019/society.v9i1.275
Widodo, A. (2020). Penyimpangan perilaku sosial ditinjau dari teori kelekatan Bowlby: Studi kasus terhadap anak tenaga kerja wanita di Lombok Barat. ENTITA: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial, 2(1), 35. https://doi.org/10.19105/ejpis.v1i2.3187
Wu, Q. (2025). The relationship between parents’ emotional expression and adolescents’ emotional intelligence and self-regulation. Communications in Humanities Research, 81(1), 31–37. https://doi.org/10.54254/2753-7064/2025.HT26361
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nikita Suaidatus Sinni Hanna, Irene Maya Simon

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





