Keefektifan Bimbingan Kelompok Teknik Sosiodrama untuk Mengembangkan Penerimaan Diri Siswa SMA guna Mencegah Perilaku Self Blaming
DOI:
https://doi.org/10.17977/2549-7774.005106Keywords:
Bimbingan kelompok, Penerimaan diri, Self blaming, SosiodramaAbstract
Fenomena self blaming sedang marak terjadi di kalangan siswa. Perilaku self blaming merupakan kondisi individu yang menyalahkan dirinya secara berlebihan. Fenomena ini ditunjukkan dari sikap remaja yang menyalahkan diri, malu, dan merasa bersalah secara berlebihan, sehingga perlu diberikan intervensi mengenai penerimaan diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keefektifan bimbingan kelompok teknik sosiodrama untuk mengembangkan penerimaan diri siswa SMA guna mencegah perilaku self blaming. Desain penelitian yang digunakan pre-experimental design dengan jenis one group pretest and posttest design. Subjek penelitian ini berjumlah sepuluh siswa terpilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu skala penerimaan diri. Skala peneriman diri telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan layanan bimbingan kelompok teknik sosiodrama efektif untuk mengembangkan penerimaan diri sebagai bentuk pencegahan perilaku self blaming siswa kelas X SMA Brawijaya Smart School.References
Al Halik, & Rakasiwi, N. (2020). Efektivitas bimbingan kelompok teknik sosiodrama untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. CONSILIUM, 7(1), 32–44. https://doi.org/10.37064/consilium.v7i1.7186
Anindya, D. A. P. (2021). Penggunaan teknik sosiodrama dalam bimbingan kelompok untuk meningkatkan pemahaman diri siswa SMA [Skripsi, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya].
Edmawati, M. D. (2023). Body dysmorphic disorder: Konsep penanganan, konseling kelompok & teknik cognitive restructuring. Nasmedia Pustaka.
Fahmi, H. K., Fauzan, L., & Probowati, D. (2024). Efektivitas bimbingan kelompok teknik problem solving terhadap konsentrasi belajar siswa [Diploma thesis, Universitas Negeri Malang].
Harits, I. B., Fauzan, L., & Setiyowati, A. J. (2025). Keefektifan konseling realita dengan teknik modeling terhadap self-blaming pada siswa dengan toxic relationship. Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan, 10(1), 52–58. https://doi.org/10.17977/um027v10i12025p52-58
Kurnia Rahmawati, W., Ahmad, A., & Azizah, D. N. (2020). Efektivitas metode sosiodrama untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas VII SMP Negeri 2 Jember. Education Journal: Journal Educational Research and Development, 4(1), 47–56. https://doi.org/10.31537/ej.v4i1.300
Laily, E. S. N. (2020). Pengaruh body shaming terhadap self blaming pada remaja di Karang Taruna Perumnas Ngembat Asri Gemolong [Skripsi, Institut Agama Islam Negeri Surakarta].
Mardiyanti, R., & Purwaningtyas, F. D. (2021). Kecenderungan perilaku body shame ditinjau dari self acceptance pada remaja awal putri di SMP Y Surabaya. Jurnal Psikodidaktika: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan & Konseling.
Muzhaffarah, K. U., Ilmi, D. N., Prayitno, N. A. P., & Yunita, M. (2025). Systematic literature review: Hubungan self acceptance, irrational beliefs, dan self blame dalam pendekatan REBT. Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 14.
Nurihsan, A. J. (2016). Bimbingan dan konseling dalam berbagai latar kehidupan. Refika Aditama.
Oktaviani, M. A. (2019). Hubungan penerimaan diri dengan harga diri pada remaja pengguna Instagram. Psikoborneo, 7(4), 549–556. https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v7i4.4832
Parahita, S. P., Probowati, D., & Atmoko, A. (2025). Efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama untuk mengembangkan kesadaran gender [Diploma thesis, Universitas Negeri Malang].
Pramoko, R. (2019). Pengaruh penerimaan diri remaja terhadap perilaku bullying pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Turi [Skripsi, Universitas Negeri Yogyakarta].
Prayitno, Afdal, Ifdil, & Ardi, Z. (2017). Layanan bimbingan kelompok dan konseling kelompok. PT Yudhistira Ghalia Indonesia.
Rachmatullah, T. R. (2021). Hubungan antara penerimaan diri dengan penyesuaian sosial pada mahasiswa perantau di UIN Ar-Raniry Banda Aceh [Skripsi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh].
Ramadhani, P. S. (2024). Analisis faktor krisis identitas pada remaja di Kecamatan Ujung Kota Parepare [Skripsi, IAIN Parepare].
Refnadi, R., Marjohan, M., & Syukur, Y. (2021). Self-acceptance of high school students in Indonesia. JRTI: Jurnal Riset Tindakan Indonesia, 6(1), 15. https://doi.org/10.29210/3003745000
Rofi’ah, R. (2024). Konseling individu teknik disputing sebagai upaya dalam mengatasi self blaming (menyalahkan diri) pada remaja. Conseils: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 4. https://doi.org/10.55352/bki.v4i1.1002
Romlah, T. (2022). Teori dan praktik bimbingan kelompok. Universitas Negeri Malang.
Santoso, D. B. (2022). Dasar-dasar bimbingan dan konseling (Chris, Ed.; ed. 1). Elangmas.
Setiyowati, A. J., Jaafar, W. M. W., Rachmawati, I., Atmoko, A., Indreswari, H., & Probowati, D. (2025). The healer’s foundation: A model of self-awareness, self-efficacy, and social support in fostering counselor students’ self-care. Islamic Guidance and Counseling Journal, 8(2). https://doi.org/10.25217/0020258661900
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Sutopo, Ed.). Alfabeta.
Widyahening, C. E. T. (2020). Kajian drama: Teori & implementasi dengan metode sosiodrama (M. Rohmadi & H. R. Faturrohman, Eds.; ed. 3). Yuma Pustaka.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





