Konseling Multibudaya dalam Edukasi Kesetaraaan dan Kesadaran Gender pada Siswa
DOI:
https://doi.org/10.17977/um027v10i12025p9-16Keywords:
Kesetaraan gender, Isu gender, Keadilan gender, Konseling multikultural, Gender equality, Gender issues, Gender justice, Multicultural counselingAbstract
Kesetaraan gender adalah suatu kondisi dimana semua individu tanpa memandang jenis kelamin diperlakukan secara adil dan setara, memiliki hak dan kesempatan yang sama serta bebas dari diskriminasi gender. Pada dasarnya, baik laki-laki maupun perempuan memiliki pilihan dalam menjalani kehidupannya seperti menyadari potensi diri, kebebasan, serta penghormatan dan penghargaan dalam kehidupannya. Konseling multikultural merupakan pendekatan yang memperhatikan dan menghormati latar belakang budaya, nilai, kepercayaan dan identitas konseli. Sehingga konselor tidak hanya berfokus pada masalah pribadi, tetapi juga pada konteks sosial dan budaya yang mempengaruhi kehidupan konseli termasuk gender. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui isu-isu kesetaraan gender, mengetahui konsep kesetaraan gender dan mengetahui hubungan konseling multikultural dengan konsep kesetaraan gender. Metode pengumpulan data dilakukan melalui metode PRISMA yang dikumpulkan dari google scholar pada rentan tahun 2020-2024. Hasil penelitian yang sistematis bahwa konseling multikultural penting bagi guru bimbingan dan konseling untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran akan kesetaraan gender kepada peserta didik, guru BK dalam hal ini konselor mampu menciptakan ruang yang aman bagi semua gender untuk mengekspresikan dirinya dan menumbuhkan nilai keadilan dan empati lintas budaya dan gender.References
Al-Adzillah, N., Fikriyah, F., & Darmini, M. (2024). Peran kesetaraan gender dalam kemampuan kepemimpinan siswa di sekolah dasar. ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(9), Artikel 9. https://doi.org/10.56799/jim.v3i9.4845
Anwar, F., Julia, P., & Ifanna, I. (2023). Analisis pemahaman guru bimbingan konseling terhadap gender dalam layanan konseling berbasis syariat Islam. Jurnal Edukasi: Jurnal Bimbingan Konseling, 9(2), Artikel 2. https://doi.org/10.22373/je.v9i2.20656
Aryani, A. A. (2021). Kajian kekerasan terhadap anak perempuan melalui focus group discussion. Kesmas Indonesia, 13(1), 77–92. https://jos.unsoed.ac.id/index.php/kesmasindo/article/view/3359
Audina, D. J. (2022). Kesetaraan gender dalam perspektif hak asasi manusia. Nomos: Jurnal Penelitian Ilmu Hukum, 2(4), 148–154. Retrieved from https://www.academia.edu/download/106520103/gender_ham.pdf
Badan Pusat Statistik Indonesia. (2024). Indeks pemberdayaan gender (IDG). Retrieved from https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDY4IzI=/indeks-pemberdayaan-gender-idg-.html
Gultom, M. (2021). Indikator kesetaraan gender dan isu-isu gender di bidang pendidikan. Fiat Iustitia: Jurnal Hukum, 2(1), 1–8. Retrieved from https://www.academia.edu/download/78263075/pdf1.pdf
Haikal, M. F., & Abdurrahman, A. (2023). Bimbingan dan konseling lintas budaya dalam menjembatani perbedaan masyarakat multikultural. AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 4(1), Artikel 1. https://doi.org/10.37680/almikraj.v4i1.4207
Hakim, M. L., Holidy, M. F., & Pratama, D. W. (2024). Pendekatan konseling feminis dalam menumbuhkan kesadaran peserta didik mengenai kesetaraan gender di SMA. Jurnal Educazione: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Bimbingan dan Konseling, 12(1), Artikel 1. https://doi.org/10.56013/edu.v12i1.2253
Hasibuan, R. D., H., K., Siregar, S., & Dasopang, N. (2025). Peran keluarga dalam pembentukan identitas gender dan budaya di era globalisasi. USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 6(2). https://doi.org/10.46773/usrah.v6i1.1554
Holcomb-McCoy, C., Harris, P., Hines, E. M., & Johnston, G. (2008). School counselors’ multicultural self-efficacy: A preliminary investigation. Professional School Counseling, 11(3), 2156759 0801100303.
Kabeer, N. (2019). Gender relations, unpaid care work and the challenge of measurement.
Khowatim, K. (2020). Peran konselor dalam konseling multibudaya untuk mewujudkan kesetaraan gender.
Makkawi, I., & Abubakar, A. A. (2020). Gender-sensitive counseling in schools: A survey of secondary school counselors in Nigeria. Journal of Education and Practice.
Munir, A. (2023). Isu kekerasan dalam relasi gender: Sebuah analisis atas nilai kesetaraan gender di lingkungan sekolah (Studi kasus di MI Ciwatin Pancatengah Tasikmalaya). Siyasyatuna: Jurnal Hukum Tata Negara, 2(1), Artikel 1. https://doi.org/10.70143/siyasatuna.v2i1.167
Mustabsiroh, N. (2022). Urgensi bimbingan dan konseling berwawasan gender pada anak usia dini sebagai upaya membangun pendidikan ramah anak. Jurnal Al-Taujih: Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami, 8(2), 128–135. https://doi.org/10.15548/atj.v8i2.3475
Ngazizah, N., Puspitarini, D., Asrofah, Z. A., & Saputri, D. A. R. (2022). Upaya peningkatan kemampuan kesetaraan gender melalui pembelajaran berbasis gender sosial inklusi pada peserta didik sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 6(1). Retrieved from https://www.academia.edu/download/110446772/pdf.pdf
Ningtias, A. A., Tambunan, M. B., Kalsum, U., & Sari, H. P. (2025). Peran pendidikan Islam dalam membangun kesetaraan gender di lingkungan sekolah. Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII), 3(1), 1–10. https://ejournal.lapad.id/index.php/jsii/article/view/1015
Nuha, M. S., Jalil, M. K., Indreswari, H., & Bariyyah, K. (2025). Behavior modification in juvenile delinquency: A systematic literature review. Al-Ihath Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 5, 42–50. https://doi.org/10.53915/jbki.v5i1.608
Nuraini, H. (2022). Kompetensi guru bimbingan dan konseling berbasis gender equality and social inclusion (GESI) di Kota Banjarmasin. Jurnal Pendidikan, 8, 162–170.
Priyatna, S. R., Zulfikar, M., & Lubis, M. A. (2023). Konseling feminis untuk pemulihan korban kekerasan seksual. Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 6(3), 348–354. https://doi.org/10.26539/teraputik.631371
Rani, Y., & Naqiyah, N. (2022). Studi kepustakaan peran gender androgini dan cara membatasinya berdasar perspektif bimbingan multibudaya. Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 6(2), 193–208. https://pdfs.semanticscholar.org/935a/fcbb4bc1f70d1f054739ef05c4eb002969b3.pdf
Ryan, H. H., Isriyah, M., & Sendayu, F. S. (2023). Modul bimbingan konseling anti squad untuk menegaskan sikap anti kekerasan seksual dan kesetaraan gender pada siswa sekolah menengah pertama. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 12(1), 1043–1054.
Safitri, A. N., Fatah, M. A., Azizah, N. N., & Zakiah, S. A. (2021). Kesetaraan gender dalam dunia pendidikan dan perspektif agama Islam. Jurnal Pendidikan Profesi Guru, 2(3), 128–132. https://ejournal.umm.ac.id/index.php/jppg/article/download/23975/11684
Sarmauli, S., H., H. J., Veronika, S., & Yuverdina, Y. (2024). Studi gender terhadap ketidaksetaraan gender di Indonesia. Indonesian Journal on Education (IJoEd), 1(2), Article 2. https://doi.org/10.70437/k3zsc316
Selvia, L., Salam, M., & Simaremare, T. P. (2022). Peranan LSM Aliansi Perempuan Merangin memberikan pendampingan KDRT jenis kekerasan fisik berbasis gender sebagai wujud pelaksanaan UU No. 23 Tahun 2004. Civic Education Perspective Journal, 2(2), 43056.
Sidik, S., Tanipu, F., Assabana, M. S., & Rahman, R. (2023). Konsep pendidikan keadilan gender di dalam sistem pendidikan Indonesia. JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan), 6(4), 2845–2859. https://www.jiip.stkipyapisdompu.ac.id/jiip/index.php/JIIP/article/view/1949
Sugitanata, A., & Rahmanita, F. (2024). Pendidikan kesetaraan gender bagi anak sebagai langkah kritis menuju masa depan yang lebih cerah. Jurnal El-Hamra: Kependidikan dan Kemasyarakatan, 9(1), 35–42. https://doi.org/10.62630/elhamra.v9i1.177
Syafrizal, S. (2024). Kesetaraan gender dalam memberikan kenyamanan dan kesejahteraan peserta didik di SMP Negeri 2 Binjai. Edukatif, 2(2), 220–227. https://ejournal.edutechjaya.com/index.php/edukatif/article/view/648
Telaumbanua, Y., & Marbun, R. C. (2025). Konsep gender: Antara konstruksi sosial dan biologis. Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora, 3(1), Article 1. https://jurnal.researchideas.org/index.php/kultura/article/view/40
Triandini, E., Jayanatha, S., Indrawan, A., Werla Putra, G., & Iswara, B. (2019). Metode systematic literature review untuk identifikasi platform dan metode pengembangan sistem informasi di Indonesia. Indonesian Journal of Information Systems, 1(2), 63. https://doi.org/10.24002/ijis.v1i2.1916
Umam, R. N. (2021). Pendekatan konseling lintas budaya dalam mengatasi stigma negatif terhadap kelompok minoritas gender calabai. Egalita Jurnal Kesetaraan dan Keadilan Gender, 16(2), 17–30. https://pdfs.semanticscholar.org/b3e2/a07bff1b13746af86536cb8a47170b73965e.pdf
Umami, D. A. N. (2022). Pengetahuan dan keterampilan guru bimbingan dan konseling mengenai konseling multibudaya di Indonesia. Edu Consilium: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, 3(1), 38–50. https://ejournal.iainmadura.ac.id/index.php/educons/article/view/5472
Yulianti, L. (2019). Implementasi gender mainstreaming dalam pembelajaran IPS di sekolah menengah pertama. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 4(7), 953–957.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rosyid Arfan Gustama, Moch. Syihabudin Nuha, Muslihati Muslihati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





