Keefektifan Konseling Realita dengan Teknik Modeling terhadap Self-Blaming pada Siswa dengan Toxic Relationship
DOI:
https://doi.org/10.17977/um027v10i12025p52-58Keywords:
Konseling realita, Self-blaming, Teknik modelingAbstract
Ada fenomena self-blaming yang dialami oleh sebagian siswa dengan toxic relationship. Tingkat self-blaming tinggi akan mempengaruhi aspek perkembangannya, salah satunya yaitu kematangan hubungan sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan konseling realita dengan teknik modeling terhadap self-blaming pada siswa dengan toxic relationship. Subjek penelitian ada enam siswa yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen menggunakan skala self-blaming yang mengacu pada teori Janoff-Bulman. Skala self-blaming telah telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konseling realita dengan teknik modeling teruji efektif terhadap self-blaming pada siswa dengan toxic relationship.
References
Amanda, C., & Mansoer, W. W. (2021). Studi fenomenologi tentang perempuan yang bangkit dari hubungan berpacaran penuh kekerasan. Jurnal Psikologi Ulayat, 9, 23–45. https://doi.org/10.24854/jpu188
Aurelie, R. B. (2022). Toxic relationship recovery dalam pacaran di kalangan remaja (Skripsi). UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri, Purwokerto.
Azwar, S. (2012). Reliabilitas dan validitas (Edisi ke-4). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Corey, G. (1995). Teori dan praktek dari konseling dan psikoterapi (Mulyarto & Satmoko, Eds.; Edisi ke-4). Semarang: IKIP Semarang Press.
Corey, G. (2017). Theory and practice of counseling and psychotherapy (10th ed.). Boston: Cengage Learning.
Cory, T. L. (2023). What is a toxic relationship?: 8 types of toxic relationships & their signs. Diakses 20 Oktober 2024, dari https://healthscopemag.com/relationships/toxic-relationships-signs/
Faozan. (2022). Penerapan teknik reframing dalam merekonstruksi pola pikir negatif remaja (Studi kasus di Dusun Tunjang Barat Desa Taman Indah Kec. Pringgarata Kab. Lombok Tengah) (Skripsi). UIN Mataram.
Hagberg, T., Manhem, P., Oscarsson, M., Michel, F., Andersson, G., & Carlbring, P. (2023). Efficacy of transdiagnostic cognitive-behavioral therapy for assertiveness: A randomized controlled trial. Internet Interventions, 32, 100629. https://doi.org/10.1016/j.invent.2023.100629
Hartati, A. (2022). Pengaruh konseling kelompok dalam mengatasi masalah kepercayaan diri siswa SMP Negeri Kota Mataram. Rsealita: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 7(2), 1651. https://doi.org/10.33394/realita.v7i2.5886
Hurlock, E. B. (2016). Psikologi perkembangan (Istiwidayanti, Soedjarwo, & R. M. Sijabat, Eds.; Edisi ke-5). Jakarta: Erlangga.
Janoff-Bulman, R. (1979). Characterological versus behavioral self-blame: Inquiries into depression and rape. Journal of Personality and Social Psychology, 37(10), 1798–1809. https://doi.org/10.1037/0022-3514.37.10.1798
Janoff‐Bulman, R. (1982). Esteem and control bases of blame: “Adaptive” strategies for victims versus observers. Journal of Personality, 50(2), 180–192. https://doi.org/10.1111/j.1467-6494.1982.tb01022.x
Julianto, V., Cahayani, R. A., Sukmawati, S., & Aji, E. S. R. (2020). Hubungan antara harapan dan harga diri terhadap kebahagiaan pada orang yang mengalami toxic relationship dengan kesehatan psikologis. Jurnal Psikologi Integratif Prodi Psikologi UIN Sunan Kalijaga, 8, 2020–2103. https://pijarpsikologi.org/
Kaesti, M., Aiwani, A., Nate, M., Hasanah, B., Munir, A., & Fahira, I. (2023). Keefektifan teknik metafora konseling realita dalam mereduksi self-blaming siswa akibat korban body shaming. Jurnal Bimbingan Konseling Flobamora, 1, 39–46. https://doi.org/10.35508/jbkf.v1i2.10645
Kaur, D. M., & Kaur, I. (2015). Dysfunctional attitude and self-blame: Effect on self-esteem and self-conscious emotions among adolescents. International Journal of Indian Psychology, 3(1). https://doi.org/10.25215/0301.032
Komnas Perempuan. (2021). Perempuan dalam himpitan pandemi: Lonjakan kekerasan seksual, kekerasan siber, perkawinan anak, dan keterbatasan penanganan di tengah Covid-19. Jakarta: Komnas Perempuan.
Lutwak, N., Panish, J., & Ferrari, J. (2003). Shame and guilt: Characterological vs. behavioral self-blame and their relationship to fear of intimacy. Personality and Individual Differences, 35(4), 909–916. https://doi.org/10.1016/S0191-8869(02)00307-0
Nikmah, E. C. (2023). Keefektifan konseling kelompok realitas teknik modelling untuk meningkatkan sikap asertif siswa SMAN 1 Srengat sebagai upaya mencegah perilaku seks bebas (Skripsi tidak diterbitkan). Universitas Negeri Malang.
Pratiwi, T. A., & Herdiana, I. (2022). Pentingnya self-compassion pada mahasiswa penyintas pelecehan seksual. Proceeding Series of Psychology, 1(1), 256–261. https://psikologi.unair.ac.id/proceeding-series-of-psychology/index.php/psp/article/view/36
Qolbiyyah, S., Rahmah, R., Sholikhah, N. M., Ludviyah, I. P., Sari, R. M., Sari, V. N., Ari, T., Widianto, L. W., & Romeli, M. (2024). Psikoedukasi self-love pada remaja Desa Jombok untuk membentuk diri yang positif. Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan, 1(2), 51–56. https://jurnal.kopusindo.com/index.php/jipk/article/view/301
Reddy, N. Y. (2023). The self-blame scale: Development, psychometric properties and its relationship with self-criticism and self-reassurance. Journal of the Indian Academy of Applied Psychology, 49(1), 73–80. https://jiaap.in/wp-content/uploads/2023/05/January-2023-73-80.pdf
Siahaan, M., Sianturi, R. P., Lumbantobing, A., Rajagukguk, R., & Gea, C. J. (2023). Love, virginity, and shame (An intersectional feminist analysis of dating violence). Indonesian Journal of Theology, 11(1), 109–137. https://doi.org/10.46567/ijt.v11i1.336
Soniya, A. P. (2022). Konseling realitas untuk mengatasi trauma pada wanita yang mengalami toxic relationship (Studi kasus di Desa Cikoneng Kecamatan Anyer Kabupaten Serang-Banten) (Skripsi). UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Sugiyatno. (2014). Standar kompetensi kemandirian: Materi dasar-dasar BK (Vol. 2). Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sulastri, T., Ramadhana, N. L., Gangka, N. A. T., Ramadani, N. F., Hatria, A. N., & Mutmainna, N. (2022). Psikoedukasi toxic relationship: How to get rid of it?. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari, 1(8), 807–820. https://doi.org/10.55927/jpmb.v1i8.1684
Suryana, E., Hasdikurniati, A. I., Harmayanti, A. A., & Harto, K. (2020). Perkembangan remaja awal, menengah dan implikasinya terhadap pendidikan. Jurnal Ilmiah Psikologi, 8(2), 145–156. http://ejournal.mandalanursa.org/index.php/JIME
Wahyuni, D. S., Komariah, S., & Sartika, R. (2020). Analisis faktor penyebab kekerasan dalam hubungan pacaran pada mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia. Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 10(2), 923–928. http://ejournal.upi.edu/index.php/sosietas/
Yani, D. I., Radde, H. A., & Gunawan, A. (2021). Analisis perbedaan komponen cinta berdasarkan tingkat toxic relationship. Jurnal Psikologi Karakter, 1(1), 38–43. http://journal.unibos.ac.id/jpk38
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Iasha Brillianti Harits, Lutfi Fauzan, Arbin Janu Setiyowati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





